<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Megawati: Masyarakat Harus Sadar Kekayaan Intelektual Bermanfaat Secara Ekonomi</title><description>Masyarakat harus sadar bahwa kekayaan intelektual dapat memberi manfaat secara ekonomi melalui hak royalti.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/01/337/2773515/megawati-masyarakat-harus-sadar-kekayaan-intelektual-bermanfaat-secara-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/01/337/2773515/megawati-masyarakat-harus-sadar-kekayaan-intelektual-bermanfaat-secara-ekonomi"/><item><title>Megawati: Masyarakat Harus Sadar Kekayaan Intelektual Bermanfaat Secara Ekonomi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/01/337/2773515/megawati-masyarakat-harus-sadar-kekayaan-intelektual-bermanfaat-secara-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/01/337/2773515/megawati-masyarakat-harus-sadar-kekayaan-intelektual-bermanfaat-secara-ekonomi</guid><pubDate>Rabu 01 Maret 2023 16:30 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/01/337/2773515/megawati-masyarakat-harus-sadar-kekayaan-intelektual-bermanfaat-secara-ekonomi-YccmMXJfSE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkumham Yasonna Laoly dan Megawati Soekarnoputri (Foto : Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/01/337/2773515/megawati-masyarakat-harus-sadar-kekayaan-intelektual-bermanfaat-secara-ekonomi-YccmMXJfSE.jpg</image><title>Menkumham Yasonna Laoly dan Megawati Soekarnoputri (Foto : Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Megawati Soekarnoputri mengatakan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelindungan kekayaan intelektual, sebab diyakini akan membawa banyak manfaat.

&amp;ldquo;Kesadaran masyarakat akan pentingnya melindungi kekayaan intelektual ini harus ditingkatkan. Masyarakat harus sadar bahwa kekayaan intelektual dapat memberi manfaat secara ekonomi melalui hak royalti,&amp;rdquo; kata Megawati, usai acara Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama antara BRIN dengan Kemenkumham, dalam keterangan yang diterima, Rabu (1/3/2023).

Presiden ke-5 Republik Indonesia (RI) ini menuturkan, dalam berbagai forum, ia sering menyuarakan pentingnya pengembangan riset dan inovasi nasional dan kemudian dilindungi melalui pencatatan hak cipta, merek, atau kekayaan intelektual lainnya.

Kata Megawati, pelindungan kekayaan intelektual tersebut akan sejalan dengan pelindungan seluruh sumber daya dan kekayaan budaya serta flora-fauna Indonesia. Terlebih, pada 2045 Indonesia akan mencapai usia emas 100 tahun, yang harus disambut dengan persiapan matang sejak saat ini, di antaranya dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelindungan kekayaan intelektual.

&amp;ldquo;Jadi kalau ada yang nanya &amp;lsquo;apa yang ada di Indonesia?&amp;rsquo; saya akan tanya balik &amp;lsquo;apa yang tidak ada di Indonesia?&amp;rsquo; Indonesia ini kaya, semuanya ada, dan kita harus berpikir untuk melindunginya, melindungi kekayaan intelektualnya,&amp;rdquo; ujar Megawati.

BACA JUGA:Megawati Bilang Pelindungan Kekayaan Intelektual Berkaitan dengan Indonesia Emas 2045

Di lokasi yang sama, Menkumham Yasonna H. Laoly menyampaikan Megawati terus mengingatkan akan pentingnya kerja sama Kemenkumham dengan BRIN terkait kekayaan intelektual.

Keberadaan BRIN sejak 2021 sebagai satu-satunya Badan Penelitian Nasional memiliki peran penting sebagai penghasil riset nasional terhadap pemanfaatan potensi Indonesia dari segi sumber daya alam, manusia, dan budaya.Selain itu, peranan BRIN yang mengacu pada tiga fase penting dalam pengembangan teknologi yang terdiri dari invensi, inovasi, dan difusi, juga terkait erat dengan aspek kreasi, proteksi, dan utilisasi dalam ekosistem KI. Keberadaan BRIN juga dapat mendorong Penerapan Riset Berbasis KI untuk pemanfaatan riset yang dapat didayagunakan untuk kepentingan masyarakat dan memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

&amp;ldquo;Negara pemilik sumberdaya genetik tinggi seperti Indonesia, dan pengetahuan tradisional, kami perjuangkan supaya diakui internasional, dan supaya Indonesia bisa dapat share economicnya,&amp;rdquo; ungkap Yasonna.

Atas peran Megawati dan komitmennya mendukung pelindungan kekayaan intelektual, Kemenkumham memberikan penghargaan kepada Megawati selaku tokoh pendorong pemajuan Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) di Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Megawati Soekarnoputri mengatakan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelindungan kekayaan intelektual, sebab diyakini akan membawa banyak manfaat.

&amp;ldquo;Kesadaran masyarakat akan pentingnya melindungi kekayaan intelektual ini harus ditingkatkan. Masyarakat harus sadar bahwa kekayaan intelektual dapat memberi manfaat secara ekonomi melalui hak royalti,&amp;rdquo; kata Megawati, usai acara Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama antara BRIN dengan Kemenkumham, dalam keterangan yang diterima, Rabu (1/3/2023).

Presiden ke-5 Republik Indonesia (RI) ini menuturkan, dalam berbagai forum, ia sering menyuarakan pentingnya pengembangan riset dan inovasi nasional dan kemudian dilindungi melalui pencatatan hak cipta, merek, atau kekayaan intelektual lainnya.

Kata Megawati, pelindungan kekayaan intelektual tersebut akan sejalan dengan pelindungan seluruh sumber daya dan kekayaan budaya serta flora-fauna Indonesia. Terlebih, pada 2045 Indonesia akan mencapai usia emas 100 tahun, yang harus disambut dengan persiapan matang sejak saat ini, di antaranya dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelindungan kekayaan intelektual.

&amp;ldquo;Jadi kalau ada yang nanya &amp;lsquo;apa yang ada di Indonesia?&amp;rsquo; saya akan tanya balik &amp;lsquo;apa yang tidak ada di Indonesia?&amp;rsquo; Indonesia ini kaya, semuanya ada, dan kita harus berpikir untuk melindunginya, melindungi kekayaan intelektualnya,&amp;rdquo; ujar Megawati.

BACA JUGA:Megawati Bilang Pelindungan Kekayaan Intelektual Berkaitan dengan Indonesia Emas 2045

Di lokasi yang sama, Menkumham Yasonna H. Laoly menyampaikan Megawati terus mengingatkan akan pentingnya kerja sama Kemenkumham dengan BRIN terkait kekayaan intelektual.

Keberadaan BRIN sejak 2021 sebagai satu-satunya Badan Penelitian Nasional memiliki peran penting sebagai penghasil riset nasional terhadap pemanfaatan potensi Indonesia dari segi sumber daya alam, manusia, dan budaya.Selain itu, peranan BRIN yang mengacu pada tiga fase penting dalam pengembangan teknologi yang terdiri dari invensi, inovasi, dan difusi, juga terkait erat dengan aspek kreasi, proteksi, dan utilisasi dalam ekosistem KI. Keberadaan BRIN juga dapat mendorong Penerapan Riset Berbasis KI untuk pemanfaatan riset yang dapat didayagunakan untuk kepentingan masyarakat dan memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

&amp;ldquo;Negara pemilik sumberdaya genetik tinggi seperti Indonesia, dan pengetahuan tradisional, kami perjuangkan supaya diakui internasional, dan supaya Indonesia bisa dapat share economicnya,&amp;rdquo; ungkap Yasonna.

Atas peran Megawati dan komitmennya mendukung pelindungan kekayaan intelektual, Kemenkumham memberikan penghargaan kepada Megawati selaku tokoh pendorong pemajuan Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) di Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
