<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terendam Banjir, Ratusan KK di Kota Tangerang Terpaksa Mengungsi   </title><description>Banjir itu terjadi pasca hujan lebat mengguyur sejak Rabu, (1/3/2023) sampai Kamis, (2/3/2023) pagi.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/02/338/2774073/terendam-banjir-ratusan-kk-di-kota-tangerang-terpaksa-mengungsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/02/338/2774073/terendam-banjir-ratusan-kk-di-kota-tangerang-terpaksa-mengungsi"/><item><title>Terendam Banjir, Ratusan KK di Kota Tangerang Terpaksa Mengungsi   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/02/338/2774073/terendam-banjir-ratusan-kk-di-kota-tangerang-terpaksa-mengungsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/02/338/2774073/terendam-banjir-ratusan-kk-di-kota-tangerang-terpaksa-mengungsi</guid><pubDate>Kamis 02 Maret 2023 13:26 WIB</pubDate><dc:creator>Irfan Maulana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/02/338/2774073/terendam-banjir-ratusan-kk-di-kota-tangerang-terpaksa-mengungsi-mLKrVeLk1K.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir rendam rumah warga/Foto: Irfan Maulana</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/02/338/2774073/terendam-banjir-ratusan-kk-di-kota-tangerang-terpaksa-mengungsi-mLKrVeLk1K.jpg</image><title>Banjir rendam rumah warga/Foto: Irfan Maulana</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi8xLzE2MzYyMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TANGERANG - Banjir hingga setinggi 50 centimeter merendam wilayah di Keluaran Rawa Bokor, Kecamatan Benda, Kota Tangerang. Banjir itu terjadi pasca hujan lebat mengguyur sejak Rabu, (1/3/2023) sampai Kamis, (2/3/2023) pagi.

Salah satu warga, Yopi mengatakan banjir ini dikarenakan luapan sungai yang tak jauh dari lokasi. Kata dia, sungai yang dangkal tidak mampu menampung air hujan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Ayah Santri Korban Penganiayaan di Ponpes Minta Proses Hukum Terus Lanjut
&quot;Jadi sungainya ini lebih tinggi. Jadinya meluap ke pemukiman warga,&quot; ujarnya.

Kata dia, wilayah tersebut memang menjadi langganan banjir saat hujan mengguyur.

&quot;Hujan sebentar udah banjir ini,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Wanjakti Polri Mulai Proses Pergantian 2 Komjen yang Pensiun Bulan Ini
Yopi menuturkan banjir yang terjadi ini membuat barang warga seperti pakaian hanyut. Alat elektronik juga ada yang terendam air.

&quot;Iya baju pada hanyut. Tadi juga kulkas sempet kerendem tapi bisa diselamatkan,&quot; katanya.

Hal ini pun menyebabkan 435 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi. Mereka mengungsi di posko UPD Damkar BPBD Kecamatan Benda.
Namun, sebagian warga memilih tak mengungsi untuk menjaga rumahnya.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang RW 4 RT 4 banjir dengan ketinggian 40 centimeter sebanyak 15 KK mengungsi.

Lalu, RW 5 di RT 1 dan 2 dengan ketinggian 30 centimeter sebanyak 60 KK mengungsi.

RW 7 di RT 2 dan 4 dengan ketinggian 50 centimeter sebanyak 110 KK mengungsi.

RW 10 di RT 1, 2, 3, 4, 5 dengan ketinggian 50 centimeter sebanyak 250 KK mengungsi.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi8xLzE2MzYyMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TANGERANG - Banjir hingga setinggi 50 centimeter merendam wilayah di Keluaran Rawa Bokor, Kecamatan Benda, Kota Tangerang. Banjir itu terjadi pasca hujan lebat mengguyur sejak Rabu, (1/3/2023) sampai Kamis, (2/3/2023) pagi.

Salah satu warga, Yopi mengatakan banjir ini dikarenakan luapan sungai yang tak jauh dari lokasi. Kata dia, sungai yang dangkal tidak mampu menampung air hujan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Ayah Santri Korban Penganiayaan di Ponpes Minta Proses Hukum Terus Lanjut
&quot;Jadi sungainya ini lebih tinggi. Jadinya meluap ke pemukiman warga,&quot; ujarnya.

Kata dia, wilayah tersebut memang menjadi langganan banjir saat hujan mengguyur.

&quot;Hujan sebentar udah banjir ini,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Wanjakti Polri Mulai Proses Pergantian 2 Komjen yang Pensiun Bulan Ini
Yopi menuturkan banjir yang terjadi ini membuat barang warga seperti pakaian hanyut. Alat elektronik juga ada yang terendam air.

&quot;Iya baju pada hanyut. Tadi juga kulkas sempet kerendem tapi bisa diselamatkan,&quot; katanya.

Hal ini pun menyebabkan 435 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi. Mereka mengungsi di posko UPD Damkar BPBD Kecamatan Benda.
Namun, sebagian warga memilih tak mengungsi untuk menjaga rumahnya.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang RW 4 RT 4 banjir dengan ketinggian 40 centimeter sebanyak 15 KK mengungsi.

Lalu, RW 5 di RT 1 dan 2 dengan ketinggian 30 centimeter sebanyak 60 KK mengungsi.

RW 7 di RT 2 dan 4 dengan ketinggian 50 centimeter sebanyak 110 KK mengungsi.

RW 10 di RT 1, 2, 3, 4, 5 dengan ketinggian 50 centimeter sebanyak 250 KK mengungsi.
</content:encoded></item></channel></rss>
