<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Putin Tuduh Ukraina Lakukan Aksi Teroris, Sabotase hingga Tembaki Warga Sipil di Perbatasan Rusia</title><description>Rusia sebelumnya telah melaporkan beberapa serangan rudal dan drone Ukraina di wilayah perbatasan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/03/18/2774575/putin-tuduh-ukraina-lakukan-aksi-teroris-sabotase-hingga-tembaki-warga-sipil-di-perbatasan-rusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/03/18/2774575/putin-tuduh-ukraina-lakukan-aksi-teroris-sabotase-hingga-tembaki-warga-sipil-di-perbatasan-rusia"/><item><title>Putin Tuduh Ukraina Lakukan Aksi Teroris, Sabotase hingga Tembaki Warga Sipil di Perbatasan Rusia</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/03/18/2774575/putin-tuduh-ukraina-lakukan-aksi-teroris-sabotase-hingga-tembaki-warga-sipil-di-perbatasan-rusia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/03/18/2774575/putin-tuduh-ukraina-lakukan-aksi-teroris-sabotase-hingga-tembaki-warga-sipil-di-perbatasan-rusia</guid><pubDate>Jum'at 03 Maret 2023 09:45 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/03/18/2774575/putin-tuduh-ukraina-lakukan-aksi-teroris-dan-sabotase-di-perbatasan-rusia-hC609b3aMh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: EPA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/03/18/2774575/putin-tuduh-ukraina-lakukan-aksi-teroris-dan-sabotase-di-perbatasan-rusia-hC609b3aMh.jpg</image><title>Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: EPA)</title></images><description>RUSIA - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kelompok sabotase Ukraina memasuki wilayah perbatasan Rusia pada Kamis (2/3/2023) dan menembaki warga sipil dalam &quot;aksi teroris&quot;.
&amp;ldquo;Hari ini mereka melakukan aksi teroris lagi, kejahatan lain, menembus daerah perbatasan dan menembaki warga sipil,&amp;rdquo; terang Putin berbicara di TV pemerintah Rusia pada Kamis (2/3/2023).
&quot;Mereka melihat bahwa itu adalah mobil sipil, bahwa warga sipil dan anak-anak duduk di sana, dan melepaskan tembakan. Orang-orang seperti itulah yang menetapkan tugas untuk merampas ingatan sejarah kita. Mereka tidak akan mencapai apa-apa, kita akan menekannya mereka,&quot; katanya.
Gubernur wilayah Bryansk mengatakan &quot;penyabotase dari Ukraina&quot; telah menembaki sebuah mobil sipil di Lyubechane, sebuah desa perbatasan, menewaskan dua pria dan melukai seorang anak laki-laki berusia 10 tahun.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Putin Instruksikan Dinas Keamanan Rusia Perkuat Spionase dan Sabotase Terhadap Ukraina dan Barat
Rusia sebelumnya telah melaporkan beberapa serangan rudal dan drone Ukraina di wilayah perbatasan Rusia, termasuk wilayah Bryansk. Tetapi belum ada laporan yang dikonfirmasi tentang pasukan darat Ukraina yang menyusup ke Rusia.
BACA JUGA:&amp;nbsp;&amp;nbsp;G20 Memanas, Saling Marah dan Emosi Atas Perang Rusia di Ukraina Kuasai Pertemuan dan Tak Ada Kesepakatan Bersama
Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) mengatakan pasukan FSB dan pasukan reguler pada Kamis (2/3/2023) bentrok dengan &quot;nasionalis Ukraina&quot; yang telah menyeberang ke Rusia dan menyandera.
&amp;nbsp;FSB mengatakan &quot;nasionalis&quot; kemudian dipukul dengan serangan artileri besar-besaran Rusia dan didorong kembali ke Ukraina. Mereka meninggalkan banyak bahan peledak di desa tersebut.Sebuah video telah muncul online mengklaim untuk menunjukkan anggota Korps Sukarelawan Rusia (RVC) yang berbasis di Ukraina di luar klinik lokal. Seorang pria bersenjata dalam video yang diposting di Telegram mengatakan mereka menyeberang ke Rusia.
Kelompok jurnalisme investigasi Bellingcat Monitoring menggambarkan RVC sebagai &quot;sebuah unit yang secara resmi dibentuk tahun lalu terutama terdiri dari tokoh sayap kanan anti-Putin, anti-Kremlin Rusia yang aktif di Ukraina&quot;.
Seorang ahli Bellingcat, Michael Colborne, telah mengidentifikasi salah satu pria dalam video tersebut sebagai pemimpin RVC Denis Kapustin, yang juga menggunakan nama belakang Nikitin.
&quot;RVC ini tampaknya hanya melakukan sedikit pertempuran nyata, atau setidaknya pertempuran serius, dan Kapustin mungkin memiliki pelatihan olahraga pertempuran fisik, tetapi dia bukan dari latar belakang militer apa pun,&quot; ujarnya kepada BBC.
Dalam sebuah posting teks dengan video RVC mengatakan mereka memasuki wilayah Bryansk untuk menunjukkan kepada rekan mereka bahwa ada harapan, bahwa orang Rusia bebas yang membawa senjata dapat melawan rezim.
Seorang pejabat intelijen militer Ukraina, Andriy Yusov, pun mengomentari klaim RVC.&amp;ldquo;Mereka adalah orang-orang yang berperang dengan senjata melawan rezim Putin dan mereka yang mendukungnya... Mungkin orang Rusia mulai bangun, menyadari sesuatu dan mengambil beberapa langkah konkrit,&amp;rdquo; terangnya.
Minggu ini Putin menuduh Ukraina dan mata-mata Barat mengintensifkan operasi di dalam Rusia. Para pejabat Rusia mengatakan sebuah pesawat tak berawak jatuh di distrik Kolomna hanya 100 km (62 mil) dari Moskow - meskipun tidak dipastikan milik Ukraina &amp;ndash; sedangkan dua pesawat tak berawak Ukraina diduga ditembak jatuh di Rusia selatan.
Sebelumnya Rusia mengatakan drone telah menyerang sebuah pangkalan udara di Rusia selatan yang digunakan untuk meluncurkan serangan pembom di Ukraina. Kyiv belum mengklaim serangan drone di dalam Rusia, menuduh Kremlin melakukan propaganda.
Ketika Rusia meluncurkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022, Presiden Putin mencap pemerintah Kyiv sebagai &quot;nasionalis&quot; dan &quot;neo-Nazi&quot;, dengan alasan bahwa Rusia harus bertindak melawan mereka.
Presiden Zelensky diketahui dipilih secara demokratis, berasal dari Yahudi dan tidak memiliki politisi sayap kanan dalam pemerintahannya.</description><content:encoded>RUSIA - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kelompok sabotase Ukraina memasuki wilayah perbatasan Rusia pada Kamis (2/3/2023) dan menembaki warga sipil dalam &quot;aksi teroris&quot;.
&amp;ldquo;Hari ini mereka melakukan aksi teroris lagi, kejahatan lain, menembus daerah perbatasan dan menembaki warga sipil,&amp;rdquo; terang Putin berbicara di TV pemerintah Rusia pada Kamis (2/3/2023).
&quot;Mereka melihat bahwa itu adalah mobil sipil, bahwa warga sipil dan anak-anak duduk di sana, dan melepaskan tembakan. Orang-orang seperti itulah yang menetapkan tugas untuk merampas ingatan sejarah kita. Mereka tidak akan mencapai apa-apa, kita akan menekannya mereka,&quot; katanya.
Gubernur wilayah Bryansk mengatakan &quot;penyabotase dari Ukraina&quot; telah menembaki sebuah mobil sipil di Lyubechane, sebuah desa perbatasan, menewaskan dua pria dan melukai seorang anak laki-laki berusia 10 tahun.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Putin Instruksikan Dinas Keamanan Rusia Perkuat Spionase dan Sabotase Terhadap Ukraina dan Barat
Rusia sebelumnya telah melaporkan beberapa serangan rudal dan drone Ukraina di wilayah perbatasan Rusia, termasuk wilayah Bryansk. Tetapi belum ada laporan yang dikonfirmasi tentang pasukan darat Ukraina yang menyusup ke Rusia.
BACA JUGA:&amp;nbsp;&amp;nbsp;G20 Memanas, Saling Marah dan Emosi Atas Perang Rusia di Ukraina Kuasai Pertemuan dan Tak Ada Kesepakatan Bersama
Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) mengatakan pasukan FSB dan pasukan reguler pada Kamis (2/3/2023) bentrok dengan &quot;nasionalis Ukraina&quot; yang telah menyeberang ke Rusia dan menyandera.
&amp;nbsp;FSB mengatakan &quot;nasionalis&quot; kemudian dipukul dengan serangan artileri besar-besaran Rusia dan didorong kembali ke Ukraina. Mereka meninggalkan banyak bahan peledak di desa tersebut.Sebuah video telah muncul online mengklaim untuk menunjukkan anggota Korps Sukarelawan Rusia (RVC) yang berbasis di Ukraina di luar klinik lokal. Seorang pria bersenjata dalam video yang diposting di Telegram mengatakan mereka menyeberang ke Rusia.
Kelompok jurnalisme investigasi Bellingcat Monitoring menggambarkan RVC sebagai &quot;sebuah unit yang secara resmi dibentuk tahun lalu terutama terdiri dari tokoh sayap kanan anti-Putin, anti-Kremlin Rusia yang aktif di Ukraina&quot;.
Seorang ahli Bellingcat, Michael Colborne, telah mengidentifikasi salah satu pria dalam video tersebut sebagai pemimpin RVC Denis Kapustin, yang juga menggunakan nama belakang Nikitin.
&quot;RVC ini tampaknya hanya melakukan sedikit pertempuran nyata, atau setidaknya pertempuran serius, dan Kapustin mungkin memiliki pelatihan olahraga pertempuran fisik, tetapi dia bukan dari latar belakang militer apa pun,&quot; ujarnya kepada BBC.
Dalam sebuah posting teks dengan video RVC mengatakan mereka memasuki wilayah Bryansk untuk menunjukkan kepada rekan mereka bahwa ada harapan, bahwa orang Rusia bebas yang membawa senjata dapat melawan rezim.
Seorang pejabat intelijen militer Ukraina, Andriy Yusov, pun mengomentari klaim RVC.&amp;ldquo;Mereka adalah orang-orang yang berperang dengan senjata melawan rezim Putin dan mereka yang mendukungnya... Mungkin orang Rusia mulai bangun, menyadari sesuatu dan mengambil beberapa langkah konkrit,&amp;rdquo; terangnya.
Minggu ini Putin menuduh Ukraina dan mata-mata Barat mengintensifkan operasi di dalam Rusia. Para pejabat Rusia mengatakan sebuah pesawat tak berawak jatuh di distrik Kolomna hanya 100 km (62 mil) dari Moskow - meskipun tidak dipastikan milik Ukraina &amp;ndash; sedangkan dua pesawat tak berawak Ukraina diduga ditembak jatuh di Rusia selatan.
Sebelumnya Rusia mengatakan drone telah menyerang sebuah pangkalan udara di Rusia selatan yang digunakan untuk meluncurkan serangan pembom di Ukraina. Kyiv belum mengklaim serangan drone di dalam Rusia, menuduh Kremlin melakukan propaganda.
Ketika Rusia meluncurkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022, Presiden Putin mencap pemerintah Kyiv sebagai &quot;nasionalis&quot; dan &quot;neo-Nazi&quot;, dengan alasan bahwa Rusia harus bertindak melawan mereka.
Presiden Zelensky diketahui dipilih secara demokratis, berasal dari Yahudi dan tidak memiliki politisi sayap kanan dalam pemerintahannya.</content:encoded></item></channel></rss>
