<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Marak Kasus Pelecehan Seksual di Bus Transjakarta, Pj Gubernur Heru: Pakai Kamera Pengenalan Wajah   </title><description>Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono merespon terkait kasus pelecehan seksual di layanan bus Transjakarta&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/03/338/2774845/marak-kasus-pelecehan-seksual-di-bus-transjakarta-pj-gubernur-heru-pakai-kamera-pengenalan-wajah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/03/338/2774845/marak-kasus-pelecehan-seksual-di-bus-transjakarta-pj-gubernur-heru-pakai-kamera-pengenalan-wajah"/><item><title> Marak Kasus Pelecehan Seksual di Bus Transjakarta, Pj Gubernur Heru: Pakai Kamera Pengenalan Wajah   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/03/338/2774845/marak-kasus-pelecehan-seksual-di-bus-transjakarta-pj-gubernur-heru-pakai-kamera-pengenalan-wajah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/03/338/2774845/marak-kasus-pelecehan-seksual-di-bus-transjakarta-pj-gubernur-heru-pakai-kamera-pengenalan-wajah</guid><pubDate>Jum'at 03 Maret 2023 16:38 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/03/338/2774845/marak-kasus-pelecehan-seksual-di-bus-transjakarta-pj-gubernur-heru-pakai-kamera-pengenalan-wajah-szaKYtmbfX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi (foto: dok MPI/Refi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/03/338/2774845/marak-kasus-pelecehan-seksual-di-bus-transjakarta-pj-gubernur-heru-pakai-kamera-pengenalan-wajah-szaKYtmbfX.jpg</image><title>Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi (foto: dok MPI/Refi)</title></images><description>
JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono merespon terkait kasus pelecehan seksual di layanan bus Transjakarta yang kembali terulang. Ia menyebut bahwa Transjakarta akan menggunakan sistem pengenal wajah atau face recognition.

&quot;Kemarin, waktu saya ke TransJakarta, kalau dia (pelaku) terdata, coba nanti kita pakai kamera pengawas (CCTV) yang pakai sistem pengenalan wajah (face recognition),&quot; kata Heru kepada wartawan di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (3/3/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Hindari Kasus Pelecehan Seksual, 20 Bus Transjakarta Pink Ditambah untuk Transportasi Publik&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Heru menambahkan, jika wajah pelaku pelecehan seksual terdeteksi oleh kamera pengawas akan dilakukan pemblokiran sehingga tidak dapat mengakses layanan Transjakarta. Namun Heru tidak menjelaskan kapan sistem tersebut akan mulai diterapkan hanya saja akan memanggil pihak terkait yakni PT Transjakarta dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI.

&quot;Segera saja nanti saya panggil habis ini TransJakarta dan Dinas Perhubungan DKI,&quot; ucapnya.

Sebelumnya, Aksi pelecehan seksual di dalam bus Non-BRT Transjakarta kembali terjadi kepada pelanggan wanita pada layanan rute Kampung Melayu-Tanah Abang via Cikini pada Sabtu (25/2) sekitar pukul 07.40 WIB. Namun korban memberanikan melapor ke petugas Pramusapa Transjakarta sehingga secepat mungkin pelaku berhasil diamankan dan diserahkan ke Polres Metro Jakarta Pusat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pelaku Pelecehan di Bus Transjakarta Bukan Polisi, Ini Faktanya!

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Transjakarta, Apriastini Bakti Bugiansri membenarkan adanya kasus tersebut dan menjelaskan kronologisnya saat pelanggan perempuan Transjakarta duduk terlelap di dalam bus tiba-tiba merasa mendapat pelecehan dari seorang pria yang duduk di sebelahnya.

&amp;ldquo;Pramusapa dengan sigap mengamankan pelaku pelecehan seksual untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak berwajib ke Polres Jakarta Pusat untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,&quot; kata Apri dalam keterangannya, Minggu (26/2/2023).

Apri menjelaskan korban masih dibawah umur sehingga perlu pendampingan dari orang tua ataupun keluarga saat akan melaporkan kepada polisi.

Mengingat makin maraknya kasus pelecehan seksual di transportasi publik, Transjakarta akan selalu berupaya memberikan yang terbaik dalam berikan layanan kepada masyarakat dengan meningkatkan pengamanan di dalam bus dengan meningkatkan kemampuannya sehingga petugas selalu siaga/sigap di lapangan jika dihadapkan pada situasi seperti ini. Sehingga pelanggan merasa aman dan nyaman dalam menikmati layanan Transjakarta.

&amp;ldquo;Kesiagaan inilah yang terus kami utamakan untuk menghadapi tindakan kejahatan-kejahatan yang terjadi di transportasi umum seperti pelecehan seksual. Kami juga menghimbau kepada pelanggan untuk berani bersuara dan mengambil sikap untuk segera melaporkannya apabila mengalami tindak pelecehan seksual,&amp;rdquo; ujar Apri.</description><content:encoded>
JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono merespon terkait kasus pelecehan seksual di layanan bus Transjakarta yang kembali terulang. Ia menyebut bahwa Transjakarta akan menggunakan sistem pengenal wajah atau face recognition.

&quot;Kemarin, waktu saya ke TransJakarta, kalau dia (pelaku) terdata, coba nanti kita pakai kamera pengawas (CCTV) yang pakai sistem pengenalan wajah (face recognition),&quot; kata Heru kepada wartawan di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (3/3/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Hindari Kasus Pelecehan Seksual, 20 Bus Transjakarta Pink Ditambah untuk Transportasi Publik&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Heru menambahkan, jika wajah pelaku pelecehan seksual terdeteksi oleh kamera pengawas akan dilakukan pemblokiran sehingga tidak dapat mengakses layanan Transjakarta. Namun Heru tidak menjelaskan kapan sistem tersebut akan mulai diterapkan hanya saja akan memanggil pihak terkait yakni PT Transjakarta dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI.

&quot;Segera saja nanti saya panggil habis ini TransJakarta dan Dinas Perhubungan DKI,&quot; ucapnya.

Sebelumnya, Aksi pelecehan seksual di dalam bus Non-BRT Transjakarta kembali terjadi kepada pelanggan wanita pada layanan rute Kampung Melayu-Tanah Abang via Cikini pada Sabtu (25/2) sekitar pukul 07.40 WIB. Namun korban memberanikan melapor ke petugas Pramusapa Transjakarta sehingga secepat mungkin pelaku berhasil diamankan dan diserahkan ke Polres Metro Jakarta Pusat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pelaku Pelecehan di Bus Transjakarta Bukan Polisi, Ini Faktanya!

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Transjakarta, Apriastini Bakti Bugiansri membenarkan adanya kasus tersebut dan menjelaskan kronologisnya saat pelanggan perempuan Transjakarta duduk terlelap di dalam bus tiba-tiba merasa mendapat pelecehan dari seorang pria yang duduk di sebelahnya.

&amp;ldquo;Pramusapa dengan sigap mengamankan pelaku pelecehan seksual untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak berwajib ke Polres Jakarta Pusat untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,&quot; kata Apri dalam keterangannya, Minggu (26/2/2023).

Apri menjelaskan korban masih dibawah umur sehingga perlu pendampingan dari orang tua ataupun keluarga saat akan melaporkan kepada polisi.

Mengingat makin maraknya kasus pelecehan seksual di transportasi publik, Transjakarta akan selalu berupaya memberikan yang terbaik dalam berikan layanan kepada masyarakat dengan meningkatkan pengamanan di dalam bus dengan meningkatkan kemampuannya sehingga petugas selalu siaga/sigap di lapangan jika dihadapkan pada situasi seperti ini. Sehingga pelanggan merasa aman dan nyaman dalam menikmati layanan Transjakarta.

&amp;ldquo;Kesiagaan inilah yang terus kami utamakan untuk menghadapi tindakan kejahatan-kejahatan yang terjadi di transportasi umum seperti pelecehan seksual. Kami juga menghimbau kepada pelanggan untuk berani bersuara dan mengambil sikap untuk segera melaporkannya apabila mengalami tindak pelecehan seksual,&amp;rdquo; ujar Apri.</content:encoded></item></channel></rss>
