<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satu Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang Wafat di RSPP</title><description>dr. Theryoto menyebutkan, pihaknya sejauh ini menerima 26 korban rujukan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/04/338/2775363/satu-korban-kebakaran-depo-pertamina-plumpang-wafat-di-rspp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/04/338/2775363/satu-korban-kebakaran-depo-pertamina-plumpang-wafat-di-rspp"/><item><title>Satu Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang Wafat di RSPP</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/04/338/2775363/satu-korban-kebakaran-depo-pertamina-plumpang-wafat-di-rspp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/04/338/2775363/satu-korban-kebakaran-depo-pertamina-plumpang-wafat-di-rspp</guid><pubDate>Sabtu 04 Maret 2023 16:49 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/04/338/2775363/satu-korban-kebakaran-depo-pertamina-plumpang-wafat-di-rspp-VVLiOhcjsL.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Direktur RSPP dr Theryoto saat konferensi pers (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/04/338/2775363/satu-korban-kebakaran-depo-pertamina-plumpang-wafat-di-rspp-VVLiOhcjsL.JPG</image><title>Direktur RSPP dr Theryoto saat konferensi pers (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), dr Theryoto menyatakan satu korban meninggal dunia bertambah dari tragedi kebakaran Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang milik PT Pertamina (Persero) atau Depo Pertamina Plumpang. Hal itu ia ungkapkan ketika menerima kunjungan dari Menteri BUMN, Erick Thohir.

dr. Theryoto menyebutkan, pihaknya sejauh ini menerima 26 korban rujukan. Dari jumlah tersebut, kemudian diklasifikasikan menjadi dua, yakni yang butuh ICU dan yang tidak butuh ICU.

&quot;Kelompok yang tidak butuh ICU ada 13 pasien, kelompok yang butuh ICU 12 pasien,&quot; kata Theryoto di RSPP, Sabtu (4/4/2023).

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wNC8xLzE2Mzc0NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Ia menjelaskan, klasifikasi tersebut ditujukan untuk pemagangan dari masing-masing kelompok. Menurutnya, untuk kelompok yang butuh ICU memerlukan alat bantu.

&quot;Untuk kelompok ruang ICU itu mereka butuh alat bantu untuk misalnya luka bakar, ada pemasangan ventilator atau operasi untuk membuat jalan nafas dan lain-lain,&quot; paparnya.
Kemudian, dari 26 pasien yang dirujuk ke RSPP, terdapat satu korban yang tidak terselamatkan nyawanya. Korban tersebut menurut Theryoto, meninggal pada siang hari ini.

&quot;Karena luka bakar yang cukup luas, hampir mendekati 100 persen, (satu) tidak tertolong,&quot; ucapnya.

Dengan begitu, saat ini RSPP merawat 25 korban kebakaran TBBM Plumpang.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), dr Theryoto menyatakan satu korban meninggal dunia bertambah dari tragedi kebakaran Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang milik PT Pertamina (Persero) atau Depo Pertamina Plumpang. Hal itu ia ungkapkan ketika menerima kunjungan dari Menteri BUMN, Erick Thohir.

dr. Theryoto menyebutkan, pihaknya sejauh ini menerima 26 korban rujukan. Dari jumlah tersebut, kemudian diklasifikasikan menjadi dua, yakni yang butuh ICU dan yang tidak butuh ICU.

&quot;Kelompok yang tidak butuh ICU ada 13 pasien, kelompok yang butuh ICU 12 pasien,&quot; kata Theryoto di RSPP, Sabtu (4/4/2023).

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wNC8xLzE2Mzc0NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Ia menjelaskan, klasifikasi tersebut ditujukan untuk pemagangan dari masing-masing kelompok. Menurutnya, untuk kelompok yang butuh ICU memerlukan alat bantu.

&quot;Untuk kelompok ruang ICU itu mereka butuh alat bantu untuk misalnya luka bakar, ada pemasangan ventilator atau operasi untuk membuat jalan nafas dan lain-lain,&quot; paparnya.
Kemudian, dari 26 pasien yang dirujuk ke RSPP, terdapat satu korban yang tidak terselamatkan nyawanya. Korban tersebut menurut Theryoto, meninggal pada siang hari ini.

&quot;Karena luka bakar yang cukup luas, hampir mendekati 100 persen, (satu) tidak tertolong,&quot; ucapnya.

Dengan begitu, saat ini RSPP merawat 25 korban kebakaran TBBM Plumpang.</content:encoded></item></channel></rss>
