<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Longsor di Natuna, BNPB Sebut Kemungkinan Dipicu Banjir yang Terus-menerus</title><description>Sebetulnya penumpukan awan hujan di Natuna sudah terjadi sejak 28 Februari 2023 silam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/06/340/2776438/longsor-di-natuna-bnpb-sebut-kemungkinan-dipicu-banjir-yang-terus-menerus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/06/340/2776438/longsor-di-natuna-bnpb-sebut-kemungkinan-dipicu-banjir-yang-terus-menerus"/><item><title>Longsor di Natuna, BNPB Sebut Kemungkinan Dipicu Banjir yang Terus-menerus</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/06/340/2776438/longsor-di-natuna-bnpb-sebut-kemungkinan-dipicu-banjir-yang-terus-menerus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/06/340/2776438/longsor-di-natuna-bnpb-sebut-kemungkinan-dipicu-banjir-yang-terus-menerus</guid><pubDate>Senin 06 Maret 2023 19:34 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/06/340/2776438/longsor-di-natuna-bnpb-sebut-kemungkinan-dipicu-banjir-yang-terus-menerus-c3Mipsegqb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Longsor di Natuna (Foto: Alfie Al Rasyid)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/06/340/2776438/longsor-di-natuna-bnpb-sebut-kemungkinan-dipicu-banjir-yang-terus-menerus-c3Mipsegqb.jpg</image><title>Longsor di Natuna (Foto: Alfie Al Rasyid)</title></images><description>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan pemicu longsor di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau dimungkinkan karena banjir yang tidak berhenti. Bencana tersebut diketahui menelan korban jiwa.
Plt. Kepala Pusat Data dan Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, sebetulnya penumpukan awan hujan di Natuna sudah terjadi sejak 28 Februari 2023 silam.
&quot;Ada fokus penumpukan awan hujan itu yang menyebabkan laporan yang kita terima banjir di Natuna itu sudah dimulai sejak akhir Februari,&quot; kata Abdul Muhari dalam tayangan YouTube BNPB Indonesia bertajuk Disaster Briefing: Waspada Akhir Periode Musim Hujan, Senin (6/3/2023).

BACA JUGA:
Longsor Terjang 2 Desa, Bupati Natuna: Sekitar 50 Orang Meninggal

Banjir di Natuna, kata Muhari, tak kunjung berhenti dan memiliki intensitas hujan yang sama dari hari ke hari. Banjir menyebabkan saturasi air lantaran tanah yang berpori sehingga vegetasi yang ada tidak kuat untuk mengikat tanah.
&quot;Mungkin (vegetasi) ada tetapi tidak mampu menahan debit air yang cukup banyak sehingga dia longsor,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
Longsor di Natuna Tewaskan 50 Orang saat Warga Sedang Bersihkan Puing Akibat Bencana Sebelumnya
Muhari menambahkan, kondisi semacam ini harus menjadi perhatian bagi daerah lainnya. Sehingga, jika ada penumpukan awan daerah harus menyatakan bersiaga darurat untuk membimbing masyarakat agar mengungsi.&amp;nbsp;
&quot;Jadi ini memang harus jadi warning juga, kalau ada kondisi seperti ini yang mungkin dua hari sampai tiga hari fokus dari awan hujan tetap tidak berpindah mungkin ini sudah harus jadi daerah bersiaga darurat atau sudah bersiap masyarakat yang di daerah aliran sungai mengunsi terlebih dahulu sementara,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan pemicu longsor di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau dimungkinkan karena banjir yang tidak berhenti. Bencana tersebut diketahui menelan korban jiwa.
Plt. Kepala Pusat Data dan Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, sebetulnya penumpukan awan hujan di Natuna sudah terjadi sejak 28 Februari 2023 silam.
&quot;Ada fokus penumpukan awan hujan itu yang menyebabkan laporan yang kita terima banjir di Natuna itu sudah dimulai sejak akhir Februari,&quot; kata Abdul Muhari dalam tayangan YouTube BNPB Indonesia bertajuk Disaster Briefing: Waspada Akhir Periode Musim Hujan, Senin (6/3/2023).

BACA JUGA:
Longsor Terjang 2 Desa, Bupati Natuna: Sekitar 50 Orang Meninggal

Banjir di Natuna, kata Muhari, tak kunjung berhenti dan memiliki intensitas hujan yang sama dari hari ke hari. Banjir menyebabkan saturasi air lantaran tanah yang berpori sehingga vegetasi yang ada tidak kuat untuk mengikat tanah.
&quot;Mungkin (vegetasi) ada tetapi tidak mampu menahan debit air yang cukup banyak sehingga dia longsor,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
Longsor di Natuna Tewaskan 50 Orang saat Warga Sedang Bersihkan Puing Akibat Bencana Sebelumnya
Muhari menambahkan, kondisi semacam ini harus menjadi perhatian bagi daerah lainnya. Sehingga, jika ada penumpukan awan daerah harus menyatakan bersiaga darurat untuk membimbing masyarakat agar mengungsi.&amp;nbsp;
&quot;Jadi ini memang harus jadi warning juga, kalau ada kondisi seperti ini yang mungkin dua hari sampai tiga hari fokus dari awan hujan tetap tidak berpindah mungkin ini sudah harus jadi daerah bersiaga darurat atau sudah bersiap masyarakat yang di daerah aliran sungai mengunsi terlebih dahulu sementara,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
