<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>11 Korban Tewas Longsor Natuna Berhasil Dievakuasi, 6 di Antaranya Teridentifikasi   </title><description>&amp;nbsp;
Dari data BNPB, jumlah korban tewas yang berhasil dievakuasi hingga pukul 17.00 WIB, sore tadi, berjumlah 11 orang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/07/337/2777182/11-korban-tewas-longsor-natuna-berhasil-dievakuasi-6-di-antaranya-teridentifikasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/07/337/2777182/11-korban-tewas-longsor-natuna-berhasil-dievakuasi-6-di-antaranya-teridentifikasi"/><item><title>11 Korban Tewas Longsor Natuna Berhasil Dievakuasi, 6 di Antaranya Teridentifikasi   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/07/337/2777182/11-korban-tewas-longsor-natuna-berhasil-dievakuasi-6-di-antaranya-teridentifikasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/07/337/2777182/11-korban-tewas-longsor-natuna-berhasil-dievakuasi-6-di-antaranya-teridentifikasi</guid><pubDate>Selasa 07 Maret 2023 23:01 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/07/337/2777182/11-korban-tewas-longsor-natuna-berhasil-dievakuasi-6-di-antaranya-teridentifikasi-eMrJeLIKV7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Longsor Natuna/Foto: Alfie</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/07/337/2777182/11-korban-tewas-longsor-natuna-berhasil-dievakuasi-6-di-antaranya-teridentifikasi-eMrJeLIKV7.jpg</image><title>Longsor Natuna/Foto: Alfie</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wNy8xLzE2MzkwOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengupdate jumlah korban tewas akibat longsor di Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Dari data BNPB, jumlah korban tewas yang berhasil dievakuasi hingga pukul 17.00 WIB, sore tadi, berjumlah 11 orang. Dari jumlah tersebut, enam korban telah teridentifikasi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Ringankan Beban Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Partai Perindo Berikan Sembako
&quot;Yang meninggal bertambah jadi 11 orang. Enam orang sudah teridentifikasi,&quot; kata Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto melalui keterangan resmi BNPB, Selasa (7/3/2023).

Sementara itu, sambung Suharyanto, pihaknya juga mendapat laporan bahwa masih ada 47 orang yang dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian dan evakuasi terhadap korban yang masih hilang. Sedangkan, terdapat lima korban luka berat dan tiga luka sedang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Ini Identitas ke-47 Korban Longsor Natuna yang Belum Ditemukan
&quot;Selain itu data pengungsian ada sebanyak 1.216 yang tersebar di empat titik,&quot; tambahnya.

Suharyanto beserta rombongan telah tiba di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, untuk memantau kondisi evakuasi dan pencarian korban longsor, sejak sore tadi. Namun demikian, Suharyanto dan rombongan belum dapat menuju ke Kecamatan Serasan, lokasi terjadinya longsor.


Sebab, cuaca di Kabupaten Natuna dilaporkan mendung berawan dengan angin cukup kencang. Menurut otoritas Lanud Raden Sadjad Ranai, cuaca seperti itu tidak memungkinkan apabila harus meneruskan perjalanan menuju Serasan, baik melalui udara maupun jalur laut.


&quot;Atas pertimbangan cuaca maka kami memutuskan untuk menunda dulu perjalanan sampai situasi dan kondisi memungkinkan, sambil berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dan menunggu dua unit heli yang akan mendarat malam ini,&quot; kata Suharyanto.


Sekadar informasi, bencana alam tanah longsor melanda Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, pada Senin, 6 Maret 2023, sekira pukul 11.15 waktu setempat atau WIB. Satu desa dikabarkan tertimbun longsor.


</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wNy8xLzE2MzkwOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengupdate jumlah korban tewas akibat longsor di Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Dari data BNPB, jumlah korban tewas yang berhasil dievakuasi hingga pukul 17.00 WIB, sore tadi, berjumlah 11 orang. Dari jumlah tersebut, enam korban telah teridentifikasi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Ringankan Beban Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Partai Perindo Berikan Sembako
&quot;Yang meninggal bertambah jadi 11 orang. Enam orang sudah teridentifikasi,&quot; kata Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto melalui keterangan resmi BNPB, Selasa (7/3/2023).

Sementara itu, sambung Suharyanto, pihaknya juga mendapat laporan bahwa masih ada 47 orang yang dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian dan evakuasi terhadap korban yang masih hilang. Sedangkan, terdapat lima korban luka berat dan tiga luka sedang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Ini Identitas ke-47 Korban Longsor Natuna yang Belum Ditemukan
&quot;Selain itu data pengungsian ada sebanyak 1.216 yang tersebar di empat titik,&quot; tambahnya.

Suharyanto beserta rombongan telah tiba di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, untuk memantau kondisi evakuasi dan pencarian korban longsor, sejak sore tadi. Namun demikian, Suharyanto dan rombongan belum dapat menuju ke Kecamatan Serasan, lokasi terjadinya longsor.


Sebab, cuaca di Kabupaten Natuna dilaporkan mendung berawan dengan angin cukup kencang. Menurut otoritas Lanud Raden Sadjad Ranai, cuaca seperti itu tidak memungkinkan apabila harus meneruskan perjalanan menuju Serasan, baik melalui udara maupun jalur laut.


&quot;Atas pertimbangan cuaca maka kami memutuskan untuk menunda dulu perjalanan sampai situasi dan kondisi memungkinkan, sambil berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dan menunggu dua unit heli yang akan mendarat malam ini,&quot; kata Suharyanto.


Sekadar informasi, bencana alam tanah longsor melanda Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, pada Senin, 6 Maret 2023, sekira pukul 11.15 waktu setempat atau WIB. Satu desa dikabarkan tertimbun longsor.


</content:encoded></item></channel></rss>
