<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Longsor Natuna, 35 Warga Masih Dinyatakan Hilang</title><description>Sebanyak 35 warga masih dinyatakan hilang usai longsor di Natuna.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/08/340/2777829/longsor-natuna-35-warga-masih-dinyatakan-hilang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/08/340/2777829/longsor-natuna-35-warga-masih-dinyatakan-hilang"/><item><title>Longsor Natuna, 35 Warga Masih Dinyatakan Hilang</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/08/340/2777829/longsor-natuna-35-warga-masih-dinyatakan-hilang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/08/340/2777829/longsor-natuna-35-warga-masih-dinyatakan-hilang</guid><pubDate>Rabu 08 Maret 2023 22:33 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/08/340/2777829/longsor-natuna-35-warga-masih-dinyatakan-hilang-0wB40pxtDS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Longsor Natuna. (BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/08/340/2777829/longsor-natuna-35-warga-masih-dinyatakan-hilang-0wB40pxtDS.jpg</image><title>Longsor Natuna. (BNPB)</title></images><description>

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wOC8xLzE2Mzk4Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


NATUNA - Sebanyak 35 warga masih dinyatakan hilang usai terjadinya longsor di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pada Senin (6/3) hingga hari ini Rabu (8/3/2023). Para korban hilang diduga masih tertimbun material longsoran dengan kedalaman hingga empat meter.


Dalam kunjungan lapangan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memastikan tim gabungan  dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri dan relawan terus melakukan upaya pencarian, pertolongan dan evakuasi. Suharyanto meminta hal itu diprioritaskan hingga batas yang ditentukan pada masa tanggap darurat.


&amp;ldquo;Bagi 35 warga yang masih dinyatakan hilang ini kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk ditemukan,&amp;rdquo; ujar Suharyanto dalam keterangannya, Rabu.


Ia memastikan, personel tim satgas gabungan akan ditambah, mengingat medan cakupan yang terdampak tanah longsor cukup luas dan memerlukan lebih banyak lagi anggota. Di samping itu BNPB dan Basarnas serta Brimob akan mengupayakan anjing pelacak agar proses pencarian, pertolongan dan evakuasi dapat lebih maksimal.


&amp;ldquo;Basarnas, TNI, Polri ini bekerja terus-menerus. Bahkan unsur TNI, Polri ini ditambah terus. Ratusan personel Brimob ditambah anjing pelacak untuk membantu pasukan yang sudah ada,&amp;rdquo; kata Suharyanto.



BACA JUGA:
45 Orang Masih Hilang Akibat Longsor di Natuna, TNI-Polri Kerahkan Anjing Pelacak&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Menurut Suharyanto, kendala utama dalam proses pencarian, pertolongan dan evakuasi juga berasal dari faktor cuaca. Dalam kurun waktu sepekan terakhir, kondisi cuaca di Pulau Serasan selalu turun hujan hampir sepanjang hari dengan intensitas ringan hingga tinggi.


BACA JUGA:
Polri Sebut 13 Orang Meninggal Akibat Longsor di Natuna, Berikut yang Teridentifikasi


Kondisi tersebut tentunya tidak memungkinkan untuk dilakukan proses pencarian sehingga harus dihentikan sementara. &amp;ldquo;Tetapi karena terkendala cuaca, hujan terus ini kadang-kadang dihentikan,&amp;rdquo; kata Suharyanto.


</description><content:encoded>

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wOC8xLzE2Mzk4Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


NATUNA - Sebanyak 35 warga masih dinyatakan hilang usai terjadinya longsor di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pada Senin (6/3) hingga hari ini Rabu (8/3/2023). Para korban hilang diduga masih tertimbun material longsoran dengan kedalaman hingga empat meter.


Dalam kunjungan lapangan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memastikan tim gabungan  dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri dan relawan terus melakukan upaya pencarian, pertolongan dan evakuasi. Suharyanto meminta hal itu diprioritaskan hingga batas yang ditentukan pada masa tanggap darurat.


&amp;ldquo;Bagi 35 warga yang masih dinyatakan hilang ini kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk ditemukan,&amp;rdquo; ujar Suharyanto dalam keterangannya, Rabu.


Ia memastikan, personel tim satgas gabungan akan ditambah, mengingat medan cakupan yang terdampak tanah longsor cukup luas dan memerlukan lebih banyak lagi anggota. Di samping itu BNPB dan Basarnas serta Brimob akan mengupayakan anjing pelacak agar proses pencarian, pertolongan dan evakuasi dapat lebih maksimal.


&amp;ldquo;Basarnas, TNI, Polri ini bekerja terus-menerus. Bahkan unsur TNI, Polri ini ditambah terus. Ratusan personel Brimob ditambah anjing pelacak untuk membantu pasukan yang sudah ada,&amp;rdquo; kata Suharyanto.



BACA JUGA:
45 Orang Masih Hilang Akibat Longsor di Natuna, TNI-Polri Kerahkan Anjing Pelacak&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Menurut Suharyanto, kendala utama dalam proses pencarian, pertolongan dan evakuasi juga berasal dari faktor cuaca. Dalam kurun waktu sepekan terakhir, kondisi cuaca di Pulau Serasan selalu turun hujan hampir sepanjang hari dengan intensitas ringan hingga tinggi.


BACA JUGA:
Polri Sebut 13 Orang Meninggal Akibat Longsor di Natuna, Berikut yang Teridentifikasi


Kondisi tersebut tentunya tidak memungkinkan untuk dilakukan proses pencarian sehingga harus dihentikan sementara. &amp;ldquo;Tetapi karena terkendala cuaca, hujan terus ini kadang-kadang dihentikan,&amp;rdquo; kata Suharyanto.


</content:encoded></item></channel></rss>
