<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jadi Dalang Wayang dan Suka Menari Jadi Hobi Hayam Wuruk Sebelum Bertahta di Majapahit</title><description>Sosoknya merupakan anak dari Tribhuwana Tunggadewi yang menjadi raja perempuan pertama di Kerajaan Majapahit.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/09/337/2777877/jadi-dalang-wayang-dan-suka-menari-jadi-hobi-hayam-wuruk-sebelum-bertahta-di-majapahit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/09/337/2777877/jadi-dalang-wayang-dan-suka-menari-jadi-hobi-hayam-wuruk-sebelum-bertahta-di-majapahit"/><item><title>Jadi Dalang Wayang dan Suka Menari Jadi Hobi Hayam Wuruk Sebelum Bertahta di Majapahit</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/09/337/2777877/jadi-dalang-wayang-dan-suka-menari-jadi-hobi-hayam-wuruk-sebelum-bertahta-di-majapahit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/09/337/2777877/jadi-dalang-wayang-dan-suka-menari-jadi-hobi-hayam-wuruk-sebelum-bertahta-di-majapahit</guid><pubDate>Kamis 09 Maret 2023 05:19 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/09/337/2777877/jadi-dalang-wayang-dan-suka-menari-jadi-hobi-hayam-wuruk-sebelum-bertahta-di-majapahit-IlP2K3HbvT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hayam Wuruk (Foto: Dok Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/09/337/2777877/jadi-dalang-wayang-dan-suka-menari-jadi-hobi-hayam-wuruk-sebelum-bertahta-di-majapahit-IlP2K3HbvT.jpg</image><title>Hayam Wuruk (Foto: Dok Istimewa)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wOC8xLzE2Mzk5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Hayam Wuruk konon menjadi raja muda di Kerajaan Majapahit. Sebelum menjadi raja, Hayam Wuruk remaja menyukai seni dalang dan wayang. Sosoknya merupakan anak dari Tribhuwana Tunggadewi yang menjadi raja perempuan pertama di Kerajaan Majapahit.
Semasa berkuasa, Pararaton menyatakan bahwa Sri Hayam Wuruk juga bernama Raden Tetep. Prof. Slamet Muljana dalam &quot;Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit&quot;, gelarnya kalau menjadi dalang ialah Tirtaraju.
Hayam Wuruk juga sering memainkan seni tari. Jika menari, memainkan peran wanita, sebagai Pager Antimun; kalau jadi pelawak dalam wayang, mengambil peran Gagak Katawang. Sebagai pemeluk agama Siwa dikenal sebagai Janeswara.
Setelah dinobatkan sebagai raja, mengambil nama abhiseka Sri Rajasanagara. Sebagai raja juga disebut Hyang Wekasing Suka. Gelar atau nama tambahan itu dengan sendirinya tidak pernah tercantum dalam prasasti.
Hanya gelar Hyang Wekasing Suka' pernah satu kali disebut pada suatu prasasti yang diperbarui oleh Sri Wikramawardhana sepeninggal Sri Rajasanagara. Yang biasa tercantum pada prasasti ialah garbhopatinya Dyah Hayam Wuruk, nama abhisekanya Sri Rajasanagara atau gabungan nama garbhopati dengan nama abhisekanya.Telah disinggung di muka bahwa Dyah Hayam Wuruk telah dinobatkan sebagai yuwaraja di Kahuripan waktu masih kanak- kanak dan diberi nama abhiseka Sri Rajasanagara. Baru setelah mencapai masa usia dewasa 16 atau 17 tahun akhirnya Hayam Wuruk dinobatkan sebagai raja di Majapahit, menggantikan ibunya.
Ketika Hayam Wuruk dinobatkan sebagai raja, ia tidak hanya mewaris tahta dan wilayah kerajaan, tetapi juga alat-alat pemerintahan. Sang panca ri Wilwatikta tetap dipimpin oleh Patih Gajah Mada, pencetus dan pelaksana program politik nusantara, sehingga Mpu Mada dapat meneruskan pelaksanaan program politiknya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wOC8xLzE2Mzk5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Hayam Wuruk konon menjadi raja muda di Kerajaan Majapahit. Sebelum menjadi raja, Hayam Wuruk remaja menyukai seni dalang dan wayang. Sosoknya merupakan anak dari Tribhuwana Tunggadewi yang menjadi raja perempuan pertama di Kerajaan Majapahit.
Semasa berkuasa, Pararaton menyatakan bahwa Sri Hayam Wuruk juga bernama Raden Tetep. Prof. Slamet Muljana dalam &quot;Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit&quot;, gelarnya kalau menjadi dalang ialah Tirtaraju.
Hayam Wuruk juga sering memainkan seni tari. Jika menari, memainkan peran wanita, sebagai Pager Antimun; kalau jadi pelawak dalam wayang, mengambil peran Gagak Katawang. Sebagai pemeluk agama Siwa dikenal sebagai Janeswara.
Setelah dinobatkan sebagai raja, mengambil nama abhiseka Sri Rajasanagara. Sebagai raja juga disebut Hyang Wekasing Suka. Gelar atau nama tambahan itu dengan sendirinya tidak pernah tercantum dalam prasasti.
Hanya gelar Hyang Wekasing Suka' pernah satu kali disebut pada suatu prasasti yang diperbarui oleh Sri Wikramawardhana sepeninggal Sri Rajasanagara. Yang biasa tercantum pada prasasti ialah garbhopatinya Dyah Hayam Wuruk, nama abhisekanya Sri Rajasanagara atau gabungan nama garbhopati dengan nama abhisekanya.Telah disinggung di muka bahwa Dyah Hayam Wuruk telah dinobatkan sebagai yuwaraja di Kahuripan waktu masih kanak- kanak dan diberi nama abhiseka Sri Rajasanagara. Baru setelah mencapai masa usia dewasa 16 atau 17 tahun akhirnya Hayam Wuruk dinobatkan sebagai raja di Majapahit, menggantikan ibunya.
Ketika Hayam Wuruk dinobatkan sebagai raja, ia tidak hanya mewaris tahta dan wilayah kerajaan, tetapi juga alat-alat pemerintahan. Sang panca ri Wilwatikta tetap dipimpin oleh Patih Gajah Mada, pencetus dan pelaksana program politik nusantara, sehingga Mpu Mada dapat meneruskan pelaksanaan program politiknya.</content:encoded></item></channel></rss>
