<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Longsor Natuna, 100 KK Bakal Direlokasi</title><description>Pasca-longsor Natuna, sebanyak 100 KK bakal direlokasi.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/09/337/2777905/longsor-natuna-100-kk-bakal-direlokasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/09/337/2777905/longsor-natuna-100-kk-bakal-direlokasi"/><item><title>Longsor Natuna, 100 KK Bakal Direlokasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/09/337/2777905/longsor-natuna-100-kk-bakal-direlokasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/09/337/2777905/longsor-natuna-100-kk-bakal-direlokasi</guid><pubDate>Kamis 09 Maret 2023 06:47 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/09/337/2777905/longsor-natuna-100-kk-bakal-direlokasi-euQ1ePHdEC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Longsor Natuna. (BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/09/337/2777905/longsor-natuna-100-kk-bakal-direlokasi-euQ1ePHdEC.jpg</image><title>Longsor Natuna. (BNPB)</title></images><description>

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wOC8xLzE2Mzk4Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendukung upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna yang akan merelokasi kurang lebih 100 kepala keluarga di sekitar kawasan terdampak longsor di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Ini sebagai bentuk upaya mengurangi dampak risiko bencana tanah longsor, seperti yang terjadi pada 6 Maret 2023.

Hal itu dikatakan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto usai menggelar rapat koordinasi bersama Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad dan Bupati Natuna, Wan Siswandi di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Serasan, yang juga menjadi Posko Tanggap Darurat Penanganan Bencana Tanah Longsor Natuna.

&amp;ldquo;Akan memindahkan 100 kepala keluarga di tempat yang baru,&amp;rdquo; ujar Suharyanto dalam keterangannya, Kamis (9/3/2023).

Menurutnya, Pemkab Natuna telah menyiapkan lahan yang akan menjadi lokasi relokasi. Tentunya, pihak BNPB akan melakukan koordinasi dengan beberapa kementerian dan lembaga seperti PUPR terkait pembangunannya.

&amp;ldquo;Tanahnya sudah ada. Kami sedang proses koordinasi nanti dengan Kementerian PUPR,&amp;rdquo; ucap Suharyanto.


BACA JUGA:
Longsor Natuna, 35 Warga Masih Dinyatakan Hilang


Ia memastikan, pembangunan rumah relokasi warga terdampak tanah longsor Natuna akan dikerjakan sepenuhnya oleh Kementerian PUPR dengan pembiayaan dari BNPB. Program relokasi ini akan dilakukan setelah memasuki masa rehabilitasi dan rekonstruksi.



BACA JUGA:
Ini Identitas Korban Longsor Natuna, 33 Warga Masih Dicari


&amp;ldquo;Biasanya kalau terjadi bencana di tempat lain, untuk relokasi yang membangun rumah ini dilakukan PUPR tentu saja bekerja sama dengan BNPB terkait penganggaran,&amp;rdquo; kata Suharyanto.


Guna mempercepat proses relokasi tersebut, Suharyanto meminta Pemkab Natuna untuk melakukan pendataan. Sehingga apabila telah memasuki masa rehabilitasi dan rekonstruksi, proses pembangunan dapat segera dimulai.



Relokasi dilakukan setelah lebih dari 27 rumah lenyap bak &amp;lsquo;ditelan&amp;rsquo; tanah longsor di Kampung Genteng, Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna pada Senin (6/3). Tanah longsor itu telah menyebabkan 35 orang hilang, 15 meninggal dunia dan sebanyak 1.300 jiwa mengungsi.



Penyebabnya, tingginya curah hujan, kondisi tanah yang labil, dan area perbukitan dengan kemiringan yang curam menjadi beberapa faktor pemicu terjadinya bencana tanah longsor tersebut.

</description><content:encoded>

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wOC8xLzE2Mzk4Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendukung upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna yang akan merelokasi kurang lebih 100 kepala keluarga di sekitar kawasan terdampak longsor di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Ini sebagai bentuk upaya mengurangi dampak risiko bencana tanah longsor, seperti yang terjadi pada 6 Maret 2023.

Hal itu dikatakan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto usai menggelar rapat koordinasi bersama Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad dan Bupati Natuna, Wan Siswandi di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Serasan, yang juga menjadi Posko Tanggap Darurat Penanganan Bencana Tanah Longsor Natuna.

&amp;ldquo;Akan memindahkan 100 kepala keluarga di tempat yang baru,&amp;rdquo; ujar Suharyanto dalam keterangannya, Kamis (9/3/2023).

Menurutnya, Pemkab Natuna telah menyiapkan lahan yang akan menjadi lokasi relokasi. Tentunya, pihak BNPB akan melakukan koordinasi dengan beberapa kementerian dan lembaga seperti PUPR terkait pembangunannya.

&amp;ldquo;Tanahnya sudah ada. Kami sedang proses koordinasi nanti dengan Kementerian PUPR,&amp;rdquo; ucap Suharyanto.


BACA JUGA:
Longsor Natuna, 35 Warga Masih Dinyatakan Hilang


Ia memastikan, pembangunan rumah relokasi warga terdampak tanah longsor Natuna akan dikerjakan sepenuhnya oleh Kementerian PUPR dengan pembiayaan dari BNPB. Program relokasi ini akan dilakukan setelah memasuki masa rehabilitasi dan rekonstruksi.



BACA JUGA:
Ini Identitas Korban Longsor Natuna, 33 Warga Masih Dicari


&amp;ldquo;Biasanya kalau terjadi bencana di tempat lain, untuk relokasi yang membangun rumah ini dilakukan PUPR tentu saja bekerja sama dengan BNPB terkait penganggaran,&amp;rdquo; kata Suharyanto.


Guna mempercepat proses relokasi tersebut, Suharyanto meminta Pemkab Natuna untuk melakukan pendataan. Sehingga apabila telah memasuki masa rehabilitasi dan rekonstruksi, proses pembangunan dapat segera dimulai.



Relokasi dilakukan setelah lebih dari 27 rumah lenyap bak &amp;lsquo;ditelan&amp;rsquo; tanah longsor di Kampung Genteng, Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna pada Senin (6/3). Tanah longsor itu telah menyebabkan 35 orang hilang, 15 meninggal dunia dan sebanyak 1.300 jiwa mengungsi.



Penyebabnya, tingginya curah hujan, kondisi tanah yang labil, dan area perbukitan dengan kemiringan yang curam menjadi beberapa faktor pemicu terjadinya bencana tanah longsor tersebut.

</content:encoded></item></channel></rss>
