<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Ketika Presiden Pergi ke Tukang Cukur Selalu Ditanya Suksesi</title><description>Salah satunya adalah cuplikan humor atau anekdot Gus Dur yang diambil dari NU Online.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/10/337/2778233/humor-gus-dur-ketika-presiden-pergi-ke-tukang-cukur-selalu-ditanya-suksesi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/10/337/2778233/humor-gus-dur-ketika-presiden-pergi-ke-tukang-cukur-selalu-ditanya-suksesi"/><item><title>Humor Gus Dur: Ketika Presiden Pergi ke Tukang Cukur Selalu Ditanya Suksesi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/10/337/2778233/humor-gus-dur-ketika-presiden-pergi-ke-tukang-cukur-selalu-ditanya-suksesi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/10/337/2778233/humor-gus-dur-ketika-presiden-pergi-ke-tukang-cukur-selalu-ditanya-suksesi</guid><pubDate>Jum'at 10 Maret 2023 05:00 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/09/337/2778233/humor-gus-dur-ketika-presiden-pergi-ke-tukang-cukur-selalu-ditanya-suksesi-cVzKYev4mx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/09/337/2778233/humor-gus-dur-ketika-presiden-pergi-ke-tukang-cukur-selalu-ditanya-suksesi-cVzKYev4mx.jpg</image><title>Ilustrasi Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: Istimewa/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur diketahui kerap melontarkan lelucon atau humor. Humor ini bisa membuat orang tertawa terbahak-bahak sekaligus meedakan ketegangan politik pada kala itu.
Salah satunya adalah cuplikan humor atau anekdot Gus Dur yang diambil dari NU Online.
Alkisah, Gus Dur menceritakan seorang pemimpin yang setiap tiga bulan sekali pergi ke tukang cukur langganannya. Hal ini diungkapkan Gus Dur dalam ceramah di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, pada September 1992.


BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Kisah Persahabatan Unik antara Gus Dur dan Romo Mangun

Gus Dur berkisah setiap pemimpin itu mencukur rambut, si tukang cukur selalu bertanya tentang suksesi.


BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Pergelaran Otak Sedunia, Ternyata Otak Orang Indonesia Lebih Tinggi Ketimbang Negara Lain

&amp;ldquo;Bagaimana pak suksesi, sudah ada penggantinya?&amp;rdquo; tanya tukang cukur.


&amp;rdquo;Belum,&amp;rdquo; jawab pemimpin itu lalu bicara soal lain.

Tiga bulan kemudian pemimpin itu cukur lagi.

&amp;ldquo;Bagaimana suksesi, sudah ada penggantinya pak?&amp;rdquo; tanya tukang cukur.
&quot;Belum,&amp;rdquo; jawab pemimpin itu dan berlanjut bicara topik lain.

Tiga bulan berikutnya terjadi dialog antara pemimpin dan tukang cukur.



&amp;ldquo;Bagaimana suksesi, sudah ada penggantinya belum?&amp;rdquo; tanya tukang cukur.



&amp;ldquo;Kamu ini bagaimana sih selalu tanya soal pengganti saya. Kamu tidak suka dengan saya tetap menjadi pemimpin ya?&amp;rdquo; jawab sang pemimpin dengan nada tinggi.



Dengan tenang tukang cukur itu pun menjawab.



&amp;ldquo;Bukan begitu pak, kalau saya tanya bapak sudah ada penggantinya atau belum, bulu kuduk bapak berdiri. Jadi saya gampang motongnya,&amp;rdquo; jawabnya.

.

</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur diketahui kerap melontarkan lelucon atau humor. Humor ini bisa membuat orang tertawa terbahak-bahak sekaligus meedakan ketegangan politik pada kala itu.
Salah satunya adalah cuplikan humor atau anekdot Gus Dur yang diambil dari NU Online.
Alkisah, Gus Dur menceritakan seorang pemimpin yang setiap tiga bulan sekali pergi ke tukang cukur langganannya. Hal ini diungkapkan Gus Dur dalam ceramah di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, pada September 1992.


BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Kisah Persahabatan Unik antara Gus Dur dan Romo Mangun

Gus Dur berkisah setiap pemimpin itu mencukur rambut, si tukang cukur selalu bertanya tentang suksesi.


BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Pergelaran Otak Sedunia, Ternyata Otak Orang Indonesia Lebih Tinggi Ketimbang Negara Lain

&amp;ldquo;Bagaimana pak suksesi, sudah ada penggantinya?&amp;rdquo; tanya tukang cukur.


&amp;rdquo;Belum,&amp;rdquo; jawab pemimpin itu lalu bicara soal lain.

Tiga bulan kemudian pemimpin itu cukur lagi.

&amp;ldquo;Bagaimana suksesi, sudah ada penggantinya pak?&amp;rdquo; tanya tukang cukur.
&quot;Belum,&amp;rdquo; jawab pemimpin itu dan berlanjut bicara topik lain.

Tiga bulan berikutnya terjadi dialog antara pemimpin dan tukang cukur.



&amp;ldquo;Bagaimana suksesi, sudah ada penggantinya belum?&amp;rdquo; tanya tukang cukur.



&amp;ldquo;Kamu ini bagaimana sih selalu tanya soal pengganti saya. Kamu tidak suka dengan saya tetap menjadi pemimpin ya?&amp;rdquo; jawab sang pemimpin dengan nada tinggi.



Dengan tenang tukang cukur itu pun menjawab.



&amp;ldquo;Bukan begitu pak, kalau saya tanya bapak sudah ada penggantinya atau belum, bulu kuduk bapak berdiri. Jadi saya gampang motongnya,&amp;rdquo; jawabnya.

.

</content:encoded></item></channel></rss>
