<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korupsi BAKTI Kominfo, Kejagung Kembali Periksa Menkominfo Johnny G Plate Pekan Depan</title><description>Johnny G Plate pernah menjalani pemeriksaan di Kejagung terkait dengan perkara korupsi tersebut pada 14 Februari 2023.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/10/337/2778610/korupsi-bakti-kominfo-kejagung-kembali-periksa-menkominfo-johnny-g-plate-pekan-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/10/337/2778610/korupsi-bakti-kominfo-kejagung-kembali-periksa-menkominfo-johnny-g-plate-pekan-depan"/><item><title>Korupsi BAKTI Kominfo, Kejagung Kembali Periksa Menkominfo Johnny G Plate Pekan Depan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/10/337/2778610/korupsi-bakti-kominfo-kejagung-kembali-periksa-menkominfo-johnny-g-plate-pekan-depan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/10/337/2778610/korupsi-bakti-kominfo-kejagung-kembali-periksa-menkominfo-johnny-g-plate-pekan-depan</guid><pubDate>Jum'at 10 Maret 2023 08:30 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/10/337/2778610/korupsi-bakti-kominfo-kejagung-kembali-periksa-menkominfo-johnny-g-plate-pekan-depan-Kd7AofIVhX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkominfo Johnny G Plate (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/10/337/2778610/korupsi-bakti-kominfo-kejagung-kembali-periksa-menkominfo-johnny-g-plate-pekan-depan-Kd7AofIVhX.jpg</image><title>Menkominfo Johnny G Plate (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC8xLzE2MjY2NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) bakal kembali memeriksa Menkominfo Johnny G Plate sebagai saksi kasus dugaan korupsi penyediaan menara base transceiver station (BTS) 4G dan infrastuktur pendukung 2,3,4 dan 5 Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Rencananya, pemeriksaan akan dilakukan pada pekan depan.

Dalam perkara ini, Johnny G Plate sebelumnya pernah menjalani pemeriksaan di Kejagung terkait dengan perkara korupsi tersebut pada, 14 Februari 2023 lalu. Rencananya, Plate kembali diperiksa di hari, Rabu 15 Maret 2023 mendatang.

&quot;Ya benar,&quot; kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (10/3/2023).

BACA JUGA:
Hoax Pencatutan Nama Pejabat Dinas Kominfo Bojonegoro untuk Memenangkan Calon Pemilu

Kejagung, kata Ketut, pada hari ini telah resmi melayangkan surat pemanggilan pemeriksaan kepada Johnny G Plate. &quot;Hari ini sudah dilayangkan,&quot; ujar Ketut.

Kejagung telah menetapkan lima orang tersangka dalam perkara tersebut. Mereka adalah, AAL, GMS, YS, MA, dan IH. Tersangka AAL yaitu selaku Direktur Utama BAKTI Kemenkominfo mempunyai peran sengaja mengeluarkan peraturan yang diatur sedemikian rupa sehingga tidak terwujudnya persaingan usaha yang sehat serta kompetitif dalam pendapatkan harga penawaran.

BACA JUGA:
 Kejagung Periksa 6 Saksi Terkait Kasus BAKTI Kominfo&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Kemudian, tersangka GMS yaitu selaku Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia mempunyai peran memberikan masukan kepada AAL ke dalam Peraturan Direktur Utama. Hal tersebut dimaksudkan menguntungkan vendor dan konsorsium serta perusahaan yang bersangkutan.

Tersangka YS selaku Tenaga Ahli Human Development Universitas Indonesia tahun 2020 mempunyai peran membuat kajian teknis. Dalam membuat kajian teknis itu YS diduga memanfaatkan Lembaga Hudev UI. Tersangka Account Director of Integrated Account Departement PT Huawei Tech Investment, MA. Dia diduga melawan hukum melakukan permufakatan jahat dengan tersangka AAL.

Peran tersangka IH dalam perkara ini yaitu yang bersangkutan sebagai Komisaris PT Solitech Media Sinergy telah secara melawan hukum bersama-sama melakukan permufakatan jahat dengan Tersangka AAL untuk mengkondisikan pelaksanaan pengadaan BTS 4G pada BAKTI Kemenkominfo sedemikian rupa, sehingga mengarahkan ke penyedia tertentu yang menjadi pemenang dalam paket 1, 2, 3, 4 dan 5.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC8xLzE2MjY2NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) bakal kembali memeriksa Menkominfo Johnny G Plate sebagai saksi kasus dugaan korupsi penyediaan menara base transceiver station (BTS) 4G dan infrastuktur pendukung 2,3,4 dan 5 Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Rencananya, pemeriksaan akan dilakukan pada pekan depan.

Dalam perkara ini, Johnny G Plate sebelumnya pernah menjalani pemeriksaan di Kejagung terkait dengan perkara korupsi tersebut pada, 14 Februari 2023 lalu. Rencananya, Plate kembali diperiksa di hari, Rabu 15 Maret 2023 mendatang.

&quot;Ya benar,&quot; kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (10/3/2023).

BACA JUGA:
Hoax Pencatutan Nama Pejabat Dinas Kominfo Bojonegoro untuk Memenangkan Calon Pemilu

Kejagung, kata Ketut, pada hari ini telah resmi melayangkan surat pemanggilan pemeriksaan kepada Johnny G Plate. &quot;Hari ini sudah dilayangkan,&quot; ujar Ketut.

Kejagung telah menetapkan lima orang tersangka dalam perkara tersebut. Mereka adalah, AAL, GMS, YS, MA, dan IH. Tersangka AAL yaitu selaku Direktur Utama BAKTI Kemenkominfo mempunyai peran sengaja mengeluarkan peraturan yang diatur sedemikian rupa sehingga tidak terwujudnya persaingan usaha yang sehat serta kompetitif dalam pendapatkan harga penawaran.

BACA JUGA:
 Kejagung Periksa 6 Saksi Terkait Kasus BAKTI Kominfo&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Kemudian, tersangka GMS yaitu selaku Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia mempunyai peran memberikan masukan kepada AAL ke dalam Peraturan Direktur Utama. Hal tersebut dimaksudkan menguntungkan vendor dan konsorsium serta perusahaan yang bersangkutan.

Tersangka YS selaku Tenaga Ahli Human Development Universitas Indonesia tahun 2020 mempunyai peran membuat kajian teknis. Dalam membuat kajian teknis itu YS diduga memanfaatkan Lembaga Hudev UI. Tersangka Account Director of Integrated Account Departement PT Huawei Tech Investment, MA. Dia diduga melawan hukum melakukan permufakatan jahat dengan tersangka AAL.

Peran tersangka IH dalam perkara ini yaitu yang bersangkutan sebagai Komisaris PT Solitech Media Sinergy telah secara melawan hukum bersama-sama melakukan permufakatan jahat dengan Tersangka AAL untuk mengkondisikan pelaksanaan pengadaan BTS 4G pada BAKTI Kemenkominfo sedemikian rupa, sehingga mengarahkan ke penyedia tertentu yang menjadi pemenang dalam paket 1, 2, 3, 4 dan 5.</content:encoded></item></channel></rss>
