<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Akun WA Ustadz Yusuf Mansur Diretas! Awalnya Klik Undangan Diduga dari Wamenag</title><description>Ustadz Yusuf Mansur (UYM) mengaku akun WhatsApp-nya dibajak beberapa waktu lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/10/337/2778657/akun-wa-ustadz-yusuf-mansur-diretas-awalnya-klik-undangan-diduga-dari-wamenag</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/10/337/2778657/akun-wa-ustadz-yusuf-mansur-diretas-awalnya-klik-undangan-diduga-dari-wamenag"/><item><title>Akun WA Ustadz Yusuf Mansur Diretas! Awalnya Klik Undangan Diduga dari Wamenag</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/10/337/2778657/akun-wa-ustadz-yusuf-mansur-diretas-awalnya-klik-undangan-diduga-dari-wamenag</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/10/337/2778657/akun-wa-ustadz-yusuf-mansur-diretas-awalnya-klik-undangan-diduga-dari-wamenag</guid><pubDate>Jum'at 10 Maret 2023 10:08 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/10/337/2778657/akun-wa-ustadz-yusuf-mansur-diretas-awalnya-klik-undangan-diduga-dari-wamenag-tcDEOSTZFv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ustadz Yusuf Mansur (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/10/337/2778657/akun-wa-ustadz-yusuf-mansur-diretas-awalnya-klik-undangan-diduga-dari-wamenag-tcDEOSTZFv.jpg</image><title>Ustadz Yusuf Mansur (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Ustadz Yusuf Mansur (UYM) mengaku akun WhatsApp-nya dibajak beberapa waktu lalu. Ia kaget karena akun WhatsApp-nya tersebut dapat menjawab teleponnya.
&quot;Barusan banget-banget, hape saya dibajak wa nya. Saya lagi wa an, tetiba ilang. dan saya bel dari hape lain, ke nomor wa ini, eh ada yg jawab. wuah, horor. dan dia itu ngirim wa balik,&quot; ujar Yusuf Mansur lewat keterangan tertulis pada Jumat (10/3/2023).

BACA JUGA:
Polda Metro Pastikan Tak Ada Peretasan Data di Ditreskrimsus

Yusuf Mansur mengungkapkan, awal mulanya dirinya menerima undangan pernikahan yang diduga dari Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi. Tanpa merasa curiga, ia terima undangan dari orang nomor dua di Kementerian Agama itu.
&quot;Nah, saya terima undangan pernikahan, dari Wamenag, tapi emang aneh bahasanya. Saya klik itu emang dan saya bahkan konfirmasi ke wamenag, di nomor WA yang sama, bahwa kok undangannya enggak bisa dibuka. di sini, curiganya, hacking kejadiannya,&quot; katanya.
Hal semaca itu ternyata bukan kali pertama dialami Yusuf Mansur. Ia juga pernah mengklik sebuah tautan undangan serupa. &quot;Tapi saya enggak mikir itu penipuan. wong yang ngirim, seorang wakil menteri. dan saya anggap, ya udah. Gitu aja. Bukan penipuan. Ga ngeh. Saya pun sempet nanya, koq ga bisa dibuka,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Waspadai Soal Peretasan, Mahfud MD: Kita Harus Bangun Sistem yang Lebih Canggih&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Untung, akun WhatsApp Yusuf Mansur berhasil diselamatkan sang anak Wirda. Kemudian, handphone (HP)-nya juga sudah dipasang perangkat keamanan.



&quot;Alhamdulillaah bisa ditangani oleh umair dan wirda. Alhamdulillaah bisa langsung cepet balik, sebelum makan korban lebih banyak lagi,&quot; katanya.



Yusuf Mansur mengimbau masyarakat agar hati-hati terhadap penggunaan wifi publik karena rawan. Selain itu, jangan pernah mengklik tautan undangan atau file-file yang diduga berbahaya.



&quot;Selanjutnya, hati-hati kawan kawan. Jangan pernah make wifi public, seberapa pun gratisannya. Di hotel atau bandara, atau kafe, resto, dll. karena rawan dan jangan pernah ngklik-klik undangan, atau file apa gitu,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Ustadz Yusuf Mansur (UYM) mengaku akun WhatsApp-nya dibajak beberapa waktu lalu. Ia kaget karena akun WhatsApp-nya tersebut dapat menjawab teleponnya.
&quot;Barusan banget-banget, hape saya dibajak wa nya. Saya lagi wa an, tetiba ilang. dan saya bel dari hape lain, ke nomor wa ini, eh ada yg jawab. wuah, horor. dan dia itu ngirim wa balik,&quot; ujar Yusuf Mansur lewat keterangan tertulis pada Jumat (10/3/2023).

BACA JUGA:
Polda Metro Pastikan Tak Ada Peretasan Data di Ditreskrimsus

Yusuf Mansur mengungkapkan, awal mulanya dirinya menerima undangan pernikahan yang diduga dari Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi. Tanpa merasa curiga, ia terima undangan dari orang nomor dua di Kementerian Agama itu.
&quot;Nah, saya terima undangan pernikahan, dari Wamenag, tapi emang aneh bahasanya. Saya klik itu emang dan saya bahkan konfirmasi ke wamenag, di nomor WA yang sama, bahwa kok undangannya enggak bisa dibuka. di sini, curiganya, hacking kejadiannya,&quot; katanya.
Hal semaca itu ternyata bukan kali pertama dialami Yusuf Mansur. Ia juga pernah mengklik sebuah tautan undangan serupa. &quot;Tapi saya enggak mikir itu penipuan. wong yang ngirim, seorang wakil menteri. dan saya anggap, ya udah. Gitu aja. Bukan penipuan. Ga ngeh. Saya pun sempet nanya, koq ga bisa dibuka,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Waspadai Soal Peretasan, Mahfud MD: Kita Harus Bangun Sistem yang Lebih Canggih&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Untung, akun WhatsApp Yusuf Mansur berhasil diselamatkan sang anak Wirda. Kemudian, handphone (HP)-nya juga sudah dipasang perangkat keamanan.



&quot;Alhamdulillaah bisa ditangani oleh umair dan wirda. Alhamdulillaah bisa langsung cepet balik, sebelum makan korban lebih banyak lagi,&quot; katanya.



Yusuf Mansur mengimbau masyarakat agar hati-hati terhadap penggunaan wifi publik karena rawan. Selain itu, jangan pernah mengklik tautan undangan atau file-file yang diduga berbahaya.



&quot;Selanjutnya, hati-hati kawan kawan. Jangan pernah make wifi public, seberapa pun gratisannya. Di hotel atau bandara, atau kafe, resto, dll. karena rawan dan jangan pernah ngklik-klik undangan, atau file apa gitu,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
