<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kolonel Arab Saudi Ini Membelot, Kritik Keras Putra Mahkota Mohammed bin Salman</title><description>Beberapa pengkritik Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan Kerajaan Arab Saudi telah dijatuhi hukuman berat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/11/18/2779442/kolonel-arab-saudi-ini-membelot-kritik-keras-putra-mahkota-mohammed-bin-salman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/11/18/2779442/kolonel-arab-saudi-ini-membelot-kritik-keras-putra-mahkota-mohammed-bin-salman"/><item><title>Kolonel Arab Saudi Ini Membelot, Kritik Keras Putra Mahkota Mohammed bin Salman</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/11/18/2779442/kolonel-arab-saudi-ini-membelot-kritik-keras-putra-mahkota-mohammed-bin-salman</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/11/18/2779442/kolonel-arab-saudi-ini-membelot-kritik-keras-putra-mahkota-mohammed-bin-salman</guid><pubDate>Sabtu 11 Maret 2023 18:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/11/18/2779442/kolonel-arab-saudi-ini-membelot-kritik-keras-putra-mahkota-mohammed-bin-salman-HjrY3ey9kV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mantan Kolonel Arab Saudi Rabih Alenezi. (Foto: YouTube)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/11/18/2779442/kolonel-arab-saudi-ini-membelot-kritik-keras-putra-mahkota-mohammed-bin-salman-HjrY3ey9kV.jpg</image><title>Mantan Kolonel Arab Saudi Rabih Alenezi. (Foto: YouTube)</title></images><description>RIYADH &amp;ndash; Seorang kolonel di  Direktorat Jenderal Keamanan Publik Arab Saudi mengumumkan pembelotan dan secara terang-terangan mengkritik Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS) dan Kerajaan.
Dalam sebuah video yang diposting di Twitter pekan ini, Kolonel Rabih Alenezi mengatakan dia meninggalkan jabatannya karena &quot;pelanggaran berbahaya terhadap hak asasi manusia&quot; dan &quot;kebijakan sembrono dan kecerobohan politik&quot; oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

BACA JUGA:
Arab Saudi Hukum Mati 3 Orang karena Menolak Dipindahkan untuk Proyek Neom

Dilaporkan Middle East Eye, Alenezi menyatakan keprihatinan atas tingkat penghilangan paksa di Kerajaan dan mengatakan bahwa strategi MbS untuk mendiversifikasi ekonomi Arab Saudi, Visi 2030, telah menjadi bencana.
Dia juga me-retweet postingan tentang dua anggota suku Howeitat, yang merupakan sebagian dari ribuan orang yang dilaporkan telah diusir dari tanah mereka, tanpa kompensasi yang memadai atau perumahan alternatif, untuk memberi jalan bagi megaproyek Neom senilai USD500 miliar.
Dalam salah satu cuitannya di Twitter Alenezi juga  mempertanyakan di mana jenazah jurnalis Saudi yang terbunuh, Jamal Khashoggi.

BACA JUGA:
Pemerintah AS: Putra Mahkota Saudi Kebal Tuntutan Hukum Terkait Pembunuhan Khashoggi

Pembelotan Alenezi terjadi beberapa hari setelah Emad al-Moubayed, mantan imam di Masjid Raja Abdulaziz di Dammam, melarikan diri dari kerajaan setelah mengkritik reformasi baru-baru ini dalam industri hiburan di media sosial.
Memposting kritik apa pun terhadap Arab Saudi, secara online, merupakan hal yang semakin sulit bagi para aktivis dalam beberapa tahun terakhir. Mereka menghadapi ancaman para akun-akun pro pemerintah yang akan menyerang mereka, dan ancaman penangkapan dan penghilangan oleh Kerajaan.Lebih dari selusin anak muda yang menggunakan akun media sosial anonim untuk mengkritik kebijakan dan praktik di kerajaan menghilang pada Mei dan Juni 2021. Beberapa telah muncul di penjara yang dijalankan oleh polisi rahasia, dituduh melakukan terorisme.
Salah satunya, Abdullah Jelan, pada November dijatuhi hukuman 10 tahun penjara, dan larangan bepergian 10 tahun, karena tweetnya tentang pengangguran.
Pembangkang Arab Saudi di luar negeri juga menghadapi dampak atas postingan media sosial mereka.
Pada November, seorang pria Arab Saudi yang memiliki hubungan dengan pemerintah mengaku bersalah di pengadilan Amerika Serikat (AS) karena berbohong kepada agen FBI tentang akun media sosial yang dia gunakan untuk mengintimidasi pembangkang Saudi di AS dan Kanada.</description><content:encoded>RIYADH &amp;ndash; Seorang kolonel di  Direktorat Jenderal Keamanan Publik Arab Saudi mengumumkan pembelotan dan secara terang-terangan mengkritik Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS) dan Kerajaan.
Dalam sebuah video yang diposting di Twitter pekan ini, Kolonel Rabih Alenezi mengatakan dia meninggalkan jabatannya karena &quot;pelanggaran berbahaya terhadap hak asasi manusia&quot; dan &quot;kebijakan sembrono dan kecerobohan politik&quot; oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

BACA JUGA:
Arab Saudi Hukum Mati 3 Orang karena Menolak Dipindahkan untuk Proyek Neom

Dilaporkan Middle East Eye, Alenezi menyatakan keprihatinan atas tingkat penghilangan paksa di Kerajaan dan mengatakan bahwa strategi MbS untuk mendiversifikasi ekonomi Arab Saudi, Visi 2030, telah menjadi bencana.
Dia juga me-retweet postingan tentang dua anggota suku Howeitat, yang merupakan sebagian dari ribuan orang yang dilaporkan telah diusir dari tanah mereka, tanpa kompensasi yang memadai atau perumahan alternatif, untuk memberi jalan bagi megaproyek Neom senilai USD500 miliar.
Dalam salah satu cuitannya di Twitter Alenezi juga  mempertanyakan di mana jenazah jurnalis Saudi yang terbunuh, Jamal Khashoggi.

BACA JUGA:
Pemerintah AS: Putra Mahkota Saudi Kebal Tuntutan Hukum Terkait Pembunuhan Khashoggi

Pembelotan Alenezi terjadi beberapa hari setelah Emad al-Moubayed, mantan imam di Masjid Raja Abdulaziz di Dammam, melarikan diri dari kerajaan setelah mengkritik reformasi baru-baru ini dalam industri hiburan di media sosial.
Memposting kritik apa pun terhadap Arab Saudi, secara online, merupakan hal yang semakin sulit bagi para aktivis dalam beberapa tahun terakhir. Mereka menghadapi ancaman para akun-akun pro pemerintah yang akan menyerang mereka, dan ancaman penangkapan dan penghilangan oleh Kerajaan.Lebih dari selusin anak muda yang menggunakan akun media sosial anonim untuk mengkritik kebijakan dan praktik di kerajaan menghilang pada Mei dan Juni 2021. Beberapa telah muncul di penjara yang dijalankan oleh polisi rahasia, dituduh melakukan terorisme.
Salah satunya, Abdullah Jelan, pada November dijatuhi hukuman 10 tahun penjara, dan larangan bepergian 10 tahun, karena tweetnya tentang pengangguran.
Pembangkang Arab Saudi di luar negeri juga menghadapi dampak atas postingan media sosial mereka.
Pada November, seorang pria Arab Saudi yang memiliki hubungan dengan pemerintah mengaku bersalah di pengadilan Amerika Serikat (AS) karena berbohong kepada agen FBI tentang akun media sosial yang dia gunakan untuk mengintimidasi pembangkang Saudi di AS dan Kanada.</content:encoded></item></channel></rss>
