<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Gunung Merapi Erupsi, Warga Magelang: Abunya Sangat Tebal   </title><description>Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas guguran. Sebaran abu vulkanik mengarah ke sisi barat daya&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/11/510/2779375/gunung-merapi-erupsi-warga-magelang-abunya-sangat-tebal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/11/510/2779375/gunung-merapi-erupsi-warga-magelang-abunya-sangat-tebal"/><item><title> Gunung Merapi Erupsi, Warga Magelang: Abunya Sangat Tebal   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/11/510/2779375/gunung-merapi-erupsi-warga-magelang-abunya-sangat-tebal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/11/510/2779375/gunung-merapi-erupsi-warga-magelang-abunya-sangat-tebal</guid><pubDate>Sabtu 11 Maret 2023 15:08 WIB</pubDate><dc:creator>Angga Rosa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/11/510/2779375/gunung-merapi-erupsi-warga-magelang-abunya-sangat-tebal-sWiyMi1BvH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rumah Magelang terkena abu gunung merapi (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/11/510/2779375/gunung-merapi-erupsi-warga-magelang-abunya-sangat-tebal-sWiyMi1BvH.jpg</image><title>Rumah Magelang terkena abu gunung merapi (foto: dok ist)</title></images><description>
MAGELANG - Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas guguran. Sebaran abu vulkanik mengarah ke sisi barat daya Gunung Merapi, Sabtu (11/3/2023) pukul 12.12 WIB.

Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya erupsi Gunung Merapi. Jarak 7 kilometer dari puncak Gunung Merapi di alur Kali Bebeng dan Krasak dikosongkan dari aktivitas masyarakat.

BACA JUGA:
 Gunung Merapi Erupsi, Sejumlah Pekerja Menyelamatkan Diri&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sejumlah desa di wilayah Kecamatan Srumbung, Pakis dan kecamatan lainnya di Kabupaten Magelang yang diguyur hujan abu tipis hingga sedang.

&quot;Informasinya, awan panas guguran terjadi tadi sekitar jam 12.12 WIB. Awan panas meluncur ke arah Kali Krasak dan Kali Bebeng. Beberapa waktu setelah guguran awan panas, desa kami diguyur hujan abu,&quot; kata Sigit (30) warga Srumbung.

Dia mengatakan, hujan abu yang terjadi saat ini cukup tebal. &quot;Abunya cukup tebal. Genteng rumah dan pohon di halaman, sebagian berubah warna jadi abu-abu karena tertutup abu,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
 Gunung Merapi Erupsi, Sejumlah Desa di Magelang dan Boyolali Hujan Abu&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menurutnya, warga sudah terbiasa dengan aktivitas vulkanik Gunung Merapi. Meski demikian mereka tetap waspada dan terus memantau perkembangan aktivitas gunung teraktif di dunia itu. Apabila sewaktu-waktu terjadi erupsi yang lebih besar, warga sudah tahu langkah apa yang harus mereka lakukan untuk menyelamatkan diri.

&quot;Warga sudah terbiasa. Apalagi selama kurang lebih satu tahun belakangan ini sering terjadi awan panas guguran dan aktivitas vulkanik lainnya,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>
MAGELANG - Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas guguran. Sebaran abu vulkanik mengarah ke sisi barat daya Gunung Merapi, Sabtu (11/3/2023) pukul 12.12 WIB.

Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya erupsi Gunung Merapi. Jarak 7 kilometer dari puncak Gunung Merapi di alur Kali Bebeng dan Krasak dikosongkan dari aktivitas masyarakat.

BACA JUGA:
 Gunung Merapi Erupsi, Sejumlah Pekerja Menyelamatkan Diri&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sejumlah desa di wilayah Kecamatan Srumbung, Pakis dan kecamatan lainnya di Kabupaten Magelang yang diguyur hujan abu tipis hingga sedang.

&quot;Informasinya, awan panas guguran terjadi tadi sekitar jam 12.12 WIB. Awan panas meluncur ke arah Kali Krasak dan Kali Bebeng. Beberapa waktu setelah guguran awan panas, desa kami diguyur hujan abu,&quot; kata Sigit (30) warga Srumbung.

Dia mengatakan, hujan abu yang terjadi saat ini cukup tebal. &quot;Abunya cukup tebal. Genteng rumah dan pohon di halaman, sebagian berubah warna jadi abu-abu karena tertutup abu,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
 Gunung Merapi Erupsi, Sejumlah Desa di Magelang dan Boyolali Hujan Abu&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menurutnya, warga sudah terbiasa dengan aktivitas vulkanik Gunung Merapi. Meski demikian mereka tetap waspada dan terus memantau perkembangan aktivitas gunung teraktif di dunia itu. Apabila sewaktu-waktu terjadi erupsi yang lebih besar, warga sudah tahu langkah apa yang harus mereka lakukan untuk menyelamatkan diri.

&quot;Warga sudah terbiasa. Apalagi selama kurang lebih satu tahun belakangan ini sering terjadi awan panas guguran dan aktivitas vulkanik lainnya,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
