<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas, Radius 7 Kilometer Terdampak   </title><description>Guguran awan panas ini berdampak sejauh radius tujuh kilometer dari puncak gunung.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/12/337/2779531/5-fakta-gunung-merapi-muntahkan-awan-panas-radius-7-kilometer-terdampak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/12/337/2779531/5-fakta-gunung-merapi-muntahkan-awan-panas-radius-7-kilometer-terdampak"/><item><title>5 Fakta Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas, Radius 7 Kilometer Terdampak   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/12/337/2779531/5-fakta-gunung-merapi-muntahkan-awan-panas-radius-7-kilometer-terdampak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/12/337/2779531/5-fakta-gunung-merapi-muntahkan-awan-panas-radius-7-kilometer-terdampak</guid><pubDate>Minggu 12 Maret 2023 07:31 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/11/337/2779531/5-fakta-gunung-merapi-muntahkan-awan-panas-radius-7-kilometer-terdampak-rTrTV4nmcN.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Merapi meluncurkan awan panas/Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/11/337/2779531/5-fakta-gunung-merapi-muntahkan-awan-panas-radius-7-kilometer-terdampak-rTrTV4nmcN.JPG</image><title>Gunung Merapi meluncurkan awan panas/Foto: Istimewa</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xMS8xLzE2NDE1My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
JAKARTA - Gunung Merapi kembali muntahkan awan panas guguran (APG), Sabtu (11/3/2023). Guguran awan panas ini berdampak sejauh radius tujuh kilometer dari puncak gunung.

Berikut fakta-fakta terkait Gunung Merapi memuntahkan awan panas yang berpotensi berbahaya hingga 7 kilometer.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Terus Meningkat, Gunung Merapi Muntahkan 24 Kali Awan Panas hingga Sore Ini&amp;nbsp; &amp;nbsp;

1. Dampak guguran awan panas hingga 7 kilometer

Gunung Merapi memuntahkan awan panas guguran (APG) pada pukul 12.12 WIB ke arah Kali Bebeng/Krasak. Hal itu dilaporkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Daerah Istimewa Yogyakarta.

&quot;Jarak 7 kilometer dari puncak Gunung Merapi di alur Kali Bebeng dan Krasak. Saat ini erupsi masih berlangsung,&quot; sebut BPPTKG dalam pesan tertulis.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gunung Merapi Muntahkan 21 Kali Awan Panas, Semburan Capai Kota Magelang&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

2. Intensitas awan panas sedang hingga tinggi

Dalam rekaman visual BPPTKG, gunung teramati dengan jelas hingga kabut 0-II. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50-100 meter di atas puncak kawah.

Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Merapi di Babadan, awan panas guguran itu juga memicu abu vulkanik.

3. Warga diminta mengungsi jika paparan lebih dari 7 kilometer

Petugas Pos Babadan, Yulianto mengatakan Pos Babadan mulai terdampak abu vulkanik cukup tebal. Warga pun diminta untuk mengungsi jika paparan awan panas melebih 7 kilometer.

&quot;Ini kan baru terpantau satu kali event. Terjadi 5-6 kali guguran. Kalau cakupannya terus berkembang dan jaraknya lebih jauh dari 7 kilometer maka besar kemungkinan akan ada rekomendasi kepada warga agar mengungsi,&quot; jelas Yulianto.
&amp;nbsp;4. Belum ada dampak signifikan dari guguran ini



Hasil monitoring lapangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten, belum ada laporan mengenai dampak signifikan maupun adanya korban jiwa.



Situasi dan kondisi masih aman terkendali. Hasil laporan dan monitoring lanjutan akan diperbarui secara berkala.



5. Desa di Magelang hingga Boyolali terpapar abu



Lebih lanjut Yulianto juga telah menerima laporan beberapa lokasi yang juga terdampak abu vulkanik. Adapun rinciannya Desa Mangunsuko, Desa Dukun, Desa Paten dan Desa Sengi di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.



Berikutnya Desa Wonolelo dan Desa Krogowanan di Kabupaten Magelang. Selanjutnya Desa Klakah dan Desa Tlogolele di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.



Terkait pengungsian, Yulianto belum menerima adanya laporan warga yang mengungsi di wilayah yang terdampak abu vulkanik tersebut.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xMS8xLzE2NDE1My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
JAKARTA - Gunung Merapi kembali muntahkan awan panas guguran (APG), Sabtu (11/3/2023). Guguran awan panas ini berdampak sejauh radius tujuh kilometer dari puncak gunung.

Berikut fakta-fakta terkait Gunung Merapi memuntahkan awan panas yang berpotensi berbahaya hingga 7 kilometer.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Terus Meningkat, Gunung Merapi Muntahkan 24 Kali Awan Panas hingga Sore Ini&amp;nbsp; &amp;nbsp;

1. Dampak guguran awan panas hingga 7 kilometer

Gunung Merapi memuntahkan awan panas guguran (APG) pada pukul 12.12 WIB ke arah Kali Bebeng/Krasak. Hal itu dilaporkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Daerah Istimewa Yogyakarta.

&quot;Jarak 7 kilometer dari puncak Gunung Merapi di alur Kali Bebeng dan Krasak. Saat ini erupsi masih berlangsung,&quot; sebut BPPTKG dalam pesan tertulis.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gunung Merapi Muntahkan 21 Kali Awan Panas, Semburan Capai Kota Magelang&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

2. Intensitas awan panas sedang hingga tinggi

Dalam rekaman visual BPPTKG, gunung teramati dengan jelas hingga kabut 0-II. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50-100 meter di atas puncak kawah.

Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Merapi di Babadan, awan panas guguran itu juga memicu abu vulkanik.

3. Warga diminta mengungsi jika paparan lebih dari 7 kilometer

Petugas Pos Babadan, Yulianto mengatakan Pos Babadan mulai terdampak abu vulkanik cukup tebal. Warga pun diminta untuk mengungsi jika paparan awan panas melebih 7 kilometer.

&quot;Ini kan baru terpantau satu kali event. Terjadi 5-6 kali guguran. Kalau cakupannya terus berkembang dan jaraknya lebih jauh dari 7 kilometer maka besar kemungkinan akan ada rekomendasi kepada warga agar mengungsi,&quot; jelas Yulianto.
&amp;nbsp;4. Belum ada dampak signifikan dari guguran ini



Hasil monitoring lapangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten, belum ada laporan mengenai dampak signifikan maupun adanya korban jiwa.



Situasi dan kondisi masih aman terkendali. Hasil laporan dan monitoring lanjutan akan diperbarui secara berkala.



5. Desa di Magelang hingga Boyolali terpapar abu



Lebih lanjut Yulianto juga telah menerima laporan beberapa lokasi yang juga terdampak abu vulkanik. Adapun rinciannya Desa Mangunsuko, Desa Dukun, Desa Paten dan Desa Sengi di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.



Berikutnya Desa Wonolelo dan Desa Krogowanan di Kabupaten Magelang. Selanjutnya Desa Klakah dan Desa Tlogolele di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.



Terkait pengungsian, Yulianto belum menerima adanya laporan warga yang mengungsi di wilayah yang terdampak abu vulkanik tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
