<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Merapi Erupsi, Aktivitas Masyarakat di Luar Daerah Bahaya Dipastikan Aman</title><description>Aktivitas masyarakat di luar daerah bahaya Gunung Merapi dipastikan aman.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/12/337/2779760/gunung-merapi-erupsi-aktivitas-masyarakat-di-luar-daerah-bahaya-dipastikan-aman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/12/337/2779760/gunung-merapi-erupsi-aktivitas-masyarakat-di-luar-daerah-bahaya-dipastikan-aman"/><item><title>Gunung Merapi Erupsi, Aktivitas Masyarakat di Luar Daerah Bahaya Dipastikan Aman</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/12/337/2779760/gunung-merapi-erupsi-aktivitas-masyarakat-di-luar-daerah-bahaya-dipastikan-aman</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/12/337/2779760/gunung-merapi-erupsi-aktivitas-masyarakat-di-luar-daerah-bahaya-dipastikan-aman</guid><pubDate>Minggu 12 Maret 2023 17:46 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/12/337/2779760/gunung-merapi-erupsi-aktivitas-masyarakat-di-luar-daerah-bahaya-dipastikan-aman-VlaFb3xEYD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Merapi. (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/12/337/2779760/gunung-merapi-erupsi-aktivitas-masyarakat-di-luar-daerah-bahaya-dipastikan-aman-VlaFb3xEYD.jpg</image><title>Gunung Merapi. (Foto: Antara)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xMi8xLzE2NDE3OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Aktivitas masyarakat di luar daerah bahaya Gunung Merapi dipastikan aman pasca-terjadi awan panas guguran (APG) kemarin, Sabtu (11/3/2023). Hal itu ditegaskan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

&amp;ldquo;Prinsipnya bahwa semua aktivitas bagi masyarakat jika dilakukan di luar daerah bahaya, Insya Allah masih bisa dilakukan,&amp;rdquo; kata Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso saat Konferensi Pers secara virtual, Minggu (12/3/2023).

BACA JUGA:
BPPTKG Ungkap Erupsi Gunung Merapi Masih Terkait Letusan Besar 2010&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Agus mengatakan aktivitas Gunung Merapi saat ini belum melewati wilayah potensi bahaya yakni sejauh 7 kilometer (KM). Apalagi, jarak luncur terjauh awan panas guguran Gunung Merapi yakni kurang dari 4 km.

&amp;ldquo;Aktivitas yang saat ini, itu tidak merubah rekomendasi dari potensi bahaya yang sudah ditetapkan sejak setahun terakhir, sejak Tahun 2022 ditetapkan rekomendasi bahaya yaitu yang untuk wilayah Kali Krasak ini sejauh 7 KM. Kemudian awan panas yang terjadi ini masih kurang dari 4 KM atau kurang dari 7 KM,&amp;rdquo; katanya.

BACA JUGA:
Erupsi Gunung Merapi, PVMBG Diimbau Masyarakat Waspada Banjir Lahar

Lebih lanjut, Agus juga mengatakan untuk kegiatan wisata dan kegiatan apapun di luar daerah bahaya itu masih aman. Namun, tetap perlu ada prosedur kedaruratan, termasuk mengatur kepadatan dari wisatawan.&amp;ldquo;Dikawatirkan jika wisatawan terlalu padat terlalu banyak pada suatu tempat kemudian mereka menyaksikan sesuatu yang menakutkan mereka seperti awan panas yang besar pada arah yang lain, kemudian mereka panik dan mereka berhamburan ini tentu akan menimbulkan bencana yang lain. Nah ini perlu diperhatikan,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xMi8xLzE2NDE3OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Aktivitas masyarakat di luar daerah bahaya Gunung Merapi dipastikan aman pasca-terjadi awan panas guguran (APG) kemarin, Sabtu (11/3/2023). Hal itu ditegaskan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

&amp;ldquo;Prinsipnya bahwa semua aktivitas bagi masyarakat jika dilakukan di luar daerah bahaya, Insya Allah masih bisa dilakukan,&amp;rdquo; kata Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso saat Konferensi Pers secara virtual, Minggu (12/3/2023).

BACA JUGA:
BPPTKG Ungkap Erupsi Gunung Merapi Masih Terkait Letusan Besar 2010&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Agus mengatakan aktivitas Gunung Merapi saat ini belum melewati wilayah potensi bahaya yakni sejauh 7 kilometer (KM). Apalagi, jarak luncur terjauh awan panas guguran Gunung Merapi yakni kurang dari 4 km.

&amp;ldquo;Aktivitas yang saat ini, itu tidak merubah rekomendasi dari potensi bahaya yang sudah ditetapkan sejak setahun terakhir, sejak Tahun 2022 ditetapkan rekomendasi bahaya yaitu yang untuk wilayah Kali Krasak ini sejauh 7 KM. Kemudian awan panas yang terjadi ini masih kurang dari 4 KM atau kurang dari 7 KM,&amp;rdquo; katanya.

BACA JUGA:
Erupsi Gunung Merapi, PVMBG Diimbau Masyarakat Waspada Banjir Lahar

Lebih lanjut, Agus juga mengatakan untuk kegiatan wisata dan kegiatan apapun di luar daerah bahaya itu masih aman. Namun, tetap perlu ada prosedur kedaruratan, termasuk mengatur kepadatan dari wisatawan.&amp;ldquo;Dikawatirkan jika wisatawan terlalu padat terlalu banyak pada suatu tempat kemudian mereka menyaksikan sesuatu yang menakutkan mereka seperti awan panas yang besar pada arah yang lain, kemudian mereka panik dan mereka berhamburan ini tentu akan menimbulkan bencana yang lain. Nah ini perlu diperhatikan,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
