<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Heboh! Puluhan Siswi SMP di Bengkulu Utara Sayat Tangan Kiri dengan Sajam</title><description>Puluhan siswa-siswi SMP Bengkulu Utara melukai lengan kiri dengan benda tajam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/12/340/2779797/heboh-puluhan-siswi-smp-di-bengkulu-utara-sayat-tangan-kiri-dengan-sajam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/12/340/2779797/heboh-puluhan-siswi-smp-di-bengkulu-utara-sayat-tangan-kiri-dengan-sajam"/><item><title>Heboh! Puluhan Siswi SMP di Bengkulu Utara Sayat Tangan Kiri dengan Sajam</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/12/340/2779797/heboh-puluhan-siswi-smp-di-bengkulu-utara-sayat-tangan-kiri-dengan-sajam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/12/340/2779797/heboh-puluhan-siswi-smp-di-bengkulu-utara-sayat-tangan-kiri-dengan-sajam</guid><pubDate>Minggu 12 Maret 2023 20:11 WIB</pubDate><dc:creator>Ismail Yugo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/12/340/2779797/heboh-puluhan-siswi-smp-di-bengkulu-utara-sayat-tangan-kiri-dengan-sajam-2p9S0iJOfO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">SMPN 1 Bengkulu (Foto: Ismail Yugo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/12/340/2779797/heboh-puluhan-siswi-smp-di-bengkulu-utara-sayat-tangan-kiri-dengan-sajam-2p9S0iJOfO.jpg</image><title>SMPN 1 Bengkulu (Foto: Ismail Yugo)</title></images><description>BENGKULU - Puluhan siswa-siswi SMP Bengkulu Utara melukai lengan kiri dengan benda tajam. Selain trend di media sosial, faktor lingkungan dan krisis identitas menjadi latar belakang atas aksi yang dilakukan para pelajar itu.

Pada Sabtu 11 Maret 2023 pagi, polisi meminta klarifikasi langsung ke pihak SMPN 1 Bengkulu Utara terkait puluhan siswi yang melakukan perbuatan melukai diri sendiri dengan cara menyayat tangan dengan benda tajam.

BACA JUGA:
Viral Petugas KPK Terima Bingkisan, Ini Klarifikasinya


Polisi menyebut, ada beberapa faktor yang melatarbelakangi aksi tersebut. Salah satunya faktor lingkungan dan krisis identitas.

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Satreskrim Polres Bengkulu Utara mendatangi SMPN 1 Bengkulu Utara untuk meminta klarifikasi. Setidaknya ada 52 siswi di sekolah ini kedapatan melukai diri sendiri di bagian tangan menggunakan senjata tajam.

Kasat Reskrim Polres Bengkulu Iptu Ardian Yunan Saputra membenarkan peristiwa ini. Namun ditegaskannya, tidak ada indikasi gangster atau kelompok dari aksi para siswi.

BACA JUGA:
Perhutani Tutup Sementara Kawasan Wisata Ranca Upas, Imbas Viral Dirusak Event Motor Trail


Aksi melukai diri sendiri juga tidak dilakukan dalam lingkungan sekolah.

Benda tajam yang digunakan bukan berupa silet melainkan jarum pentul, pecahan kaca dan pisau cutter. Dia antara beberapa siswi bahkan sudah melakukan hal itu sejak di bangku sekolah dasar.



Luka yang ditimbulkan dari aksi itu juga luka yang dikatakan tidak terlalu berbahaya.



Faktor yang melatarbelakangi para siswi, di antaranya faktor internal yaitu krisis identitas atau mencari jati diri. Kemudian, faktor eksternal atau lingkungan, yaitu lingkungan keluarga dan teman serta pengaruh media sosial.



Sebagai bentuk pencegahan, Polres Bengkulu Utara, Dinas Pendidikan dan DPPPA berkolaborasi untuk memberikan penyuluhan dan pembinaan di sekolah. Pihak sekolah akan lebih gencar melakukan razia terhadap para murid.

</description><content:encoded>BENGKULU - Puluhan siswa-siswi SMP Bengkulu Utara melukai lengan kiri dengan benda tajam. Selain trend di media sosial, faktor lingkungan dan krisis identitas menjadi latar belakang atas aksi yang dilakukan para pelajar itu.

Pada Sabtu 11 Maret 2023 pagi, polisi meminta klarifikasi langsung ke pihak SMPN 1 Bengkulu Utara terkait puluhan siswi yang melakukan perbuatan melukai diri sendiri dengan cara menyayat tangan dengan benda tajam.

BACA JUGA:
Viral Petugas KPK Terima Bingkisan, Ini Klarifikasinya


Polisi menyebut, ada beberapa faktor yang melatarbelakangi aksi tersebut. Salah satunya faktor lingkungan dan krisis identitas.

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Satreskrim Polres Bengkulu Utara mendatangi SMPN 1 Bengkulu Utara untuk meminta klarifikasi. Setidaknya ada 52 siswi di sekolah ini kedapatan melukai diri sendiri di bagian tangan menggunakan senjata tajam.

Kasat Reskrim Polres Bengkulu Iptu Ardian Yunan Saputra membenarkan peristiwa ini. Namun ditegaskannya, tidak ada indikasi gangster atau kelompok dari aksi para siswi.

BACA JUGA:
Perhutani Tutup Sementara Kawasan Wisata Ranca Upas, Imbas Viral Dirusak Event Motor Trail


Aksi melukai diri sendiri juga tidak dilakukan dalam lingkungan sekolah.

Benda tajam yang digunakan bukan berupa silet melainkan jarum pentul, pecahan kaca dan pisau cutter. Dia antara beberapa siswi bahkan sudah melakukan hal itu sejak di bangku sekolah dasar.



Luka yang ditimbulkan dari aksi itu juga luka yang dikatakan tidak terlalu berbahaya.



Faktor yang melatarbelakangi para siswi, di antaranya faktor internal yaitu krisis identitas atau mencari jati diri. Kemudian, faktor eksternal atau lingkungan, yaitu lingkungan keluarga dan teman serta pengaruh media sosial.



Sebagai bentuk pencegahan, Polres Bengkulu Utara, Dinas Pendidikan dan DPPPA berkolaborasi untuk memberikan penyuluhan dan pembinaan di sekolah. Pihak sekolah akan lebih gencar melakukan razia terhadap para murid.

</content:encoded></item></channel></rss>
