<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erupsi Gunung Merapi, PVMBG Diimbau Masyarakat Waspada Banjir Lahar</title><description>Saat ini, Gunung Merapi masih meluncurkan awan panas guguran (APG) sejak kemarin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/12/510/2779685/erupsi-gunung-merapi-pvmbg-diimbau-masyarakat-waspada-banjir-lahar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/12/510/2779685/erupsi-gunung-merapi-pvmbg-diimbau-masyarakat-waspada-banjir-lahar"/><item><title>Erupsi Gunung Merapi, PVMBG Diimbau Masyarakat Waspada Banjir Lahar</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/12/510/2779685/erupsi-gunung-merapi-pvmbg-diimbau-masyarakat-waspada-banjir-lahar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/12/510/2779685/erupsi-gunung-merapi-pvmbg-diimbau-masyarakat-waspada-banjir-lahar</guid><pubDate>Minggu 12 Maret 2023 13:09 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/12/510/2779685/erupsi-gunung-merapi-pvmbg-diimbau-masyarakat-waspada-banjir-lahar-DoZAFPRVL6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Merapi Erupsi (Foto: BPPTKG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/12/510/2779685/erupsi-gunung-merapi-pvmbg-diimbau-masyarakat-waspada-banjir-lahar-DoZAFPRVL6.jpg</image><title>Gunung Merapi Erupsi (Foto: BPPTKG)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xMi8xLzE2NDE3My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat waspada waspada potensi banjir lahar aliran-aliran sungai di Gunung Merapi. Saat ini, Gunung Merapi masih meluncurkan awan panas guguran (APG) sejak kemarin.
&amp;ldquo;Di samping bahaya primer seperti guguran awan panas, kemungkinan yang bisa terjadi ke depan adalah juga karena ini musim hujan adalah lahar, itu yang harus dipahami oleh warga di sekitar Gunung Merapi bahwa apabila terjadi hujan ada kemungkinan lahar-lahar di sungai yang berhulu di puncak Gunung Merapi,&amp;rdquo; ungkap Kepala PVMBG, Hendra Gunawan dalam keterangannya kepada MNC Portal, Minggu (12/3/2023).
Hendra mengatakan kejadian awan panas guguran Gunung Merapi kali ini masih sama dengan kejadian-kejadian awan panas guguran sebelumnya. Namun, kali ini dua sumber kubah lavanya berada di barat daya Gunung Merapi.

BACA JUGA:
Eskalasi Awan Panas Guguran Gunung Merapi Menurun, Tapi Belum Berhenti&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Sebetulnya sama saja dengan erupsi kali ini sama dengan sebelumnya, ini sudah diidentifikasi oleh kami ke arah selatan dan tenggara maupun ke barat daya, nah ini yang selalu kita ukur setiap hari perkembangannya dari dua sumber kubah lava ini ternyata yang terjadi sekarang yang berada di barat daya,&amp;rdquo; kata Hendra.

BACA JUGA:
 Gunung Merapi Muntahkan 19 Kali Guguran Lava Pijar Selama Sepekan&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Selain itu, Hendra memastikan pihaknya sampai saat ini masih terus memantau aktivitas Gunung Merapi, sehingga bisa diputuskan terkait statusnya. Diketahui, Gunung Merapi masih berstatus siaga (level 3) sejak 5 November 2020. &amp;ldquo; Kami masih mengevaluasi erupsi ini apakah ke arah eskalasi atau menurun.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Dari kami akan terus memantau perkembangan ini untuk setelah dievaluasi apakah datanya ini semakin apa meningkat atau turun, atau tetap. Kini sedang kami koordinasikan di internal kami,&amp;rdquo; tandasnya.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xMi8xLzE2NDE3My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat waspada waspada potensi banjir lahar aliran-aliran sungai di Gunung Merapi. Saat ini, Gunung Merapi masih meluncurkan awan panas guguran (APG) sejak kemarin.
&amp;ldquo;Di samping bahaya primer seperti guguran awan panas, kemungkinan yang bisa terjadi ke depan adalah juga karena ini musim hujan adalah lahar, itu yang harus dipahami oleh warga di sekitar Gunung Merapi bahwa apabila terjadi hujan ada kemungkinan lahar-lahar di sungai yang berhulu di puncak Gunung Merapi,&amp;rdquo; ungkap Kepala PVMBG, Hendra Gunawan dalam keterangannya kepada MNC Portal, Minggu (12/3/2023).
Hendra mengatakan kejadian awan panas guguran Gunung Merapi kali ini masih sama dengan kejadian-kejadian awan panas guguran sebelumnya. Namun, kali ini dua sumber kubah lavanya berada di barat daya Gunung Merapi.

BACA JUGA:
Eskalasi Awan Panas Guguran Gunung Merapi Menurun, Tapi Belum Berhenti&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Sebetulnya sama saja dengan erupsi kali ini sama dengan sebelumnya, ini sudah diidentifikasi oleh kami ke arah selatan dan tenggara maupun ke barat daya, nah ini yang selalu kita ukur setiap hari perkembangannya dari dua sumber kubah lava ini ternyata yang terjadi sekarang yang berada di barat daya,&amp;rdquo; kata Hendra.

BACA JUGA:
 Gunung Merapi Muntahkan 19 Kali Guguran Lava Pijar Selama Sepekan&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Selain itu, Hendra memastikan pihaknya sampai saat ini masih terus memantau aktivitas Gunung Merapi, sehingga bisa diputuskan terkait statusnya. Diketahui, Gunung Merapi masih berstatus siaga (level 3) sejak 5 November 2020. &amp;ldquo; Kami masih mengevaluasi erupsi ini apakah ke arah eskalasi atau menurun.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Dari kami akan terus memantau perkembangan ini untuk setelah dievaluasi apakah datanya ini semakin apa meningkat atau turun, atau tetap. Kini sedang kami koordinasikan di internal kami,&amp;rdquo; tandasnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
