<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengintip Latihan Ekstrem Pasukan Elite Kostrad, Hanmars 160 Km hingga Infiltrasi Senyap di Laut Selatan</title><description>Tahapan rawa laut memberikan gambaran sebenarnya rangkaian pertempuran laut dan garis pantai yang telah dikuasai musuh.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/13/337/2780321/mengintip-latihan-ekstrem-pasukan-elite-kostrad-hanmars-160-km-hingga-infiltrasi-senyap-di-laut-selatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/13/337/2780321/mengintip-latihan-ekstrem-pasukan-elite-kostrad-hanmars-160-km-hingga-infiltrasi-senyap-di-laut-selatan"/><item><title>Mengintip Latihan Ekstrem Pasukan Elite Kostrad, Hanmars 160 Km hingga Infiltrasi Senyap di Laut Selatan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/13/337/2780321/mengintip-latihan-ekstrem-pasukan-elite-kostrad-hanmars-160-km-hingga-infiltrasi-senyap-di-laut-selatan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/13/337/2780321/mengintip-latihan-ekstrem-pasukan-elite-kostrad-hanmars-160-km-hingga-infiltrasi-senyap-di-laut-selatan</guid><pubDate>Senin 13 Maret 2023 16:34 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/13/337/2780321/mengintip-latihan-ekstrem-pasukan-elite-kostrad-hanmars-160-km-hingga-infiltrasi-senyap-di-laut-selatan-LoQ6Gcc1re.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: TNI AD</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/13/337/2780321/mengintip-latihan-ekstrem-pasukan-elite-kostrad-hanmars-160-km-hingga-infiltrasi-senyap-di-laut-selatan-LoQ6Gcc1re.jpg</image><title>Foto: TNI AD</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xMi8xLzE2NDE2MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA -  Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) adalah bagian dari Komando Utama tempur yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat.
Sebagai pasukan elite, Prajurit Kostrad tentu harus melewati berbagai tes sebelum bergabung. Calon prajurit harus memenuhi nilai standar dalam tes. Mereka juga wajib memiliki kemampuan menembak dan renang tanpa henti.

BACA JUGA:
Jenderal Kopassus Pemburu Teroris KKB Ultimatum Egianus Kogoya Bebaskan Pilot Susi Air

Salah satu latihan pasukan Kostrad yaitu melaksanakan Ketahanan Mars (Hanmars) sejauh 160 Km. Hal ini dilakukan saat latihan standardisasi Prajurit Kostrad Cakra XIV yang  melaksanakan tahapan latihan Rawa Laut di Geopark Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat.
&amp;ldquo;Diawali dengan penyeberangan basah, pelaku menyeberang teluk Ciwaru dengan menggunakan tali statis dan karabiner,&amp;rdquo;ujar Kapen Kostrad, Kolonel Inf Agus Soeprianto, kepada Okezone, Senin (13/3/2023).
&amp;ldquo;Setelah itu pelaku latihan standardisasi Prajurit Kostrad Cakra XIV melaksanakan Patroli Rawa Laut menyusuri lebatnya hutan bakau wilayah Geopark Ciletuh, Sukabumi,&amp;rdquo; tambahnya.
Selain itu, prajurit Kostrad membekali diri dengan kemampuan infiltrasi permukaan air secara senyap, mereka melaksanakan renang Taktis (Rentis) sejauh 1 km dari titik start di Perairan Pulau Kunti sampai dengan bibir Pantai Palangpang.
Dilanjutkan dengan Pancangan Kaki Pantai (PKP). PKP di tahap Rawa Laut memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan sebelumnya yang pelaku laksanakan di Situ Cikaret.

BACA JUGA:
Profil Brigjen TNI Choirul Anam, Jenderal Kopassus Naik Jabatan Jadi Pangdivif 3 Kostrad

&amp;ldquo;Ombak yang besar dan cuaca yang hujan membuat pelaku harus sekuat tenaga mendayung untuk mengarungi rute yang telah ditentukan hingga kembali ke bibir pantai,&amp;rdquo; ujarnya.
Komandan Latihan Cakra XIV Letkol Roihan Hidayatullah, menambahkan, wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagian besar merupakan perairan.
Dikatakannya, tahapan rawa laut memberikan gambaran sebenarnya rangkaian pertempuran laut dan garis pantai yang telah dikuasai musuh.&amp;ldquo;Seluruh mekanisme latihan berdasar pada taktik pertempuran laut dimulai dari pendaratan dari kapal angkut KRI, dilanjutkan melaksanakan infiltrasi baik menggunakan LCR atau Renang Taktis menggunakan perlengkapan lengkap, mendarat di garis pantai, hingga melaksanakan patroli menuju sasaran,&amp;rdquo; ujar Letkol Roihan.

&amp;ldquo;Harapannya dengan ini pelaku mampu menguasai aspek pertempuran guna mempertahankan wilayah perairan NKRI,&amp;rdquo; pungkasnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xMi8xLzE2NDE2MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA -  Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) adalah bagian dari Komando Utama tempur yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat.
Sebagai pasukan elite, Prajurit Kostrad tentu harus melewati berbagai tes sebelum bergabung. Calon prajurit harus memenuhi nilai standar dalam tes. Mereka juga wajib memiliki kemampuan menembak dan renang tanpa henti.

BACA JUGA:
Jenderal Kopassus Pemburu Teroris KKB Ultimatum Egianus Kogoya Bebaskan Pilot Susi Air

Salah satu latihan pasukan Kostrad yaitu melaksanakan Ketahanan Mars (Hanmars) sejauh 160 Km. Hal ini dilakukan saat latihan standardisasi Prajurit Kostrad Cakra XIV yang  melaksanakan tahapan latihan Rawa Laut di Geopark Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat.
&amp;ldquo;Diawali dengan penyeberangan basah, pelaku menyeberang teluk Ciwaru dengan menggunakan tali statis dan karabiner,&amp;rdquo;ujar Kapen Kostrad, Kolonel Inf Agus Soeprianto, kepada Okezone, Senin (13/3/2023).
&amp;ldquo;Setelah itu pelaku latihan standardisasi Prajurit Kostrad Cakra XIV melaksanakan Patroli Rawa Laut menyusuri lebatnya hutan bakau wilayah Geopark Ciletuh, Sukabumi,&amp;rdquo; tambahnya.
Selain itu, prajurit Kostrad membekali diri dengan kemampuan infiltrasi permukaan air secara senyap, mereka melaksanakan renang Taktis (Rentis) sejauh 1 km dari titik start di Perairan Pulau Kunti sampai dengan bibir Pantai Palangpang.
Dilanjutkan dengan Pancangan Kaki Pantai (PKP). PKP di tahap Rawa Laut memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan sebelumnya yang pelaku laksanakan di Situ Cikaret.

BACA JUGA:
Profil Brigjen TNI Choirul Anam, Jenderal Kopassus Naik Jabatan Jadi Pangdivif 3 Kostrad

&amp;ldquo;Ombak yang besar dan cuaca yang hujan membuat pelaku harus sekuat tenaga mendayung untuk mengarungi rute yang telah ditentukan hingga kembali ke bibir pantai,&amp;rdquo; ujarnya.
Komandan Latihan Cakra XIV Letkol Roihan Hidayatullah, menambahkan, wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagian besar merupakan perairan.
Dikatakannya, tahapan rawa laut memberikan gambaran sebenarnya rangkaian pertempuran laut dan garis pantai yang telah dikuasai musuh.&amp;ldquo;Seluruh mekanisme latihan berdasar pada taktik pertempuran laut dimulai dari pendaratan dari kapal angkut KRI, dilanjutkan melaksanakan infiltrasi baik menggunakan LCR atau Renang Taktis menggunakan perlengkapan lengkap, mendarat di garis pantai, hingga melaksanakan patroli menuju sasaran,&amp;rdquo; ujar Letkol Roihan.

&amp;ldquo;Harapannya dengan ini pelaku mampu menguasai aspek pertempuran guna mempertahankan wilayah perairan NKRI,&amp;rdquo; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
