<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perindo: Perempuan Jangan Takut Lapor Jika Alami Kekerasan!</title><description>Herlina Yulianti Azis mengatakan perempuan yang menjadi korban kekerasan fisik maupun seksual harus berani speak up atau bicara</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/13/338/2780510/perindo-perempuan-jangan-takut-lapor-jika-alami-kekerasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/13/338/2780510/perindo-perempuan-jangan-takut-lapor-jika-alami-kekerasan"/><item><title>Perindo: Perempuan Jangan Takut Lapor Jika Alami Kekerasan!</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/13/338/2780510/perindo-perempuan-jangan-takut-lapor-jika-alami-kekerasan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/13/338/2780510/perindo-perempuan-jangan-takut-lapor-jika-alami-kekerasan</guid><pubDate>Senin 13 Maret 2023 21:21 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/13/338/2780510/perindo-perempuan-jangan-takut-lapor-jika-alami-kekerasan-ITR48OTwDv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Herlina Yulianti Azis (Foto: Tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/13/338/2780510/perindo-perempuan-jangan-takut-lapor-jika-alami-kekerasan-ITR48OTwDv.jpg</image><title>Herlina Yulianti Azis (Foto: Tangkapan layar)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua Bidang Perlindungan Anak dan Perempuan DPD Partai Perindo Jakarta Pusat, Herlina Yulianti Azis mengatakan perempuan yang menjadi korban kekerasan fisik maupun seksual harus berani speak up atau bicara.

Menurutnya, selama ini masyarakat Indonesia masih menganggap menjadi korban kekerasan merupakan aib.


BACA JUGA:
Punya Struktur Kuat, DPD Partai Perindo Donggala Yakin Menang di Pemilu 2024


&quot;Sudahi seperti itu, jangan takut untuk melapor kalau terjadi sesuatu,&quot; kata Herlina dalam Podcast Aksi Nyata Perindo bertajuk 'Perlindungan Hak-hak Perempuan dan Anak', Senin (13/3/2023).

Herlina menambahkan, enggannya perempuan untuk melapor juga didorong rasa takutnya terkait laporannya akan diproses pihak berwajib atau tidak. &quot;Kalau seandainya saya (korban) lapor ke Polisi apakah akan ditanggapi, itu ada satu hal seperti itu,&quot; ujarnya


BACA JUGA:
Peduli Terhadap Kasus Kekerasan Anak, Jadi Alasan Perempuan Ini Gabung Partai Perindo


Selanjutnya, rasa takut untuk melapor pada korban kekerasan keluarga juga perihal keluarga.

&quot;Seandainya saya lapor bagaimana dengan keluarga saya, bagaimana dengan keluarga suami saya itu yang paling sering perempuan kalau terjadi sesuatu itu takut untuk mengungkapkan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua Bidang Perlindungan Anak dan Perempuan DPD Partai Perindo Jakarta Pusat, Herlina Yulianti Azis mengatakan perempuan yang menjadi korban kekerasan fisik maupun seksual harus berani speak up atau bicara.

Menurutnya, selama ini masyarakat Indonesia masih menganggap menjadi korban kekerasan merupakan aib.


BACA JUGA:
Punya Struktur Kuat, DPD Partai Perindo Donggala Yakin Menang di Pemilu 2024


&quot;Sudahi seperti itu, jangan takut untuk melapor kalau terjadi sesuatu,&quot; kata Herlina dalam Podcast Aksi Nyata Perindo bertajuk 'Perlindungan Hak-hak Perempuan dan Anak', Senin (13/3/2023).

Herlina menambahkan, enggannya perempuan untuk melapor juga didorong rasa takutnya terkait laporannya akan diproses pihak berwajib atau tidak. &quot;Kalau seandainya saya (korban) lapor ke Polisi apakah akan ditanggapi, itu ada satu hal seperti itu,&quot; ujarnya


BACA JUGA:
Peduli Terhadap Kasus Kekerasan Anak, Jadi Alasan Perempuan Ini Gabung Partai Perindo


Selanjutnya, rasa takut untuk melapor pada korban kekerasan keluarga juga perihal keluarga.

&quot;Seandainya saya lapor bagaimana dengan keluarga saya, bagaimana dengan keluarga suami saya itu yang paling sering perempuan kalau terjadi sesuatu itu takut untuk mengungkapkan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
