<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hancurnya Hati Sang Anak saat Tahu Ibunya Disiram Air Keras oleh Ayah Tirinya Sendiri</title><description>Akbar mengatakan, bahwa dirinya melaporkan ayah tirinya tersebut lantaran geram karena melakukan kekerasan dalam rumah tangga</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/14/610/2780938/hancurnya-hati-sang-anak-saat-tahu-ibunya-disiram-air-keras-oleh-ayah-tirinya-sendiri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/14/610/2780938/hancurnya-hati-sang-anak-saat-tahu-ibunya-disiram-air-keras-oleh-ayah-tirinya-sendiri"/><item><title>Hancurnya Hati Sang Anak saat Tahu Ibunya Disiram Air Keras oleh Ayah Tirinya Sendiri</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/14/610/2780938/hancurnya-hati-sang-anak-saat-tahu-ibunya-disiram-air-keras-oleh-ayah-tirinya-sendiri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/14/610/2780938/hancurnya-hati-sang-anak-saat-tahu-ibunya-disiram-air-keras-oleh-ayah-tirinya-sendiri</guid><pubDate>Selasa 14 Maret 2023 15:12 WIB</pubDate><dc:creator>Dede Febriansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/14/610/2780938/hancurnya-hati-sang-anak-saat-tahu-ibunya-disiram-air-keras-oleh-ayah-tirinya-sendiri-Lg95iNceT5.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Radinsa hanya tertunduk geram saat melapor ke Polda Sumsel (Foto: MPI/Dede)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/14/610/2780938/hancurnya-hati-sang-anak-saat-tahu-ibunya-disiram-air-keras-oleh-ayah-tirinya-sendiri-Lg95iNceT5.JPG</image><title>Radinsa hanya tertunduk geram saat melapor ke Polda Sumsel (Foto: MPI/Dede)</title></images><description>PALEMBANG - Radinsa Abel Akbar (19), warga Jalan Mayor Zen, Kecamatan Kalidoni Palembang mendatangi Polda Sumsel untuk melaporkan aksi tindak kekerasan yang dilakukan ayah tirinya, MA (55).

Akbar mengatakan, bahwa dirinya melaporkan ayah tirinya tersebut lantaran geram karena melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap ibu kandungnya, Tap Ati (55).

&quot;Dia (MA) menyiram ibu saya dengan air keras. Saya tidak terima, makanya saya melapor ke polisi,&quot; ujar Akbar usai membuat laporan, Selasa (14/3/2023).


BACA JUGA:
Polisi Garuk 4 Gengster Pelaku Penyiraman Air Keras di Ciputat


Dijelaskan Akbar, peristiwa penyiraman air keras yang dilakukan MA terhadap Tap Ati terjadi, Jumat (10/3/2023) pagi, di kediamannya.

&quot;Ibu saya mengalami luka bakar di wajah, tangan, dan kakinya. Gara-gara ini, ibu saya juga mengalami radiasi dan terpaksa dirawat di RSMH Palembang,&quot; jelasnya.

Akbar menjelaskan, saat kejadian dirinya berada di rumah, namun tidak mengetahui pasti penyebab keributan dan motif penyiraman air keras tersebut.

&quot;Saat kejadian, saya memang ada di rumah. Saya hanya mendengar keributan yang terjadi tanpa mengetahui motif penyiraman air keras itu,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>PALEMBANG - Radinsa Abel Akbar (19), warga Jalan Mayor Zen, Kecamatan Kalidoni Palembang mendatangi Polda Sumsel untuk melaporkan aksi tindak kekerasan yang dilakukan ayah tirinya, MA (55).

Akbar mengatakan, bahwa dirinya melaporkan ayah tirinya tersebut lantaran geram karena melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap ibu kandungnya, Tap Ati (55).

&quot;Dia (MA) menyiram ibu saya dengan air keras. Saya tidak terima, makanya saya melapor ke polisi,&quot; ujar Akbar usai membuat laporan, Selasa (14/3/2023).


BACA JUGA:
Polisi Garuk 4 Gengster Pelaku Penyiraman Air Keras di Ciputat


Dijelaskan Akbar, peristiwa penyiraman air keras yang dilakukan MA terhadap Tap Ati terjadi, Jumat (10/3/2023) pagi, di kediamannya.

&quot;Ibu saya mengalami luka bakar di wajah, tangan, dan kakinya. Gara-gara ini, ibu saya juga mengalami radiasi dan terpaksa dirawat di RSMH Palembang,&quot; jelasnya.

Akbar menjelaskan, saat kejadian dirinya berada di rumah, namun tidak mengetahui pasti penyebab keributan dan motif penyiraman air keras tersebut.

&quot;Saat kejadian, saya memang ada di rumah. Saya hanya mendengar keributan yang terjadi tanpa mengetahui motif penyiraman air keras itu,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
