<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Boleh Berantem Satu Sama Lain, tapi...</title><description>Tak jarang, humor Gus Dur dimulai dengan menertawai dirinya sendiri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/15/337/2781088/humor-gus-dur-boleh-berantem-satu-sama-lain-tapi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/15/337/2781088/humor-gus-dur-boleh-berantem-satu-sama-lain-tapi"/><item><title>Humor Gus Dur: Boleh Berantem Satu Sama Lain, tapi...</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/15/337/2781088/humor-gus-dur-boleh-berantem-satu-sama-lain-tapi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/15/337/2781088/humor-gus-dur-boleh-berantem-satu-sama-lain-tapi</guid><pubDate>Rabu 15 Maret 2023 05:08 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/14/337/2781088/humor-gus-dur-boleh-berantem-satu-sama-lain-tapi-ZNCFu3Yvx3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gus Dur (Foto : Dok Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/14/337/2781088/humor-gus-dur-boleh-berantem-satu-sama-lain-tapi-ZNCFu3Yvx3.jpg</image><title>Gus Dur (Foto : Dok Ist)</title></images><description>PADA suatu ketika, Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur berceramah di depan sejumlah besar massa. Gus Dur kemudian mengajak massa untuk membaca sholawat bersama-sama dengan suara keras.
&quot;Dengan lantunan sholawat tadi, saya jadi tahu berapa banyak yang hadir di sini. Habis, saya tak bisa melihat. Jadi, untuk tahu besarnya yang hadir, ya dari suara sholawat saja,&quot; ucapnya dilansir dari NU.online

BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Persamaan Sakit Gigi, Wanita Hamil dan Rumput Tumbuh Tinggi

Ucapan tersebut tentu memang ciri khas Gus Dur yang gemar berguyon dan memiliki banyak cerita. Tak jarang, humor Gus Dur dimulai dengan menertawai dirinya sendiri, sehingga tak membuat orang lain tersinggung.
Tidak hanya melucu, Gus Dur juga seringkali menyampaikan petuah dan nasihat kepada orang-orang. Salah satu contoh adalah saat dia menyampaikan pesan kepada para hadirin dalam sebuah seminar di Batam.

BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Ketika Nama Presiden Salah Menjadi Nama Bandara

Gus Dur menjelaskan kebersamaan harus diawali dengan sikap berbaik hati terhadap sesama.
&amp;ldquo;Oleh karena itu seluruh umat bertanggung jawab atas masa depan bangsa. Boleh berantem satu sama lain tapi keselamatan bangsa tetap diutamakan,&amp;rdquo; kata Gus Dur disambut tawa peserta.</description><content:encoded>PADA suatu ketika, Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur berceramah di depan sejumlah besar massa. Gus Dur kemudian mengajak massa untuk membaca sholawat bersama-sama dengan suara keras.
&quot;Dengan lantunan sholawat tadi, saya jadi tahu berapa banyak yang hadir di sini. Habis, saya tak bisa melihat. Jadi, untuk tahu besarnya yang hadir, ya dari suara sholawat saja,&quot; ucapnya dilansir dari NU.online

BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Persamaan Sakit Gigi, Wanita Hamil dan Rumput Tumbuh Tinggi

Ucapan tersebut tentu memang ciri khas Gus Dur yang gemar berguyon dan memiliki banyak cerita. Tak jarang, humor Gus Dur dimulai dengan menertawai dirinya sendiri, sehingga tak membuat orang lain tersinggung.
Tidak hanya melucu, Gus Dur juga seringkali menyampaikan petuah dan nasihat kepada orang-orang. Salah satu contoh adalah saat dia menyampaikan pesan kepada para hadirin dalam sebuah seminar di Batam.

BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Ketika Nama Presiden Salah Menjadi Nama Bandara

Gus Dur menjelaskan kebersamaan harus diawali dengan sikap berbaik hati terhadap sesama.
&amp;ldquo;Oleh karena itu seluruh umat bertanggung jawab atas masa depan bangsa. Boleh berantem satu sama lain tapi keselamatan bangsa tetap diutamakan,&amp;rdquo; kata Gus Dur disambut tawa peserta.</content:encoded></item></channel></rss>
