<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Merapi Kembali Erupsi, PVMBG Imbau Warga Tak Beraktivitas di Daerah Bahaya</title><description>PVMBG mengatakan awan panas guguran teramati dengan jarak 1000 meter dari puncak, guguran mengarah ke barat daya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/15/337/2781304/gunung-merapi-kembali-erupsi-pvmbg-imbau-warga-tak-beraktivitas-di-daerah-bahaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/15/337/2781304/gunung-merapi-kembali-erupsi-pvmbg-imbau-warga-tak-beraktivitas-di-daerah-bahaya"/><item><title>Gunung Merapi Kembali Erupsi, PVMBG Imbau Warga Tak Beraktivitas di Daerah Bahaya</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/15/337/2781304/gunung-merapi-kembali-erupsi-pvmbg-imbau-warga-tak-beraktivitas-di-daerah-bahaya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/15/337/2781304/gunung-merapi-kembali-erupsi-pvmbg-imbau-warga-tak-beraktivitas-di-daerah-bahaya</guid><pubDate>Rabu 15 Maret 2023 08:00 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/15/337/2781304/gunung-merapi-kembali-erupsi-pvmbg-imbau-warga-tak-beraktivitas-di-daerah-bahaya-zJBuVHwRBO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Merapi Erupsi (Foto: PVMBG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/15/337/2781304/gunung-merapi-kembali-erupsi-pvmbg-imbau-warga-tak-beraktivitas-di-daerah-bahaya-zJBuVHwRBO.jpg</image><title>Gunung Merapi Erupsi (Foto: PVMBG)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xNS80LzE2NDI5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran (APG) pagi ini.
&amp;ldquo;(Tercatat) 1 kali gempa awan panas guguran, 30 kali gempa guguran, 14 kali gempa hybrid atau fase banyak, dan 5 kali gempa vulkanik dangkal,&amp;rdquo; lapor PVMBG lewat laman resminya, Selasa (15/3/2023).
PVMBG mengatakan awan panas guguran teramati dengan jarak 1000 meter dari puncak, guguran mengarah ke barat daya. Terjadi guguran, namun secara visual, jarak dan arah guguran tidak teramati.

BACA JUGA:
Lagi, Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh Seribu Meter&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sementara itu, PVMBG mengatakan gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 20-100 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah timur. Suhu udara sekitar 13-17&amp;deg;C. Kelembaban 59-83.1%. Tekanan udara 836.4-917.9 mmHg.
PVMBG mengatakan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

BACA JUGA:
Gunung Merapi Kembali Semburkan Awan Panas Sejauh 1.500 Meter




&amp;ldquo;Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak,&amp;rdquo; ungkapnya.
PVMBG pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. &amp;ldquo;Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi,&amp;rdquo; imbaunya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xNS80LzE2NDI5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran (APG) pagi ini.
&amp;ldquo;(Tercatat) 1 kali gempa awan panas guguran, 30 kali gempa guguran, 14 kali gempa hybrid atau fase banyak, dan 5 kali gempa vulkanik dangkal,&amp;rdquo; lapor PVMBG lewat laman resminya, Selasa (15/3/2023).
PVMBG mengatakan awan panas guguran teramati dengan jarak 1000 meter dari puncak, guguran mengarah ke barat daya. Terjadi guguran, namun secara visual, jarak dan arah guguran tidak teramati.

BACA JUGA:
Lagi, Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh Seribu Meter&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sementara itu, PVMBG mengatakan gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 20-100 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah timur. Suhu udara sekitar 13-17&amp;deg;C. Kelembaban 59-83.1%. Tekanan udara 836.4-917.9 mmHg.
PVMBG mengatakan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

BACA JUGA:
Gunung Merapi Kembali Semburkan Awan Panas Sejauh 1.500 Meter




&amp;ldquo;Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak,&amp;rdquo; ungkapnya.
PVMBG pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. &amp;ldquo;Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi,&amp;rdquo; imbaunya.

</content:encoded></item></channel></rss>
