<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   36 Hari Penyanderaan Pilot Susi Air, Pemerintah Terus Negosiasi dengan KKB   </title><description>&amp;nbsp;
Pemerintah Indonesia terus melakukan negoisasi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/15/337/2781471/36-hari-penyanderaan-pilot-susi-air-pemerintah-terus-negosiasi-dengan-kkb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/15/337/2781471/36-hari-penyanderaan-pilot-susi-air-pemerintah-terus-negosiasi-dengan-kkb"/><item><title>   36 Hari Penyanderaan Pilot Susi Air, Pemerintah Terus Negosiasi dengan KKB   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/15/337/2781471/36-hari-penyanderaan-pilot-susi-air-pemerintah-terus-negosiasi-dengan-kkb</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/15/337/2781471/36-hari-penyanderaan-pilot-susi-air-pemerintah-terus-negosiasi-dengan-kkb</guid><pubDate>Rabu 15 Maret 2023 12:58 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/15/337/2781471/36-hari-penyanderaan-pilot-susi-air-pemerintah-terus-negosiasi-dengan-kkb-OXjC9uAh8I.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pilot Susi Air disandera KKB/Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/15/337/2781471/36-hari-penyanderaan-pilot-susi-air-pemerintah-terus-negosiasi-dengan-kkb-OXjC9uAh8I.jpg</image><title>Pilot Susi Air disandera KKB/Foto: Istimewa</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xMi8xLzE2NDE2MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
JAKARTA - Pilot Susi Air, Kapten Philips Mark Marthens, masih disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), sejak 7 Februari 2023. Artinya penyanderaan warga negara Selandia Baru ini telah memasuki hari ke-36.

Pemerintah Indonesia pun terus melakukan negoisasi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua untuk pembebasan Kapten Philips.

BACA JUGA:
 Meninggal saat Tugas di Nabire, Tubuh Dokter Mawar Penuh Luka Lebam&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Kisdiyanto mengatakan, pihaknya bisa saja mengerahkan pasukan khusus dari tiga matra, namun hal tersebut dapat membahayakan Kapten Philips.

&quot;Kita bisa aja, TNI kita punya pasukan khusus, baik darat laut maupun udara, kita bisa langsung eksekusi Egianus Kogoya dan kelompoknya. Tapi tentu itu berisiko terhadap sandera. Sehingga dari pemerintah kita sedang melaksanakan negosiasi dulu, bagaimana sandera ini bisa selamat,&quot; kata Kisdiyanto di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/3/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

KKB Sandera Pilot Susi Air Hampir 40 Hari, Pencarian Masih Terus Dilakukan

&quot;Jadi sampai saat ini satuan TNI yang ada di wilayah Papua itu sedang melaksanakan atau sedang operasi di wilayah tersebut, untuk pengamanan membantu penegakkan hukum tersebut,&quot; sambungnya.

Kisdiyanto menjelaskan jika operasi yang dilakukan oleh TNI-Polri bersifat penegakkan hukum, dan bukan operasi militer. Sehingga, tidak serta merta mengerahkan pasukan khusus dan kekuatan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) yang dimiliki.

Hal tersebut, kata Kisdiyanto, juga dilakukan agar tidak membahayakan keselamatan pilot asal Selandia Baru itu.



&quot;Karena operasi tersebut adalah bersifat penegakkan hukum bukan bersifat operasi militer. Sehingga yang lebih dikedepankan adalah bagaimana sandera ini selamat,&quot; ucapnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xMi8xLzE2NDE2MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
JAKARTA - Pilot Susi Air, Kapten Philips Mark Marthens, masih disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), sejak 7 Februari 2023. Artinya penyanderaan warga negara Selandia Baru ini telah memasuki hari ke-36.

Pemerintah Indonesia pun terus melakukan negoisasi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua untuk pembebasan Kapten Philips.

BACA JUGA:
 Meninggal saat Tugas di Nabire, Tubuh Dokter Mawar Penuh Luka Lebam&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Kisdiyanto mengatakan, pihaknya bisa saja mengerahkan pasukan khusus dari tiga matra, namun hal tersebut dapat membahayakan Kapten Philips.

&quot;Kita bisa aja, TNI kita punya pasukan khusus, baik darat laut maupun udara, kita bisa langsung eksekusi Egianus Kogoya dan kelompoknya. Tapi tentu itu berisiko terhadap sandera. Sehingga dari pemerintah kita sedang melaksanakan negosiasi dulu, bagaimana sandera ini bisa selamat,&quot; kata Kisdiyanto di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/3/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

KKB Sandera Pilot Susi Air Hampir 40 Hari, Pencarian Masih Terus Dilakukan

&quot;Jadi sampai saat ini satuan TNI yang ada di wilayah Papua itu sedang melaksanakan atau sedang operasi di wilayah tersebut, untuk pengamanan membantu penegakkan hukum tersebut,&quot; sambungnya.

Kisdiyanto menjelaskan jika operasi yang dilakukan oleh TNI-Polri bersifat penegakkan hukum, dan bukan operasi militer. Sehingga, tidak serta merta mengerahkan pasukan khusus dan kekuatan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) yang dimiliki.

Hal tersebut, kata Kisdiyanto, juga dilakukan agar tidak membahayakan keselamatan pilot asal Selandia Baru itu.



&quot;Karena operasi tersebut adalah bersifat penegakkan hukum bukan bersifat operasi militer. Sehingga yang lebih dikedepankan adalah bagaimana sandera ini selamat,&quot; ucapnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
