<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tim SAR Masih Cari Empat Korban Longsor di Serasan Natuna</title><description>Ia berharap, setelah akses jalan penghubung antarkedua desa terhubung, beberapa fasilitas juga dapat diperbaiki</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/15/340/2781347/tim-sar-masih-cari-empat-korban-longsor-di-serasan-natuna</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/15/340/2781347/tim-sar-masih-cari-empat-korban-longsor-di-serasan-natuna"/><item><title>Tim SAR Masih Cari Empat Korban Longsor di Serasan Natuna</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/15/340/2781347/tim-sar-masih-cari-empat-korban-longsor-di-serasan-natuna</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/15/340/2781347/tim-sar-masih-cari-empat-korban-longsor-di-serasan-natuna</guid><pubDate>Rabu 15 Maret 2023 09:39 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/15/340/2781347/tim-sar-masih-cari-empat-korban-longsor-di-serasan-natuna-Ohpzujzxxi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Longsor di Natuna (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/15/340/2781347/tim-sar-masih-cari-empat-korban-longsor-di-serasan-natuna-Ohpzujzxxi.jpg</image><title>Longsor di Natuna (Foto: BNPB)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xNS8xLzE2NDI5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
NATUNA - Tim SAR Gabungan masih berupaya melakukan pencarian terhadap empat orang korban bencana tanah longsor di Kampung Molon, Dusun Genting, Desa Pangkalan, Serasan, Natuna, Kepulauan Riau (Kepri).
&quot;Kemarin menemukan dua korban, dengan ditemukannya dua korban tersebut, jumlah korban dalam pencarian saat ini menjadi empat orang,&quot; kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Natuna, Abdul Rahman, selaku SAR Mission Coordinator Tim Satgas Tanggap Bencana Longsor Serasan dan Serasan Timur dilansir Antara, Rabu (15/3/2023).
Jumlah total korban sebanyak 54 orang, telah ditemukan sebanyak 50 orang dengan rinciannya 49 terindentifikasi, satu tidak dikenal dan lima orang masih dinyatakan hilang (1 jenazah belum dikenali).
&quot;Satu korban terakhir kemarin ditemukan tidak jauh dari yang pertama, bersama dengan yang lain, kami terus melakukan penyisiran, menggali material puing-puing longsor pada titik dicurigai,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
48 Tewas Akibat Longsor Natuna, 6 Masih Hilang

Ia mengatakan Basarnas, bersama dengan unsur potensi SAR lainnya akan terus berusaha dan diharapkan hari ini akan terus dapat melakukan upaya pencarian hingga seluruh korban ditemukan.

BACA JUGA:
Longsor Timpa Rumah Warga di Kampung Sinarsari, 2 Orang Tewas dan 4 Belum Ditemukan

&quot;Unsur potensi SAR yang terlibat dalam pencarian antara lain TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Mabes Polri, Brimob, Polda Kepri, Polres Natuna, Kementerian ESDM, PMI, serta anggota Dewan, tokoh masyarakat, pengusaha, dan sejumlah masyarakat,&quot; kata Abdul Rahman.

Ia berharap, setelah akses jalan penghubung antarkedua desa terhubung, beberapa fasilitas juga dapat diperbaiki sembari proses pencarian tetap berlangsung.
&quot;Mengingat beberapa desa setelah lokasi longsor terisolir akan listrik, sementara bantuan yang harus dikirimkan ke desa terisolir melaui akses jalan lain dengan memutar, harapannya dapat kembali normal,&quot; kata dia.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xNS8xLzE2NDI5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
NATUNA - Tim SAR Gabungan masih berupaya melakukan pencarian terhadap empat orang korban bencana tanah longsor di Kampung Molon, Dusun Genting, Desa Pangkalan, Serasan, Natuna, Kepulauan Riau (Kepri).
&quot;Kemarin menemukan dua korban, dengan ditemukannya dua korban tersebut, jumlah korban dalam pencarian saat ini menjadi empat orang,&quot; kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Natuna, Abdul Rahman, selaku SAR Mission Coordinator Tim Satgas Tanggap Bencana Longsor Serasan dan Serasan Timur dilansir Antara, Rabu (15/3/2023).
Jumlah total korban sebanyak 54 orang, telah ditemukan sebanyak 50 orang dengan rinciannya 49 terindentifikasi, satu tidak dikenal dan lima orang masih dinyatakan hilang (1 jenazah belum dikenali).
&quot;Satu korban terakhir kemarin ditemukan tidak jauh dari yang pertama, bersama dengan yang lain, kami terus melakukan penyisiran, menggali material puing-puing longsor pada titik dicurigai,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
48 Tewas Akibat Longsor Natuna, 6 Masih Hilang

Ia mengatakan Basarnas, bersama dengan unsur potensi SAR lainnya akan terus berusaha dan diharapkan hari ini akan terus dapat melakukan upaya pencarian hingga seluruh korban ditemukan.

BACA JUGA:
Longsor Timpa Rumah Warga di Kampung Sinarsari, 2 Orang Tewas dan 4 Belum Ditemukan

&quot;Unsur potensi SAR yang terlibat dalam pencarian antara lain TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Mabes Polri, Brimob, Polda Kepri, Polres Natuna, Kementerian ESDM, PMI, serta anggota Dewan, tokoh masyarakat, pengusaha, dan sejumlah masyarakat,&quot; kata Abdul Rahman.

Ia berharap, setelah akses jalan penghubung antarkedua desa terhubung, beberapa fasilitas juga dapat diperbaiki sembari proses pencarian tetap berlangsung.
&quot;Mengingat beberapa desa setelah lokasi longsor terisolir akan listrik, sementara bantuan yang harus dikirimkan ke desa terisolir melaui akses jalan lain dengan memutar, harapannya dapat kembali normal,&quot; kata dia.

</content:encoded></item></channel></rss>
