<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Apa Hubungan Antara Supersemar dengan Lahirnya Orde Baru? Ini Penjelasannya</title><description>Apa Hubungan Antara Supersemar dengan Lahirnya Orde Baru? Ini Penjelasannya</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/17/337/2782840/apa-hubungan-antara-supersemar-dengan-lahirnya-orde-baru-ini-penjelasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/17/337/2782840/apa-hubungan-antara-supersemar-dengan-lahirnya-orde-baru-ini-penjelasannya"/><item><title>Apa Hubungan Antara Supersemar dengan Lahirnya Orde Baru? Ini Penjelasannya</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/17/337/2782840/apa-hubungan-antara-supersemar-dengan-lahirnya-orde-baru-ini-penjelasannya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/17/337/2782840/apa-hubungan-antara-supersemar-dengan-lahirnya-orde-baru-ini-penjelasannya</guid><pubDate>Jum'at 17 Maret 2023 12:41 WIB</pubDate><dc:creator>Asthesia Dhea Cantika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/17/337/2782840/apa-hubungan-antara-supersemar-dengan-lahirnya-orde-baru-ini-penjelasannya-DhvmrGxbpi.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/17/337/2782840/apa-hubungan-antara-supersemar-dengan-lahirnya-orde-baru-ini-penjelasannya-DhvmrGxbpi.jpeg</image><title>Ilustrasi (Foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA-&amp;nbsp; Menguak apa hubungan antara Supersemar dengan lahirnya Orde Baru akan dibahas dalam artikel ini. Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) identik dengan peristiwa G30S/PKI.

BACA JUGA:
Peristiwa Supersemar: Sejarah, Tujuan, isi, dan Dampaknya

Tak hanya itu, dokumen yang masih dipertanyakan keberadaannya ini juga identik dengan gerbang pintu lahirnya Orde Baru. Ya ini sebab Supersemar menjadi pembuka jalan bagi Soeharto untuk naik menjadi presiden dan mengubah tatanan Orde Lama yang dibangun oleh Soekarno.
Lantas, apa sebenarnya hubungan antara Supersemar dengan lahirnya Orde Baru? Simak penjelasannya berikut ini.

BACA JUGA:
4 Fakta Supersemar untuk Berikan Wewenang Soeharto Pulihkan Keamanan Usai G30S PKI

Melansir dari laman resmi Kemendikbud, Supersemar adalah surat yang berisi instruksi presiden kepada Letnan Jenderal Soeharto sebagai Menteri Panglima Angkatan Darat untuk mengambil tindakan dalam menjamin keamanan, ketenangan, dan stabilitas pemerintahan Indonesia.
Pada 1965 dunia politik dan ekonomi Indonesia mengalami kekacauan. Dalam buku yang berjudul Sejarah Indonesia Modern 1200-2004 (2007), MC Ricklefs menulis Demokrasi Terpimpin Soekarno mulai runtuh pada Oktober 1965.
Dalam tulisan tersebut, kekacauan politik Indonesia didasari oleh peristiwa G30S oleh PKI. Sementara ekonomi tinggi lantaran inflasi.
Setahun tak ada perubahan, justru inflasi mencapai 600 persen lebih. Rakyat pun mendesak tiga hal yang dikenal dengan Tritura.
Isi dari Tritura antara lain:
-Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI)
Pembersihan Kabinet Dwikora dari unsur-unsur yang terlibat G30S
-Penurunan harga
Puncak dari kekacauan ini tepat pada 11 Maret 1966, para mahasiswa melakukan demonstrasi besar-besaran di Istana Negara. Untuk mengatasi itu, Soeharto melalui 3 jenderal lainnya meminta Soekarno untuk memberikan surat perintah dalam mengatasi konflik apabila diberi kepercayaan.
Ketiga jenderal itu yakni Brigjen Amir Machmud selaku Panglima Kodam Jaya, Brigjen M Yusuf selaku Menteri Perindustrian Dasar, dan Mayjen Basuki Rachmat selaku Menteri Veteran dan Demobilisasi.
Permintaan Soeharto yang dianggap biasa oleh Soekarno itu dinilai berbeda bagi sang menteri. Setelah menandatangani surat perintah itu, dalam praktiknya, Supersemar diartikan Soeharto untuk mengambil alih kekuasaan dari Soekarno.
Itulah yang menjadi awal lahirnya orde baru yang digagas oleh Soeharto.
(RIN)</description><content:encoded>JAKARTA-&amp;nbsp; Menguak apa hubungan antara Supersemar dengan lahirnya Orde Baru akan dibahas dalam artikel ini. Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) identik dengan peristiwa G30S/PKI.

BACA JUGA:
Peristiwa Supersemar: Sejarah, Tujuan, isi, dan Dampaknya

Tak hanya itu, dokumen yang masih dipertanyakan keberadaannya ini juga identik dengan gerbang pintu lahirnya Orde Baru. Ya ini sebab Supersemar menjadi pembuka jalan bagi Soeharto untuk naik menjadi presiden dan mengubah tatanan Orde Lama yang dibangun oleh Soekarno.
Lantas, apa sebenarnya hubungan antara Supersemar dengan lahirnya Orde Baru? Simak penjelasannya berikut ini.

BACA JUGA:
4 Fakta Supersemar untuk Berikan Wewenang Soeharto Pulihkan Keamanan Usai G30S PKI

Melansir dari laman resmi Kemendikbud, Supersemar adalah surat yang berisi instruksi presiden kepada Letnan Jenderal Soeharto sebagai Menteri Panglima Angkatan Darat untuk mengambil tindakan dalam menjamin keamanan, ketenangan, dan stabilitas pemerintahan Indonesia.
Pada 1965 dunia politik dan ekonomi Indonesia mengalami kekacauan. Dalam buku yang berjudul Sejarah Indonesia Modern 1200-2004 (2007), MC Ricklefs menulis Demokrasi Terpimpin Soekarno mulai runtuh pada Oktober 1965.
Dalam tulisan tersebut, kekacauan politik Indonesia didasari oleh peristiwa G30S oleh PKI. Sementara ekonomi tinggi lantaran inflasi.
Setahun tak ada perubahan, justru inflasi mencapai 600 persen lebih. Rakyat pun mendesak tiga hal yang dikenal dengan Tritura.
Isi dari Tritura antara lain:
-Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI)
Pembersihan Kabinet Dwikora dari unsur-unsur yang terlibat G30S
-Penurunan harga
Puncak dari kekacauan ini tepat pada 11 Maret 1966, para mahasiswa melakukan demonstrasi besar-besaran di Istana Negara. Untuk mengatasi itu, Soeharto melalui 3 jenderal lainnya meminta Soekarno untuk memberikan surat perintah dalam mengatasi konflik apabila diberi kepercayaan.
Ketiga jenderal itu yakni Brigjen Amir Machmud selaku Panglima Kodam Jaya, Brigjen M Yusuf selaku Menteri Perindustrian Dasar, dan Mayjen Basuki Rachmat selaku Menteri Veteran dan Demobilisasi.
Permintaan Soeharto yang dianggap biasa oleh Soekarno itu dinilai berbeda bagi sang menteri. Setelah menandatangani surat perintah itu, dalam praktiknya, Supersemar diartikan Soeharto untuk mengambil alih kekuasaan dari Soekarno.
Itulah yang menjadi awal lahirnya orde baru yang digagas oleh Soeharto.
(RIN)</content:encoded></item></channel></rss>
