<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Mandor Pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Utang ke Warung Makan hingga Seratusan Juta</title><description>Tiga mandor pembangunan Masjid Sheikh Zayed berutang ke warung makan hingga seratusan juta.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/17/512/2782968/3-mandor-pembangunan-masjid-raya-sheikh-zayed-utang-ke-warung-makan-hingga-seratusan-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/17/512/2782968/3-mandor-pembangunan-masjid-raya-sheikh-zayed-utang-ke-warung-makan-hingga-seratusan-juta"/><item><title>3 Mandor Pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Utang ke Warung Makan hingga Seratusan Juta</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/17/512/2782968/3-mandor-pembangunan-masjid-raya-sheikh-zayed-utang-ke-warung-makan-hingga-seratusan-juta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/17/512/2782968/3-mandor-pembangunan-masjid-raya-sheikh-zayed-utang-ke-warung-makan-hingga-seratusan-juta</guid><pubDate>Jum'at 17 Maret 2023 15:22 WIB</pubDate><dc:creator>Romensy August</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/17/512/2782968/3-mandor-pembangunan-masjid-al-zayed-utang-ke-warung-makan-hingga-seratusan-juta-D34vfgEYDW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tiga mandor pembangunan Masjid Al Zayed Solo berutang ke warung makan hingga seratusan juta. (MPI/R August)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/17/512/2782968/3-mandor-pembangunan-masjid-al-zayed-utang-ke-warung-makan-hingga-seratusan-juta-D34vfgEYDW.jpg</image><title>Tiga mandor pembangunan Masjid Al Zayed Solo berutang ke warung makan hingga seratusan juta. (MPI/R August)</title></images><description>SOLO - Para mandor pembangunan Masjid Raya Syekh Zayed Gilingan Solo diketahui memiliki hutang hingga seratusan juta rupiah. Mereka berutang kepada pemilik warung makan.
Hal tersebut diketahui setelah salah seorang pemilik warung makan 'Restu Bunda' Dian Ika Sari, membeberkannya kepada wartawan, Jumat (17/03) siang.
&quot;Di sini ada 5 mandor. 2 orang beres karena mereka kan GSP bayarnya tunai,&quot; ujarnya di warungnya yang tepat berada di depan Masjid Al Zayed.
Dian menyebut, total uang yang belum dibayar 3 mandor tersebut mencapai Rp100 juta.
Rinciannya, mandor berinisial N baru membayar Rp 1 juta, dan Rp65 juta sisanya belum dibayar. Mandor G, dari Rp65 juta, baru membayar Rp35 juta. Sementara mandor yang tidak disebutkan inisialnya, berhutang Rp55 juta, tapi baru dibayar Rp5 juta.
Menurut Dian jumlah tersebut dihitung sejak awal pembangunan Masjid Al Zayed pada pertengahan 2020.

BACA JUGA:
Wapres Ingatkan Jamaah Tak Rusak Keindahan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo

&quot;Yang namanya banyak anak buahnya, misal pengajuan sekian hanya terima sekian. Salah satu mandor dari Demak itu, pengajuan puluhan juta cair Rp200 ribu,&quot; katanya.
Dian menambahkan dirinya ingin menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan.

BACA JUGA:
Selama Ramadhan 2023, Masjid Sheikh Zayed Solo Sediakan 4.000 Takjil Setiap Hari

&quot;Sebenarnya yang saya pegang omogan mereka. Dalam artian komitmen kalau mereka masih komitmen otomatis kami selesaikan secara kekeluargaan,&quot; ungkapnya.Sementara itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka saat diwawancarai memberikan tenggang waktu kepada mandor proyek untuk segera melunasi hutang di warung makan tersebut.
&quot;Segera (lunasi). Minggu inilah ya (sudah selesai). Mesake duwit semono ya (kasihan uang segitu),&quot; ujar Gibran.
Putra Sulung Presiden Jokowi itu menegaskan, seandainya tidak ada itikad baik dari mandor proyek untuk segera melunasi utang tersebut, ia akan turun tangan.
&quot;Ya tak parani wonge. Wis ono CP-ne,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>SOLO - Para mandor pembangunan Masjid Raya Syekh Zayed Gilingan Solo diketahui memiliki hutang hingga seratusan juta rupiah. Mereka berutang kepada pemilik warung makan.
Hal tersebut diketahui setelah salah seorang pemilik warung makan 'Restu Bunda' Dian Ika Sari, membeberkannya kepada wartawan, Jumat (17/03) siang.
&quot;Di sini ada 5 mandor. 2 orang beres karena mereka kan GSP bayarnya tunai,&quot; ujarnya di warungnya yang tepat berada di depan Masjid Al Zayed.
Dian menyebut, total uang yang belum dibayar 3 mandor tersebut mencapai Rp100 juta.
Rinciannya, mandor berinisial N baru membayar Rp 1 juta, dan Rp65 juta sisanya belum dibayar. Mandor G, dari Rp65 juta, baru membayar Rp35 juta. Sementara mandor yang tidak disebutkan inisialnya, berhutang Rp55 juta, tapi baru dibayar Rp5 juta.
Menurut Dian jumlah tersebut dihitung sejak awal pembangunan Masjid Al Zayed pada pertengahan 2020.

BACA JUGA:
Wapres Ingatkan Jamaah Tak Rusak Keindahan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo

&quot;Yang namanya banyak anak buahnya, misal pengajuan sekian hanya terima sekian. Salah satu mandor dari Demak itu, pengajuan puluhan juta cair Rp200 ribu,&quot; katanya.
Dian menambahkan dirinya ingin menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan.

BACA JUGA:
Selama Ramadhan 2023, Masjid Sheikh Zayed Solo Sediakan 4.000 Takjil Setiap Hari

&quot;Sebenarnya yang saya pegang omogan mereka. Dalam artian komitmen kalau mereka masih komitmen otomatis kami selesaikan secara kekeluargaan,&quot; ungkapnya.Sementara itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka saat diwawancarai memberikan tenggang waktu kepada mandor proyek untuk segera melunasi hutang di warung makan tersebut.
&quot;Segera (lunasi). Minggu inilah ya (sudah selesai). Mesake duwit semono ya (kasihan uang segitu),&quot; ujar Gibran.
Putra Sulung Presiden Jokowi itu menegaskan, seandainya tidak ada itikad baik dari mandor proyek untuk segera melunasi utang tersebut, ia akan turun tangan.
&quot;Ya tak parani wonge. Wis ono CP-ne,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
