<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir Bandang Minahasa Utara, Desa di Kaki Gunung Penuh Lumpur dan Batang Pohon</title><description>Desa yang berada di kaki Gunung Klabat itu tertutup material lumpur dan batang kayu, padahal hujan tidak berlangsung lama.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/18/340/2783539/banjir-bandang-minahasa-utara-desa-di-kaki-gunung-penuh-lumpur-dan-batang-pohon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/18/340/2783539/banjir-bandang-minahasa-utara-desa-di-kaki-gunung-penuh-lumpur-dan-batang-pohon"/><item><title>Banjir Bandang Minahasa Utara, Desa di Kaki Gunung Penuh Lumpur dan Batang Pohon</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/18/340/2783539/banjir-bandang-minahasa-utara-desa-di-kaki-gunung-penuh-lumpur-dan-batang-pohon</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/18/340/2783539/banjir-bandang-minahasa-utara-desa-di-kaki-gunung-penuh-lumpur-dan-batang-pohon</guid><pubDate>Sabtu 18 Maret 2023 19:55 WIB</pubDate><dc:creator>Subhan Sabu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/18/340/2783539/banjir-bandang-minahasa-utara-desa-di-kaki-gunung-penuh-lumpur-dan-batang-pohon-lpFaDd3yC5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir bandang menerjang Minahasa Utara (Foto: MPI/Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/18/340/2783539/banjir-bandang-minahasa-utara-desa-di-kaki-gunung-penuh-lumpur-dan-batang-pohon-lpFaDd3yC5.jpg</image><title>Banjir bandang menerjang Minahasa Utara (Foto: MPI/Istimewa)</title></images><description>MINUT - Banjir bandang menerjang Desa Klabat, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Provinsi Sulawesi Utara, Sabtu (18/3/2023).
Akibatnya, Desa yang berada di kaki Gunung Klabat itu tertutup material lumpur dan batang kayu, padahal hujan tidak berlangsung lama.

BACA JUGA:
Hulu Sungai Timur dan Selatan Kalsel Diterjang Banjir Bandang

Peristiwa yang terjadi sekira pukul 13.44 Wita itu juga mengakibatkan akses jalan menuju lingkar dari Minahasa Utara ke Kota Bitung putus dan tidak bisa di lewati kendaraan akibat tertutup material yang berasal dari Gunung Klabat.
Kepala BPBD Minut, Theodore Lumingkewas mengatakan banjir tersebut baru pertama kali terjadi di Desa Klabat. Terkait banyaknya batang-batang pohon yang hanyut dia mengaku akan melalukan penyelidikan.

BACA JUGA:
Banjir Bandang Terjang OKU Selatan, Tiga Rumah Warga Hanyut!

&quot;Kita akan selidiki, kita akan cek dulu karena banyak pohon-pohon kayu yang ada di jalan,&quot; kata Kaban BPBD Minut, Theodore Lumingkewas.
Saat ini kata dia pihaknya bersama masyarakat setempat masih berusaha membuka akses jalan dengan membersihkan batang-batang pohon yang menutupi badan jalan agar masyarakat tidak ada yang terisolasi.Selain itu kata dia, pembersihan dilakukan secepatnya untuk menjaga kemungkinan adanya banjir susulan dari gunung klabat.
&quot;Untuk jumlah rumah dan keluarga yang terdampak kami masih melakukan pendataan,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>MINUT - Banjir bandang menerjang Desa Klabat, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Provinsi Sulawesi Utara, Sabtu (18/3/2023).
Akibatnya, Desa yang berada di kaki Gunung Klabat itu tertutup material lumpur dan batang kayu, padahal hujan tidak berlangsung lama.

BACA JUGA:
Hulu Sungai Timur dan Selatan Kalsel Diterjang Banjir Bandang

Peristiwa yang terjadi sekira pukul 13.44 Wita itu juga mengakibatkan akses jalan menuju lingkar dari Minahasa Utara ke Kota Bitung putus dan tidak bisa di lewati kendaraan akibat tertutup material yang berasal dari Gunung Klabat.
Kepala BPBD Minut, Theodore Lumingkewas mengatakan banjir tersebut baru pertama kali terjadi di Desa Klabat. Terkait banyaknya batang-batang pohon yang hanyut dia mengaku akan melalukan penyelidikan.

BACA JUGA:
Banjir Bandang Terjang OKU Selatan, Tiga Rumah Warga Hanyut!

&quot;Kita akan selidiki, kita akan cek dulu karena banyak pohon-pohon kayu yang ada di jalan,&quot; kata Kaban BPBD Minut, Theodore Lumingkewas.
Saat ini kata dia pihaknya bersama masyarakat setempat masih berusaha membuka akses jalan dengan membersihkan batang-batang pohon yang menutupi badan jalan agar masyarakat tidak ada yang terisolasi.Selain itu kata dia, pembersihan dilakukan secepatnya untuk menjaga kemungkinan adanya banjir susulan dari gunung klabat.
&quot;Untuk jumlah rumah dan keluarga yang terdampak kami masih melakukan pendataan,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
