<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Oknum Guru Ngaji Cabuli 11 Murid di Madrasah, Begini Modus Pelaku   </title><description>Pelaku membuka les private untuk melancarkan aksinya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/18/525/2783267/oknum-guru-ngaji-cabuli-11-murid-di-madrasah-begini-modus-pelaku</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/18/525/2783267/oknum-guru-ngaji-cabuli-11-murid-di-madrasah-begini-modus-pelaku"/><item><title>Oknum Guru Ngaji Cabuli 11 Murid di Madrasah, Begini Modus Pelaku   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/18/525/2783267/oknum-guru-ngaji-cabuli-11-murid-di-madrasah-begini-modus-pelaku</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/18/525/2783267/oknum-guru-ngaji-cabuli-11-murid-di-madrasah-begini-modus-pelaku</guid><pubDate>Sabtu 18 Maret 2023 04:04 WIB</pubDate><dc:creator>Miftahudin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/18/525/2783267/oknum-guru-ngaji-cabuli-11-murid-di-madrasah-begini-modus-pelaku-OdKlge0xpN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/18/525/2783267/oknum-guru-ngaji-cabuli-11-murid-di-madrasah-begini-modus-pelaku-OdKlge0xpN.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wOS8xLzE2NDA0MC81L3g4ajU3bzg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
CIREBON - Satreskrim Polres Cirebon Kota, Jawa Barat menangkap seorang guru ngaji yang diduga mencabuli 11 anak di bawah umur di sebuah madrasah. Pelaku membuka les private untuk melancarkan aksinya.

Pelaku berinisial S, seorang guru ngaji di sebuah madrasah di Desa Pasindangan, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, langsung digelandang ke Mapolres Cirebon Kota.

BACA JUGA:
Korban Pencabulan di Jambi Alami Trauma, Mengurung Diri hingga Takut Ketemu Orang

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Ariek Indra Sentanu mengatakan, pelaku ditangkap usai orang tua korban melaporkan tindakan pelaku yang berbuat cabul terhadap 11 anak di bawah umur.

&amp;ldquo;Modus pelaku mengajak siswa untuk les private atau jam ngaji tambahan berdua, saat situasi sepi pelaku melancarkan aksinya,&amp;rdquo; ucapnya, Jumat (17/3/2023).

BACA JUGA:
Orangtua Laporkan Dugaan Pencabulan Puluhan Santri di Padang Lawas ke Polisi

Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wOS8xLzE2NDA0MC81L3g4ajU3bzg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
CIREBON - Satreskrim Polres Cirebon Kota, Jawa Barat menangkap seorang guru ngaji yang diduga mencabuli 11 anak di bawah umur di sebuah madrasah. Pelaku membuka les private untuk melancarkan aksinya.

Pelaku berinisial S, seorang guru ngaji di sebuah madrasah di Desa Pasindangan, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, langsung digelandang ke Mapolres Cirebon Kota.

BACA JUGA:
Korban Pencabulan di Jambi Alami Trauma, Mengurung Diri hingga Takut Ketemu Orang

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Ariek Indra Sentanu mengatakan, pelaku ditangkap usai orang tua korban melaporkan tindakan pelaku yang berbuat cabul terhadap 11 anak di bawah umur.

&amp;ldquo;Modus pelaku mengajak siswa untuk les private atau jam ngaji tambahan berdua, saat situasi sepi pelaku melancarkan aksinya,&amp;rdquo; ucapnya, Jumat (17/3/2023).

BACA JUGA:
Orangtua Laporkan Dugaan Pencabulan Puluhan Santri di Padang Lawas ke Polisi

Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

</content:encoded></item></channel></rss>
