<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Iwao Hakamada 50 Tahun Menanti Hukuman Mati, Kini Dapat Persidangan Ulang</title><description>Iwao merupakan orang terlama yang menunggu keputusan hukuman mati di dunia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/19/18/2783621/kisah-iwao-hakamada-50-tahun-menanti-hukuman-mati-kini-dapat-persidangan-ulang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/19/18/2783621/kisah-iwao-hakamada-50-tahun-menanti-hukuman-mati-kini-dapat-persidangan-ulang"/><item><title>Kisah Iwao Hakamada 50 Tahun Menanti Hukuman Mati, Kini Dapat Persidangan Ulang</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/19/18/2783621/kisah-iwao-hakamada-50-tahun-menanti-hukuman-mati-kini-dapat-persidangan-ulang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/19/18/2783621/kisah-iwao-hakamada-50-tahun-menanti-hukuman-mati-kini-dapat-persidangan-ulang</guid><pubDate>Minggu 19 Maret 2023 08:00 WIB</pubDate><dc:creator>Faisal Haris</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/19/18/2783621/kisah-iwao-hakamada-50-tahun-menanti-hukuman-mati-kini-dapat-persidangan-ulang-whjRyoEaLz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Iwao Hakamada (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/19/18/2783621/kisah-iwao-hakamada-50-tahun-menanti-hukuman-mati-kini-dapat-persidangan-ulang-whjRyoEaLz.jpg</image><title>Iwao Hakamada (Foto: AFP)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xOC8xLzE2NDQwMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JEPANG &amp;ndash; Iwao Hakamada merupakan seorang pria asal Jepang yang saat ini berusia 87 tahun. Ia menanti hukuman mati&amp;nbsp;selama hampir setengah abad dan kini akan diberikan menjalani persidangan ulang. Menurut Amnesty International, Iwao merupakan orang terlama yang menunggu keputusan hukuman mati di dunia.
Iwao divonis hukum mati oleh pengadilan Jepang pada tahun 1968. Putusan tersebut diberikan kepada Iwao atas tuduhan pembunuhan terhadap bosnya sendiri, termasuk juga pembunuhan terhadap istri dan kedua anaknya pada tahun 1966.
Mantan petinju profesional itu mengakui perbuatannya setelah diinterogasi oleh pihak berwenang selama 20 hari. Selama 20 hari itu juga Iwao mengaku mendapatkan penyiksaan. Akhirnya, Iwao pun mencabut pengakuannya di pengadilan.

BACA JUGA:
Pelaku Penusukan Juru Parkir hingga Tewas di Pasar Tasik Terancam Hukuman Mati&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Perlu diketahui, Iwao Hakameda ditangkap polisi dan dituduh sebagai perampok sekaligus pembunuh bosnya beserta keluarganya dengan cara menikamnya di sebuah pabrik pengolahan kedelai di Shizuoka, bagian barat Tokyo pada tahun 1966.

BACA JUGA:
Dedi Mulyadi Pekerjakan Guru yang Dipecat Usai Komentari Ridwan Kamil Maneh

1. Sistem hukum Jepang dikritik
Kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) mengkritik terkait sistem hukum di Jepang. menurut kelompok HAM, Jepang sering ketergantungan terhadap pengakuan tersangka dalam suatu kasus, yang dimana menurut mereka sering diperoleh polisi dengan paksaan.
&quot;Hukuman Hakamada didasarkan 'pengakuan' yang dipaksakan dan ada keraguan yang serius tentang bukti lain yang digunakan untuk memberatkan hukumannya,&quot; kata direktur Amnesty Internasional Jepang, Hideaki Nakagawa.2. Kesehatan Iwao Hakameda memburuk selama di penjara
Menurut pihak keluarga, kesehatan mental Iwao Hakamada terus memburuk setelah puluhan tahun dipenjara.
&quot;Kita tak bisa menunda lagi untuk memulihkan Hakamada, yang telah berusia lanjut 87 tahun, dan mengalami penderitaan mental dan fisik setelah 47 tahun berada di dalam bui,&quot; kata Ketua Asosiasi Pengacara Jepang, Motoji Kobayashi.
3. Keluarga Iwao Hakameda sangat menanti persidangan ulang
Pihak keluarga Iwao Hakameda sangat menanti penantian panjang persidangan ulang kasus ini. Khususnya, Hideko Hakameda yang merupakan seorang kakak dari Iwao.
&amp;ldquo;Saya sudah menunggu hari ini selama 57 tahun, dan akhirnya tiba juga,&quot; kata Hideko. Perempuan 90 tahun ini menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk kebebasan kakaknya.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xOC8xLzE2NDQwMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JEPANG &amp;ndash; Iwao Hakamada merupakan seorang pria asal Jepang yang saat ini berusia 87 tahun. Ia menanti hukuman mati&amp;nbsp;selama hampir setengah abad dan kini akan diberikan menjalani persidangan ulang. Menurut Amnesty International, Iwao merupakan orang terlama yang menunggu keputusan hukuman mati di dunia.
Iwao divonis hukum mati oleh pengadilan Jepang pada tahun 1968. Putusan tersebut diberikan kepada Iwao atas tuduhan pembunuhan terhadap bosnya sendiri, termasuk juga pembunuhan terhadap istri dan kedua anaknya pada tahun 1966.
Mantan petinju profesional itu mengakui perbuatannya setelah diinterogasi oleh pihak berwenang selama 20 hari. Selama 20 hari itu juga Iwao mengaku mendapatkan penyiksaan. Akhirnya, Iwao pun mencabut pengakuannya di pengadilan.

BACA JUGA:
Pelaku Penusukan Juru Parkir hingga Tewas di Pasar Tasik Terancam Hukuman Mati&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Perlu diketahui, Iwao Hakameda ditangkap polisi dan dituduh sebagai perampok sekaligus pembunuh bosnya beserta keluarganya dengan cara menikamnya di sebuah pabrik pengolahan kedelai di Shizuoka, bagian barat Tokyo pada tahun 1966.

BACA JUGA:
Dedi Mulyadi Pekerjakan Guru yang Dipecat Usai Komentari Ridwan Kamil Maneh

1. Sistem hukum Jepang dikritik
Kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) mengkritik terkait sistem hukum di Jepang. menurut kelompok HAM, Jepang sering ketergantungan terhadap pengakuan tersangka dalam suatu kasus, yang dimana menurut mereka sering diperoleh polisi dengan paksaan.
&quot;Hukuman Hakamada didasarkan 'pengakuan' yang dipaksakan dan ada keraguan yang serius tentang bukti lain yang digunakan untuk memberatkan hukumannya,&quot; kata direktur Amnesty Internasional Jepang, Hideaki Nakagawa.2. Kesehatan Iwao Hakameda memburuk selama di penjara
Menurut pihak keluarga, kesehatan mental Iwao Hakamada terus memburuk setelah puluhan tahun dipenjara.
&quot;Kita tak bisa menunda lagi untuk memulihkan Hakamada, yang telah berusia lanjut 87 tahun, dan mengalami penderitaan mental dan fisik setelah 47 tahun berada di dalam bui,&quot; kata Ketua Asosiasi Pengacara Jepang, Motoji Kobayashi.
3. Keluarga Iwao Hakameda sangat menanti persidangan ulang
Pihak keluarga Iwao Hakameda sangat menanti penantian panjang persidangan ulang kasus ini. Khususnya, Hideko Hakameda yang merupakan seorang kakak dari Iwao.
&amp;ldquo;Saya sudah menunggu hari ini selama 57 tahun, dan akhirnya tiba juga,&quot; kata Hideko. Perempuan 90 tahun ini menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk kebebasan kakaknya.



</content:encoded></item></channel></rss>
