<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>100 Ribu Tentara Ukraina Tewas Jadi Bukti Besarnya Perang dengan Rusia</title><description>Ukraina juga mengatakan bahwa pasukannya berhasil menghancurkan 25 tank Rusia dalam dua hari terakhir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/20/18/2783993/100-ribu-tentara-ukraina-tewas-jadi-bukti-besarnya-perang-dengan-rusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/20/18/2783993/100-ribu-tentara-ukraina-tewas-jadi-bukti-besarnya-perang-dengan-rusia"/><item><title>100 Ribu Tentara Ukraina Tewas Jadi Bukti Besarnya Perang dengan Rusia</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/20/18/2783993/100-ribu-tentara-ukraina-tewas-jadi-bukti-besarnya-perang-dengan-rusia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/20/18/2783993/100-ribu-tentara-ukraina-tewas-jadi-bukti-besarnya-perang-dengan-rusia</guid><pubDate>Senin 20 Maret 2023 05:00 WIB</pubDate><dc:creator>Amelia Hermawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/20/18/2783993/100-ribu-tentara-ukraina-tewas-jadi-bukti-besarnya-perang-dengan-rusia-EgXStbVyZF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Perang Rusia dan Ukraina (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/20/18/2783993/100-ribu-tentara-ukraina-tewas-jadi-bukti-besarnya-perang-dengan-rusia-EgXStbVyZF.jpg</image><title>Ilustrasi Perang Rusia dan Ukraina (Foto: AFP)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xOS8xNy8xNjQ0MjUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
WASHINGTON - 24 Februari kemarin tepat satu tahun invasi Rusia ke Ukraina. Perang yang terjadi karena Ukraina menuduh Rusia mengirimkan pasukan dan senjatanya untuk mendukung pemberontak ini berhasil menewaskan banyak prajurit.
Selasa kemarin Ukraina mengklaim bahwa lebih dari 100.000 prajurit Rusia tewas dalam 24 jam terakhir. Ukraina juga mengatakan bahwa pasukannya berhasil menghancurkan 25 tank Rusia dalam dua hari terakhir.
Namun, Moskow membantah hal tersebut dan mengatakan bahwa pihaknya telah menewaskan banyak prajurit Ukraina. Banyaknya prajurit yang tewas di medan perang memperlihatkan besarnya perang kedua negara ini.
Banyak negara yang prihatin akan kejadian ini, salah satunya yaitu Amerika Serikat. Jenderal Amerika Serikat pun memperkirakan sekitar 100.000 prajurit Ukraina tewas sejak perang ini dimulai.

BACA JUGA:
Imbas Perang Rusia-Ukraina, Begini Dampaknya ke Industri Furniture

Kurangnya amunisi, pertanahan udara dan prajurit yang berpengalaman membuat Washington prihatin dengan Ukraina. Padahal menurut laporan media AS, Ukraina akan melancarkan serangan balas dendam kepada Rusia pada bulan Mei.

BACA JUGA:
Fakta G20 Memanas, Saling Marah Atas Perang Rusia di Ukraina Selama Pertemuan

&quot;Lebih dari 100.000 pasukan Ukraina telah tewas dalam perang selama setahun, pejabat AS memperkirakan, termasuk tentara yang paling berpengalaman,&amp;rdquo; tulis Politico.Selama berbulan bulan berlalu, pertempuran ini difokuskan di Bakhmut. Kota yang terus diperebutkan oleh Rusia dan saat ini kota tersebut hampir sepenuhnya dikepung.
Pejabat Amerika Serikat pun mengirim laporan kepada Ukraina untuk mundur dan menyerahkan Bakhmut supaya kerugian bisa dikurangi. Namun Presiden Ukraina menegaskan bahwa ia tidak mau menyerahkan Bakhmut.
Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Soigu pada minggu lalu mengumumkan bahwa Ukraina telah kehilangan 11.000 tentara pada Februari. Jumlah korban tewas dan terluka pun meningkat sebanyak 40% sejak Januari.





</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xOS8xNy8xNjQ0MjUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
WASHINGTON - 24 Februari kemarin tepat satu tahun invasi Rusia ke Ukraina. Perang yang terjadi karena Ukraina menuduh Rusia mengirimkan pasukan dan senjatanya untuk mendukung pemberontak ini berhasil menewaskan banyak prajurit.
Selasa kemarin Ukraina mengklaim bahwa lebih dari 100.000 prajurit Rusia tewas dalam 24 jam terakhir. Ukraina juga mengatakan bahwa pasukannya berhasil menghancurkan 25 tank Rusia dalam dua hari terakhir.
Namun, Moskow membantah hal tersebut dan mengatakan bahwa pihaknya telah menewaskan banyak prajurit Ukraina. Banyaknya prajurit yang tewas di medan perang memperlihatkan besarnya perang kedua negara ini.
Banyak negara yang prihatin akan kejadian ini, salah satunya yaitu Amerika Serikat. Jenderal Amerika Serikat pun memperkirakan sekitar 100.000 prajurit Ukraina tewas sejak perang ini dimulai.

BACA JUGA:
Imbas Perang Rusia-Ukraina, Begini Dampaknya ke Industri Furniture

Kurangnya amunisi, pertanahan udara dan prajurit yang berpengalaman membuat Washington prihatin dengan Ukraina. Padahal menurut laporan media AS, Ukraina akan melancarkan serangan balas dendam kepada Rusia pada bulan Mei.

BACA JUGA:
Fakta G20 Memanas, Saling Marah Atas Perang Rusia di Ukraina Selama Pertemuan

&quot;Lebih dari 100.000 pasukan Ukraina telah tewas dalam perang selama setahun, pejabat AS memperkirakan, termasuk tentara yang paling berpengalaman,&amp;rdquo; tulis Politico.Selama berbulan bulan berlalu, pertempuran ini difokuskan di Bakhmut. Kota yang terus diperebutkan oleh Rusia dan saat ini kota tersebut hampir sepenuhnya dikepung.
Pejabat Amerika Serikat pun mengirim laporan kepada Ukraina untuk mundur dan menyerahkan Bakhmut supaya kerugian bisa dikurangi. Namun Presiden Ukraina menegaskan bahwa ia tidak mau menyerahkan Bakhmut.
Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Soigu pada minggu lalu mengumumkan bahwa Ukraina telah kehilangan 11.000 tentara pada Februari. Jumlah korban tewas dan terluka pun meningkat sebanyak 40% sejak Januari.





</content:encoded></item></channel></rss>
