<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dinkes DKI: Situasi Covid-19 di Jakarta Sangat Terkendali</title><description>Sebanyak enam orang meninggal dunia akibat Covid-19 selama sepekan terakhir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/20/338/2784029/dinkes-dki-situasi-covid-19-di-jakarta-sangat-terkendali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/20/338/2784029/dinkes-dki-situasi-covid-19-di-jakarta-sangat-terkendali"/><item><title>Dinkes DKI: Situasi Covid-19 di Jakarta Sangat Terkendali</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/20/338/2784029/dinkes-dki-situasi-covid-19-di-jakarta-sangat-terkendali</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/20/338/2784029/dinkes-dki-situasi-covid-19-di-jakarta-sangat-terkendali</guid><pubDate>Senin 20 Maret 2023 06:39 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/20/338/2784029/dinkes-dki-situasi-covid-19-di-jakarta-sangat-terkendali-Q4rAIfeaOU.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/20/338/2784029/dinkes-dki-situasi-covid-19-di-jakarta-sangat-terkendali-Q4rAIfeaOU.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memastikan situasi pandemi Covid-19 saat ini sangat terkendali meski ada kenaikan kasus positif dan kematian. Sebanyak enam orang meninggal dunia akibat Covid-19 selama sepekan terakhir.

&quot;Situasi Covid-19 di Jakarta sangat terkendali walaupun ada sedikit kenaikan kasus positif dan kematian dalam 1 minggu terakhir. Kita fokus mencegah kematian pada kasus positif, karena dalam seminggu terakhir ada 6 orang meninggal,&quot; kata Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta, Ngabila Salama dalam keterangannya, Senin (20/3/2023).

Ngabila menjelaskan enam orang meninggal diatas usia 50 tahun dan memiliki komorbid berat. Selain itu belum vaksinasi Covid-19 juga menjadi faktor.


BACA JUGA:
Peziarah Padati TPU Covid-19 Rorotan Jelang Ramadhan 1444 H


&quot;Semua berusia diatas 50 tahun, 4 orang beluk vaksin sama sekali, 2 orang sudah vaksin dosis 3 (belum vaksinasi dosis ke-4), dan semua memiliki komorbid berat terutama hipertensi dan diabetes mellitus yang merupakan silent killer dan mother of disease,&quot; ucapnya.

Sementara itu, kondisi keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) yang menjalani perawatan dibawah angka 10 persen.

&quot;BOR keterisian rumah sakit relatif tetap di 6-7 persen,&quot; jelasnya.

Lebih lanjut, Dinkes DKI mengimbau agar masyarakat tertib bermasker hingga menghindari sementara orang yang tidak sehat. Tak hanya itu, vaksinasi juga terus digenjot Pemprov DKI.

&quot;Apa pun variannya, cegah sakit dengan disiplin bermasker, hindari orang yang sedang sakit. Masker dapat melindungi dari berbagai penyakit menular seperti batuk pilek yang disebabkan oleh virus/bakteri lainnya, campak, rubella, TBC, difteri, dll. Cegah kematian dengan vaksinasi Covid-19 lengkap sebanyak 4 kali untuk usia 18 tahun ke atas. Selagi ada dan gratis. Lokasi vaksinasi dapat dilihat di instagram @dinkesdki atau puskesmas dan RSUD terdekat dari lokasi warga berada. Bisa untuk KTP seluruh Indonesia,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memastikan situasi pandemi Covid-19 saat ini sangat terkendali meski ada kenaikan kasus positif dan kematian. Sebanyak enam orang meninggal dunia akibat Covid-19 selama sepekan terakhir.

&quot;Situasi Covid-19 di Jakarta sangat terkendali walaupun ada sedikit kenaikan kasus positif dan kematian dalam 1 minggu terakhir. Kita fokus mencegah kematian pada kasus positif, karena dalam seminggu terakhir ada 6 orang meninggal,&quot; kata Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta, Ngabila Salama dalam keterangannya, Senin (20/3/2023).

Ngabila menjelaskan enam orang meninggal diatas usia 50 tahun dan memiliki komorbid berat. Selain itu belum vaksinasi Covid-19 juga menjadi faktor.


BACA JUGA:
Peziarah Padati TPU Covid-19 Rorotan Jelang Ramadhan 1444 H


&quot;Semua berusia diatas 50 tahun, 4 orang beluk vaksin sama sekali, 2 orang sudah vaksin dosis 3 (belum vaksinasi dosis ke-4), dan semua memiliki komorbid berat terutama hipertensi dan diabetes mellitus yang merupakan silent killer dan mother of disease,&quot; ucapnya.

Sementara itu, kondisi keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) yang menjalani perawatan dibawah angka 10 persen.

&quot;BOR keterisian rumah sakit relatif tetap di 6-7 persen,&quot; jelasnya.

Lebih lanjut, Dinkes DKI mengimbau agar masyarakat tertib bermasker hingga menghindari sementara orang yang tidak sehat. Tak hanya itu, vaksinasi juga terus digenjot Pemprov DKI.

&quot;Apa pun variannya, cegah sakit dengan disiplin bermasker, hindari orang yang sedang sakit. Masker dapat melindungi dari berbagai penyakit menular seperti batuk pilek yang disebabkan oleh virus/bakteri lainnya, campak, rubella, TBC, difteri, dll. Cegah kematian dengan vaksinasi Covid-19 lengkap sebanyak 4 kali untuk usia 18 tahun ke atas. Selagi ada dan gratis. Lokasi vaksinasi dapat dilihat di instagram @dinkesdki atau puskesmas dan RSUD terdekat dari lokasi warga berada. Bisa untuk KTP seluruh Indonesia,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
