<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Mutilasi di Bogor, Polisi Dalami Hubungan Sesama Jenis Korban dan Pelaku</title><description>Kasus mutilasi di Bogor, polisi masih mendalami hubungan spesial antara korban dengan pelaku.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/20/338/2784297/kasus-mutilasi-di-bogor-polisi-dalami-hubungan-sesama-jenis-korban-dan-pelaku</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/20/338/2784297/kasus-mutilasi-di-bogor-polisi-dalami-hubungan-sesama-jenis-korban-dan-pelaku"/><item><title>Kasus Mutilasi di Bogor, Polisi Dalami Hubungan Sesama Jenis Korban dan Pelaku</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/20/338/2784297/kasus-mutilasi-di-bogor-polisi-dalami-hubungan-sesama-jenis-korban-dan-pelaku</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/20/338/2784297/kasus-mutilasi-di-bogor-polisi-dalami-hubungan-sesama-jenis-korban-dan-pelaku</guid><pubDate>Senin 20 Maret 2023 13:49 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/20/338/2784297/kasus-mutilasi-di-bogor-polisi-dalami-hubungan-sesama-jenis-korban-dan-pelaku-Bwl9ap7gVl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi masih mendalami hubungan sesama jenis korban dan pelaku. (MPI/Putra Ramadhani Astyawan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/20/338/2784297/kasus-mutilasi-di-bogor-polisi-dalami-hubungan-sesama-jenis-korban-dan-pelaku-Bwl9ap7gVl.jpg</image><title>Polisi masih mendalami hubungan sesama jenis korban dan pelaku. (MPI/Putra Ramadhani Astyawan)</title></images><description>

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xOC8xLzE2NDM5Ni81L3g4ajk3YTk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


BOGOR - Polisi masih mendalami hubungan antara pelaku mutilasi DA (35) dengan korbannya R (43). Pelaku sejauh ini tidak mengakui adanya hubungan spesial (sesama jenis) antara dirinya dengan korban.

&quot;Kalau pelaku enggak ngakui (hubungan lebih). Jadi cuma bilang bahwa memang beberapa kali menginap di tempat tinggal korban,&quot; kata Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Yohanes Redhoi, Senin (20/3/2023).

Pelaku mengakui kedekatannya hanya sebatas sopir pribadi korban. Namun, tiba-tiba korban memintanya melakukan hand job yang memicu pelaku melakukan aksi sadisnya.

&quot;Kalau hubungan khusus hanya sekadar si pelaku bekerja sebagai sopir pribadi mengantar si korban ke sana ke mari. Hanya itu saja. Terus tiba-tiba di hari kejadian, dia diminta untuk hand job,&quot; jelasnya.

Karena itu, belum dapat dipastikan bahwa antara korban memiliki hubungan khusus sesama jenis atau pasangan Lesbian Gay Biseks Transgender (LGBT).



BACA JUGA:
5 Fakta Mayat dalam Koper di Bogor, Dimutilasi dengan Gerinda




&quot;Belum. Kalau hubungan LGBT pelaku tidak mengakui,&quot; ucapnya.

Di samping itu, polisi masih mencari potongan tubuh milik korban, yakni kaki kanan dan kepala. Polisi juga bekerasama dengan Polsek Tigaraksa.



BACA JUGA:
 Polisi: Kaki Kiri Korban Mutilasi dalam Koper Ditemukan di Sungai Cimanceuri



&quot;Masih dicari (kaki dan kepala),&quot; tutupnya.


Sebelumnya, pelaku mutilasi pria dalam koper berinisial DA (35) di wilayah Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor ditangkap polisi. Pelaku ditangkap di wilayah Yogyakarta.



Hasil pemeriksaan sementara, pelaku nekat memutilasi korbannya berinisial R karena terlibat pertengkaran. Pelaku menolak permintaan korban untuk melakukan hand job.

</description><content:encoded>

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xOC8xLzE2NDM5Ni81L3g4ajk3YTk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


BOGOR - Polisi masih mendalami hubungan antara pelaku mutilasi DA (35) dengan korbannya R (43). Pelaku sejauh ini tidak mengakui adanya hubungan spesial (sesama jenis) antara dirinya dengan korban.

&quot;Kalau pelaku enggak ngakui (hubungan lebih). Jadi cuma bilang bahwa memang beberapa kali menginap di tempat tinggal korban,&quot; kata Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Yohanes Redhoi, Senin (20/3/2023).

Pelaku mengakui kedekatannya hanya sebatas sopir pribadi korban. Namun, tiba-tiba korban memintanya melakukan hand job yang memicu pelaku melakukan aksi sadisnya.

&quot;Kalau hubungan khusus hanya sekadar si pelaku bekerja sebagai sopir pribadi mengantar si korban ke sana ke mari. Hanya itu saja. Terus tiba-tiba di hari kejadian, dia diminta untuk hand job,&quot; jelasnya.

Karena itu, belum dapat dipastikan bahwa antara korban memiliki hubungan khusus sesama jenis atau pasangan Lesbian Gay Biseks Transgender (LGBT).



BACA JUGA:
5 Fakta Mayat dalam Koper di Bogor, Dimutilasi dengan Gerinda




&quot;Belum. Kalau hubungan LGBT pelaku tidak mengakui,&quot; ucapnya.

Di samping itu, polisi masih mencari potongan tubuh milik korban, yakni kaki kanan dan kepala. Polisi juga bekerasama dengan Polsek Tigaraksa.



BACA JUGA:
 Polisi: Kaki Kiri Korban Mutilasi dalam Koper Ditemukan di Sungai Cimanceuri



&quot;Masih dicari (kaki dan kepala),&quot; tutupnya.


Sebelumnya, pelaku mutilasi pria dalam koper berinisial DA (35) di wilayah Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor ditangkap polisi. Pelaku ditangkap di wilayah Yogyakarta.



Hasil pemeriksaan sementara, pelaku nekat memutilasi korbannya berinisial R karena terlibat pertengkaran. Pelaku menolak permintaan korban untuk melakukan hand job.

</content:encoded></item></channel></rss>
