<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPBD Cianjur: Segera Mengungsi jika Melihat Tanda Alam Terjadi Bencana</title><description>Sebagian besar wilayah Cianjur masuk dalam zona merah bencana alam kedua tertinggi di Jabar</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/20/525/2783959/bpbd-cianjur-segera-mengungsi-jika-melihat-tanda-alam-terjadi-bencana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/20/525/2783959/bpbd-cianjur-segera-mengungsi-jika-melihat-tanda-alam-terjadi-bencana"/><item><title>BPBD Cianjur: Segera Mengungsi jika Melihat Tanda Alam Terjadi Bencana</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/20/525/2783959/bpbd-cianjur-segera-mengungsi-jika-melihat-tanda-alam-terjadi-bencana</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/20/525/2783959/bpbd-cianjur-segera-mengungsi-jika-melihat-tanda-alam-terjadi-bencana</guid><pubDate>Senin 20 Maret 2023 00:30 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/20/525/2783959/bpbd-cianjur-segera-mengungsi-jika-melihat-tanda-alam-terjadi-bencana-yr6xWrtBCl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/20/525/2783959/bpbd-cianjur-segera-mengungsi-jika-melihat-tanda-alam-terjadi-bencana-yr6xWrtBCl.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xOS8xNy8xNjQ0MjUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
CIANJUR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meminta warga di seluruh wilayah Cianjur, untuk siaga dan waspada bencana serta segera mengungsi jika melihat tanda alam akan terjadi bencana banjir, longsor dan pergerakan tanah.
Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Dindin mengatakan bahwa sejak dua pekan terakhir pihaknya mendapat 6 laporan kejadian bencana alam yang melanda sejumlah kecamatan di Cianjur seperti banjir dan longsor serta pergerakan tanah di Kecamatan Sukaresmi.
&quot;Informasi dari BMKG curah hujan masih tinggi sampai akhir bulan Maret, sehingga warga di sejumlah wilayah diminta untuk tetap siaga dan waspada karena dapat memicu terjadinya bencana alam banjir, longsor dan pergerakan tanah,&quot; katanya dilansir Antara, Senin (20/3/2023).

BACA JUGA:
Banjir Rendam TPU Budi Darma, Peziarah Kesulitan Temukan Makam Keluarga

Dindin menjelaskan sebagian besar wilayah Cianjur masuk dalam zona merah bencana alam kedua tertinggi di Jabar, sehingga pihaknya menyiagakan seluruh relawan tangguh bencana untuk melakukan pengawasan dan segera melapor ketika melihat tanda alam akan terjadinya bencana.

BACA JUGA:
BPBD Lebak Minta Warga Waspadai Banjir dan Longsor pada Dini Hari
Bahkan di wilayah pantai selatan Cianjur, pihaknya berkoordinasi dengan TNI/Polri untuk mengimbau warga terutama nelayan dan wisatawan untuk tidak bermain air di pinggir pantai karena gelombang tinggi masih melanda kawasan tersebut.
&quot;Seluruh relawan kami siagakan termasuk berkoordinasi dengan aparat setempat, guna mengimbau warga mengurangi aktifitas saat hujan turun deras atau segera mengungsi jika intensitas hujan lebih dari dua jam terutama warga yang tinggal di bantaran sungai,&quot; katanya.
Pihaknya mencatat selama dua pekan terakhir, enam kejadian bencana alam sudah ditangani pihaknya seperti banjir yang melanda Kecamatan Cilaku, Kecamatan Cugenang dan beberapa kecamatan di wilayah selatan.
Sedangkan longsor dan pergerakan tanah terjadi di Kecamatan Sukaresmi, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun puluhan kepala keluarga yang dilaporkan sempat mengungsi sudah kembali ke rumahnya masing-masing sejak Jumat 17 Maret 2023.





</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xOS8xNy8xNjQ0MjUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
CIANJUR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meminta warga di seluruh wilayah Cianjur, untuk siaga dan waspada bencana serta segera mengungsi jika melihat tanda alam akan terjadi bencana banjir, longsor dan pergerakan tanah.
Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Dindin mengatakan bahwa sejak dua pekan terakhir pihaknya mendapat 6 laporan kejadian bencana alam yang melanda sejumlah kecamatan di Cianjur seperti banjir dan longsor serta pergerakan tanah di Kecamatan Sukaresmi.
&quot;Informasi dari BMKG curah hujan masih tinggi sampai akhir bulan Maret, sehingga warga di sejumlah wilayah diminta untuk tetap siaga dan waspada karena dapat memicu terjadinya bencana alam banjir, longsor dan pergerakan tanah,&quot; katanya dilansir Antara, Senin (20/3/2023).

BACA JUGA:
Banjir Rendam TPU Budi Darma, Peziarah Kesulitan Temukan Makam Keluarga

Dindin menjelaskan sebagian besar wilayah Cianjur masuk dalam zona merah bencana alam kedua tertinggi di Jabar, sehingga pihaknya menyiagakan seluruh relawan tangguh bencana untuk melakukan pengawasan dan segera melapor ketika melihat tanda alam akan terjadinya bencana.

BACA JUGA:
BPBD Lebak Minta Warga Waspadai Banjir dan Longsor pada Dini Hari
Bahkan di wilayah pantai selatan Cianjur, pihaknya berkoordinasi dengan TNI/Polri untuk mengimbau warga terutama nelayan dan wisatawan untuk tidak bermain air di pinggir pantai karena gelombang tinggi masih melanda kawasan tersebut.
&quot;Seluruh relawan kami siagakan termasuk berkoordinasi dengan aparat setempat, guna mengimbau warga mengurangi aktifitas saat hujan turun deras atau segera mengungsi jika intensitas hujan lebih dari dua jam terutama warga yang tinggal di bantaran sungai,&quot; katanya.
Pihaknya mencatat selama dua pekan terakhir, enam kejadian bencana alam sudah ditangani pihaknya seperti banjir yang melanda Kecamatan Cilaku, Kecamatan Cugenang dan beberapa kecamatan di wilayah selatan.
Sedangkan longsor dan pergerakan tanah terjadi di Kecamatan Sukaresmi, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun puluhan kepala keluarga yang dilaporkan sempat mengungsi sudah kembali ke rumahnya masing-masing sejak Jumat 17 Maret 2023.





</content:encoded></item></channel></rss>
