<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Israel: Tidak Ada yang Namanya Orang Palestina</title><description>Smotrich sebelumnya menyerukan untuk &quot;menghapus desa Palestina&quot;.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/21/18/2784806/menteri-israel-tidak-ada-yang-namanya-orang-palestina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/21/18/2784806/menteri-israel-tidak-ada-yang-namanya-orang-palestina"/><item><title>Menteri Israel: Tidak Ada yang Namanya Orang Palestina</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/21/18/2784806/menteri-israel-tidak-ada-yang-namanya-orang-palestina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/21/18/2784806/menteri-israel-tidak-ada-yang-namanya-orang-palestina</guid><pubDate>Selasa 21 Maret 2023 09:11 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/21/18/2784806/menteri-israel-tidak-ada-yang-namanya-orang-palestina-YsfAXLZzY5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, 23 Februari 2023. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/21/18/2784806/menteri-israel-tidak-ada-yang-namanya-orang-palestina-YsfAXLZzY5.jpg</image><title>Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, 23 Februari 2023. (Foto: Reuters)</title></images><description>TEL AVIV &amp;ndash; Seorang menteri Israel mengatakan bahwa tidak ada yang disebut sebagai orang Palestina, dalam sebuah pernyataan paling keras dari pemerintah Israel. Pernyataan itu dilontarkan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich itu  sehari setelah delegasi Israel dan Palestina bertemu di Mesir dalam upaya untuk meredakan ketegangan yang meningkat antara kedua belah pihak.
&quot;Tidak ada yang namanya orang Palestina karena tidak ada yang namanya rakyat Palestina,&quot; kata Smotrich pada Minggu, (19/3/2023) di upacara peringatan aktivis Likud yang telah meninggal di Paris, Prancis.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Dianggap Lambang Terorisme, Israel Perintahkan Semua Bendera Palestina Dicabut dari Ruang Publik

Anggota parlemen sayap kanan itu mengatakan bahwa rakyat Palestina adalah &quot;penemuan&quot; yang dibuat pada abad ke-20 untuk melawan Zionisme. Smotrich mengatakan bahwa orang-orang seperti dia dan kakek neneknya adalah &quot;warga Palestina sejati&quot;.
Berbicara di podium yang dihiasi peta berdasarkan lambang milisi Zionis Irgun, yang menunjukkan Israel mengangkangi Tepi Barat dan Yordania, Smotrich mengatakan bahwa pemerintah Prancis dan Amerika Serikat (AS) perlu mendengar &quot;kebenaran&quot; tentang orang Palestina.

BACA JUGA:
Dukung Bulan Ramadhan yang Tenang Tanpa Kekerasan, Israel dan Palestina Gelar Pertemuan di Mesir

&amp;ldquo;Apakah Anda tahu siapa orang Palestina itu?&amp;rdquo; kata ketua partai ultra-nasionalis.Zionisme Religius itu sebagaimana dialnsir Middle East Eye &quot;Saya orang Palestina.&quot;
Smotrich merujuk pada neneknya, yang lahir di kota Metula di Israel utara lebih dari seabad yang lalu, dan mendiang kakeknya, yang merupakan generasi ke-13 orang Yerusalem.Smotrich sebelumnya mengatakan bahwa nama belakangnya berasal dari kota Smotrych di Ukraina, tempat tinggal leluhurnya.
Peta yang diperlihatkan di podium tempat Smotrich berbicara juga menunjukkan bagian Suriah dan Lebanon, wilayah yang termasuk dalam konsep Eretz Yisrael - Israel Raya - bagian penting dari Zionisme ultra-nasionalis yang mengklaim semua tanah ini untuk negara Zionis.
Menurut laporan Haaretz, acara yang dihdiri Smotrich seharusnya disponsori oleh Dana Nasional Yahudi (JNF), tetapi organisasi tersebut mencabut dukungannya karena kehadiran menteri tersebut.
Kementerian luar negeri Prancis mengumumkan pekan lalu bahwa perwakilan pemerintah di Paris tidak berniat bertemu dengan Smotrich selama kunjungannya ke negara itu.
Selain sebagai menteri keuangan, Smotrich sekarang memegang kekuasaan yang signifikan atas Tepi Barat yang diduduki, yang menurut para pengacara hak asasi manusia kepada MEE sebagai &quot;pencaplokan de jure&quot;.Pada akhir Februari, Smotrich mengatakan bahwa negara Israel harus &quot;memusnahkan&quot; Desa Huwara di Palestina, setelah menjadi sasaran amukan kekerasan oleh para pemukim Israel.
Mantan Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengatakan bahwa Smotrich, yang juga menyebut dirinya &quot;bangga sebagai homofobia&quot; dan menginginkan terjadinya kembali Nakba.
Nakba merujuk pada pengusiran besar-besaran dan pembersihan etnis atas kota-kota, desa-desa, dan masyarakat Palestina di tangan kelompok-kelompok pemukim ekstremis Yahudi, di mana para warga Palestina dipaksa keluar dari tempatnya dan tak pernah diizinkan untuk kembali.</description><content:encoded>TEL AVIV &amp;ndash; Seorang menteri Israel mengatakan bahwa tidak ada yang disebut sebagai orang Palestina, dalam sebuah pernyataan paling keras dari pemerintah Israel. Pernyataan itu dilontarkan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich itu  sehari setelah delegasi Israel dan Palestina bertemu di Mesir dalam upaya untuk meredakan ketegangan yang meningkat antara kedua belah pihak.
&quot;Tidak ada yang namanya orang Palestina karena tidak ada yang namanya rakyat Palestina,&quot; kata Smotrich pada Minggu, (19/3/2023) di upacara peringatan aktivis Likud yang telah meninggal di Paris, Prancis.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Dianggap Lambang Terorisme, Israel Perintahkan Semua Bendera Palestina Dicabut dari Ruang Publik

Anggota parlemen sayap kanan itu mengatakan bahwa rakyat Palestina adalah &quot;penemuan&quot; yang dibuat pada abad ke-20 untuk melawan Zionisme. Smotrich mengatakan bahwa orang-orang seperti dia dan kakek neneknya adalah &quot;warga Palestina sejati&quot;.
Berbicara di podium yang dihiasi peta berdasarkan lambang milisi Zionis Irgun, yang menunjukkan Israel mengangkangi Tepi Barat dan Yordania, Smotrich mengatakan bahwa pemerintah Prancis dan Amerika Serikat (AS) perlu mendengar &quot;kebenaran&quot; tentang orang Palestina.

BACA JUGA:
Dukung Bulan Ramadhan yang Tenang Tanpa Kekerasan, Israel dan Palestina Gelar Pertemuan di Mesir

&amp;ldquo;Apakah Anda tahu siapa orang Palestina itu?&amp;rdquo; kata ketua partai ultra-nasionalis.Zionisme Religius itu sebagaimana dialnsir Middle East Eye &quot;Saya orang Palestina.&quot;
Smotrich merujuk pada neneknya, yang lahir di kota Metula di Israel utara lebih dari seabad yang lalu, dan mendiang kakeknya, yang merupakan generasi ke-13 orang Yerusalem.Smotrich sebelumnya mengatakan bahwa nama belakangnya berasal dari kota Smotrych di Ukraina, tempat tinggal leluhurnya.
Peta yang diperlihatkan di podium tempat Smotrich berbicara juga menunjukkan bagian Suriah dan Lebanon, wilayah yang termasuk dalam konsep Eretz Yisrael - Israel Raya - bagian penting dari Zionisme ultra-nasionalis yang mengklaim semua tanah ini untuk negara Zionis.
Menurut laporan Haaretz, acara yang dihdiri Smotrich seharusnya disponsori oleh Dana Nasional Yahudi (JNF), tetapi organisasi tersebut mencabut dukungannya karena kehadiran menteri tersebut.
Kementerian luar negeri Prancis mengumumkan pekan lalu bahwa perwakilan pemerintah di Paris tidak berniat bertemu dengan Smotrich selama kunjungannya ke negara itu.
Selain sebagai menteri keuangan, Smotrich sekarang memegang kekuasaan yang signifikan atas Tepi Barat yang diduduki, yang menurut para pengacara hak asasi manusia kepada MEE sebagai &quot;pencaplokan de jure&quot;.Pada akhir Februari, Smotrich mengatakan bahwa negara Israel harus &quot;memusnahkan&quot; Desa Huwara di Palestina, setelah menjadi sasaran amukan kekerasan oleh para pemukim Israel.
Mantan Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengatakan bahwa Smotrich, yang juga menyebut dirinya &quot;bangga sebagai homofobia&quot; dan menginginkan terjadinya kembali Nakba.
Nakba merujuk pada pengusiran besar-besaran dan pembersihan etnis atas kota-kota, desa-desa, dan masyarakat Palestina di tangan kelompok-kelompok pemukim ekstremis Yahudi, di mana para warga Palestina dipaksa keluar dari tempatnya dan tak pernah diizinkan untuk kembali.</content:encoded></item></channel></rss>
