<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketika Sultan Hamengku Buwono IX Terima Bisikan Gaib dari Nenek Moyangnya</title><description>Ketika Sultan Hamengku Buwono IX Terima Bisikan Gaib dari Nenek Moyangnya
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/21/337/2784384/ketika-sultan-hamengku-buwono-ix-terima-bisikan-gaib-dari-nenek-moyangnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/21/337/2784384/ketika-sultan-hamengku-buwono-ix-terima-bisikan-gaib-dari-nenek-moyangnya"/><item><title>Ketika Sultan Hamengku Buwono IX Terima Bisikan Gaib dari Nenek Moyangnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/21/337/2784384/ketika-sultan-hamengku-buwono-ix-terima-bisikan-gaib-dari-nenek-moyangnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/21/337/2784384/ketika-sultan-hamengku-buwono-ix-terima-bisikan-gaib-dari-nenek-moyangnya</guid><pubDate>Selasa 21 Maret 2023 05:41 WIB</pubDate><dc:creator>Amelia Hermawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/20/337/2784384/ketika-sultan-hamengku-buwono-ix-terima-bisikan-gaib-dari-nenek-moyangnya-YVrGIC1s3N.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sultan Hamengku Buwono IX. (Foto : jogjaprov.go.id)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/20/337/2784384/ketika-sultan-hamengku-buwono-ix-terima-bisikan-gaib-dari-nenek-moyangnya-YVrGIC1s3N.jpg</image><title>Sultan Hamengku Buwono IX. (Foto : jogjaprov.go.id)</title></images><description>
JAKARTA - Yogyakarta merupakan salah satu kota yang menjadi cikal bakal munculnya pergerakan nasional Indonesia. Kota ini melahirkan banyak pemimpin yang mempunyai semangat nasionalisme. Salah satunya adalah Sultan Hamengku Buwono IX. Sultan Hamengku Buwono IX atau Dorodjatun merupakan pemimpin yang turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Sultan Hamengku Buwono IX merupakan seorang putra dari pangeran Haryo Purboyo. Berbagai macam pendidikan telah ia tempuh. Berkat pendidikan inilah kepribadian dan pemikiran Dorodjatun terbentuk.

Dorodjatun dikenal dengan sikapnya yang keras dan berhati-hati. Hal ini dijelaskan langsung dalam buku yang berjudul &amp;ldquo;Tahta Untuk Rakyat : Celah-celah Kehidupan Sultan Hamengku Buwono IX&amp;rdquo;.

Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa pada awal November 1939 Dorodjatun dan Dr Adam berunding mengenai kontrak politik. Namun, perundingan ini memakan waktu yang panjang karena Dorodjatun tidak mudah dibujuk.

Pemikirannya yang kritis membuat ia sangat berhati-hati dalam pengambilan keputusan. Ia sadar bahwa keputusannya saat itu akan membuat kerajaan Yogyakarta melemah.



BACA JUGA:
Saat Hamengku Buwono IX Kendarai Mobil Merah Lalu Masuk ke Laut Selatan




Berbulan-bulan terlewati, namun mereka belum menemukan titik tengah dari perundingan ini. Tiga pokok pembahasan mengenai Jabatan Patih, Dewan Penasehat dan Prajurit Kraton menjadi topik perundingan yang tak berujung.

Tekanan yang terus berdatangan membuat Dorodjatun lelah. Namun dalam keadaan seperti itulah Dorodjatun mendapat bisikan dalam bahasa Jawa yang berkata &quot;Tol&amp;eacute;, tekena wa&amp;eacute;, Landa bakal lunga saka bumi k&amp;eacute;ne.&quot;



BACA JUGA:
Penggagas Serangan Umum 1 Maret Menurut Sri Sultan Hamengku Buwono IX



Bisikan gaib dari nenek moyangnya inilah yang membuat kebimbangan dalam diri Dorodjatun berangsur-angsur semakin berkurang. Pada malam itu pun Dorodjatun mengatakan kepada Dr Adam untuk menyusun kontrak politiknya.

Begitu yakinnya Dorodjatun terhadap bisikan gaib yang ia terima. Lantas bagaimana jika saat itu perundingan tersebut tetap mengalami jalan buntu dan Dorodjatun tidak mau mengikuti keinginan Belanda?



Jika hal tersebut terjadi, Sultan Hamengku Buwono IX memperkirakan &quot;Tentunya saya sebagai calon raja akan dicap sebagai pemberontak dan biasanya dibuang. Belanda sering melakukan tindakan seperti itu terhadap raja atau keluarga raja yang &quot;nakal&quot;. Atau, mungkin ada di antara anggota keluarga saya sendiri yang dapat &quot;diperalat&quot; Belanda dan dialah yang dijadikan sultan.&quot; Dikutip dari buku &amp;ldquo;Tahta Untuk Rakyat : Celah-celah Kehidupan Sultan Hamengku Buwono IX&amp;rdquo;.



</description><content:encoded>
JAKARTA - Yogyakarta merupakan salah satu kota yang menjadi cikal bakal munculnya pergerakan nasional Indonesia. Kota ini melahirkan banyak pemimpin yang mempunyai semangat nasionalisme. Salah satunya adalah Sultan Hamengku Buwono IX. Sultan Hamengku Buwono IX atau Dorodjatun merupakan pemimpin yang turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Sultan Hamengku Buwono IX merupakan seorang putra dari pangeran Haryo Purboyo. Berbagai macam pendidikan telah ia tempuh. Berkat pendidikan inilah kepribadian dan pemikiran Dorodjatun terbentuk.

Dorodjatun dikenal dengan sikapnya yang keras dan berhati-hati. Hal ini dijelaskan langsung dalam buku yang berjudul &amp;ldquo;Tahta Untuk Rakyat : Celah-celah Kehidupan Sultan Hamengku Buwono IX&amp;rdquo;.

Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa pada awal November 1939 Dorodjatun dan Dr Adam berunding mengenai kontrak politik. Namun, perundingan ini memakan waktu yang panjang karena Dorodjatun tidak mudah dibujuk.

Pemikirannya yang kritis membuat ia sangat berhati-hati dalam pengambilan keputusan. Ia sadar bahwa keputusannya saat itu akan membuat kerajaan Yogyakarta melemah.



BACA JUGA:
Saat Hamengku Buwono IX Kendarai Mobil Merah Lalu Masuk ke Laut Selatan




Berbulan-bulan terlewati, namun mereka belum menemukan titik tengah dari perundingan ini. Tiga pokok pembahasan mengenai Jabatan Patih, Dewan Penasehat dan Prajurit Kraton menjadi topik perundingan yang tak berujung.

Tekanan yang terus berdatangan membuat Dorodjatun lelah. Namun dalam keadaan seperti itulah Dorodjatun mendapat bisikan dalam bahasa Jawa yang berkata &quot;Tol&amp;eacute;, tekena wa&amp;eacute;, Landa bakal lunga saka bumi k&amp;eacute;ne.&quot;



BACA JUGA:
Penggagas Serangan Umum 1 Maret Menurut Sri Sultan Hamengku Buwono IX



Bisikan gaib dari nenek moyangnya inilah yang membuat kebimbangan dalam diri Dorodjatun berangsur-angsur semakin berkurang. Pada malam itu pun Dorodjatun mengatakan kepada Dr Adam untuk menyusun kontrak politiknya.

Begitu yakinnya Dorodjatun terhadap bisikan gaib yang ia terima. Lantas bagaimana jika saat itu perundingan tersebut tetap mengalami jalan buntu dan Dorodjatun tidak mau mengikuti keinginan Belanda?



Jika hal tersebut terjadi, Sultan Hamengku Buwono IX memperkirakan &quot;Tentunya saya sebagai calon raja akan dicap sebagai pemberontak dan biasanya dibuang. Belanda sering melakukan tindakan seperti itu terhadap raja atau keluarga raja yang &quot;nakal&quot;. Atau, mungkin ada di antara anggota keluarga saya sendiri yang dapat &quot;diperalat&quot; Belanda dan dialah yang dijadikan sultan.&quot; Dikutip dari buku &amp;ldquo;Tahta Untuk Rakyat : Celah-celah Kehidupan Sultan Hamengku Buwono IX&amp;rdquo;.



</content:encoded></item></channel></rss>
