<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahfud Soroti Korupsi di Pertambangan, Jumlahnya Bisa Dibagi Rp20 Juta Setiap Bulan ke Warga</title><description>Namun, kata Mahfud, korupsi secara besar-besaran tidak hanya terjadi di pertambangan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/21/337/2784950/mahfud-soroti-korupsi-di-pertambangan-jumlahnya-bisa-dibagi-rp20-juta-setiap-bulan-ke-warga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/21/337/2784950/mahfud-soroti-korupsi-di-pertambangan-jumlahnya-bisa-dibagi-rp20-juta-setiap-bulan-ke-warga"/><item><title>Mahfud Soroti Korupsi di Pertambangan, Jumlahnya Bisa Dibagi Rp20 Juta Setiap Bulan ke Warga</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/21/337/2784950/mahfud-soroti-korupsi-di-pertambangan-jumlahnya-bisa-dibagi-rp20-juta-setiap-bulan-ke-warga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/21/337/2784950/mahfud-soroti-korupsi-di-pertambangan-jumlahnya-bisa-dibagi-rp20-juta-setiap-bulan-ke-warga</guid><pubDate>Selasa 21 Maret 2023 12:35 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/21/337/2784950/mahfud-soroti-korupsi-di-pertambangan-jumlahnya-bisa-dibagi-rp20-juta-setiap-bulan-ke-warga-qx1Coso607.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahfud MD/Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/21/337/2784950/mahfud-soroti-korupsi-di-pertambangan-jumlahnya-bisa-dibagi-rp20-juta-setiap-bulan-ke-warga-qx1Coso607.jpg</image><title>Mahfud MD/Foto: Okezone</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yMC8xLzE2NDQ1Ni81L3g4ajl4bTc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA  - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyoroti sejumlah korupsi berbagai sektor, termasuk pertambangan.
Bahkan dia menjelaskan, soal temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) saat Abraham Samad masih menjabat sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

BACA JUGA:
Transaksi Mencurigakan Capai Rp349 Triliun, Mahfud: Tidak Semuanya ASN Kemenkeu!

Hal itu diungkapkan Mahfud dalam acara 'Sinkronisasi Tata Kelola Pertambangan Mineral Utama Perspektif Polhukam' di Jakarta Pusat, Selasa (21/3/2023).
Saat itu, Periode 2013 hingga 2014, kata Mahfud, Abraham Samad sempat berkata jika korupsi di pertambangan bisa dihapus, maka setiap orang di Indonesia bisa mendapatkan uang sebesar Rp20 juta per bulan secara cuma-cuma.

BACA JUGA:
Akibat Istri Suka Pamer Harta di Medsos, Kepala BPN Jaktim Diperiksa KPK Besok

&quot;Itu ada informasi dari PPATK waktu itu, Abraham Samad mengatakan kalau saja di dunia pertambangan ini kita bisa menghapus celah celah korupsi, maka setiap kepala orang Indonesia itu setiap bulan akan mendapat uang 20 juta rupiah, tanpa kerja apapun,&quot; kata dia.
&quot;Saudara bayangkan berapa besar korupsi dunia pertambangan ini sejak saat itu dan sejak sebelumnya mengapa kita melakukan Reformasi,&quot; sambungnya.

Namun, kata Mahfud, korupsi secara besar-besaran tidak hanya terjadi di pertambangan. Pasalnya, hampir seluruh sektor seperti kehutanan, perikanan, hingga pertanian.

&quot;Nah itu pertambangan, belum kehutanan, belum perikanan, belum pertanian, apalagi? Gilanya korupsi di negara kita ini,&quot; katanya.

&quot;Sehingga saya katakan, sekarang saudara noleh kemana aja ada korupsi kok. Noleh nih ke hutan ada korupsi di hutan, noleh ke udara ke pesawat udara ada korupsi di garuda, asuransi ada asuransi, koperasi korupsi, semuanya korupsi. Nah ini sebenarnya mengapa dulu kita melakukan reformasi,&quot;tutup Mahfud.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yMC8xLzE2NDQ1Ni81L3g4ajl4bTc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA  - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyoroti sejumlah korupsi berbagai sektor, termasuk pertambangan.
Bahkan dia menjelaskan, soal temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) saat Abraham Samad masih menjabat sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

BACA JUGA:
Transaksi Mencurigakan Capai Rp349 Triliun, Mahfud: Tidak Semuanya ASN Kemenkeu!

Hal itu diungkapkan Mahfud dalam acara 'Sinkronisasi Tata Kelola Pertambangan Mineral Utama Perspektif Polhukam' di Jakarta Pusat, Selasa (21/3/2023).
Saat itu, Periode 2013 hingga 2014, kata Mahfud, Abraham Samad sempat berkata jika korupsi di pertambangan bisa dihapus, maka setiap orang di Indonesia bisa mendapatkan uang sebesar Rp20 juta per bulan secara cuma-cuma.

BACA JUGA:
Akibat Istri Suka Pamer Harta di Medsos, Kepala BPN Jaktim Diperiksa KPK Besok

&quot;Itu ada informasi dari PPATK waktu itu, Abraham Samad mengatakan kalau saja di dunia pertambangan ini kita bisa menghapus celah celah korupsi, maka setiap kepala orang Indonesia itu setiap bulan akan mendapat uang 20 juta rupiah, tanpa kerja apapun,&quot; kata dia.
&quot;Saudara bayangkan berapa besar korupsi dunia pertambangan ini sejak saat itu dan sejak sebelumnya mengapa kita melakukan Reformasi,&quot; sambungnya.

Namun, kata Mahfud, korupsi secara besar-besaran tidak hanya terjadi di pertambangan. Pasalnya, hampir seluruh sektor seperti kehutanan, perikanan, hingga pertanian.

&quot;Nah itu pertambangan, belum kehutanan, belum perikanan, belum pertanian, apalagi? Gilanya korupsi di negara kita ini,&quot; katanya.

&quot;Sehingga saya katakan, sekarang saudara noleh kemana aja ada korupsi kok. Noleh nih ke hutan ada korupsi di hutan, noleh ke udara ke pesawat udara ada korupsi di garuda, asuransi ada asuransi, koperasi korupsi, semuanya korupsi. Nah ini sebenarnya mengapa dulu kita melakukan reformasi,&quot;tutup Mahfud.</content:encoded></item></channel></rss>
