<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Paguyuban Baraya Sunda Lestarikan Budaya Lewat Kaulinan Barudak Lembur   </title><description>Anak-anak zaman sekarang, lebih akrab dengan sejumlah gim di gadget mereka daripada permainan tradisional.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/21/337/2785167/paguyuban-baraya-sunda-lestarikan-budaya-lewat-kaulinan-barudak-lembur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/21/337/2785167/paguyuban-baraya-sunda-lestarikan-budaya-lewat-kaulinan-barudak-lembur"/><item><title>Paguyuban Baraya Sunda Lestarikan Budaya Lewat Kaulinan Barudak Lembur   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/21/337/2785167/paguyuban-baraya-sunda-lestarikan-budaya-lewat-kaulinan-barudak-lembur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/21/337/2785167/paguyuban-baraya-sunda-lestarikan-budaya-lewat-kaulinan-barudak-lembur</guid><pubDate>Selasa 21 Maret 2023 16:49 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/21/337/2785167/paguyuban-baraya-sunda-lestarikan-budaya-lewat-kaulinan-barudak-lembur-nPrRo7YTcc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Permainan tradisional Sunda/Foto: Nur Khabibi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/21/337/2785167/paguyuban-baraya-sunda-lestarikan-budaya-lewat-kaulinan-barudak-lembur-nPrRo7YTcc.jpg</image><title>Permainan tradisional Sunda/Foto: Nur Khabibi</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wNC8yMC8xNjIwNTgvNS94OGo2Z3Zr&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Permainan tradisional mulai terlupakan di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini. Anak-anak zaman sekarang, lebih akrab dengan sejumlah gim di gadget mereka daripada permainan tradisional.

Atas dasar itu, sekelompok orang yang memiliki kesadaran akan pelestarian budaya membentuk sebuah Paguyuban Baraya Sunda. Sesuai namanya, orang-orang ini memiliki kesamaan dalam suku mereka: Sunda.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pria Ini Ditemukan Tewas di Bawah Papan Bunga Ucapan Duka Cita

Sesepuh Paguyuban Baraya Sunda, Bah Udin Shamsudin mengatakan, pihaknya ingin memperkenalkan budaya Sunda kepada masyarakat modern saat ini, khususnya kepada anak-anak.

Untuk itu, metode yang ia pilih melalui permainan tempo dulu atau yang biasa disebut masyarakat Sunda dengan kaulinan barudak baheula.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Imbas Kasus Rafael Alun, DPR dan PPATK Usulkan Pembentukan Pansus Rp300 Triliun

&quot;Sekarang sangat jarang terlihat sekali, kita ingin kaum-kaum yang milenial generasi sekarang tidak mengenal dengan main egrang, lompat tali, dakuan, gasing dan macam-macam lah,&quot; kata Udin dalam Podcast Aksi Nyata Perindo bertajuk 'Melestarikan Budaya Ka Sundaan Melalui Ekstensi Paguyuban', Kamis (16/3/2023).

Udin menjelaskan, dalam upaya menjaga dan mengenalkan budaya Sunda, pihaknya juga berkolaborasi dengan sejumlah paguyuban Sunda lainnya.



&quot;Misalnya Paguyuban Bedog Karawang, kita mengenalkan lagi bahwa Karawang itu punya ciri khas tersendiri,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wNC8yMC8xNjIwNTgvNS94OGo2Z3Zr&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Permainan tradisional mulai terlupakan di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini. Anak-anak zaman sekarang, lebih akrab dengan sejumlah gim di gadget mereka daripada permainan tradisional.

Atas dasar itu, sekelompok orang yang memiliki kesadaran akan pelestarian budaya membentuk sebuah Paguyuban Baraya Sunda. Sesuai namanya, orang-orang ini memiliki kesamaan dalam suku mereka: Sunda.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pria Ini Ditemukan Tewas di Bawah Papan Bunga Ucapan Duka Cita

Sesepuh Paguyuban Baraya Sunda, Bah Udin Shamsudin mengatakan, pihaknya ingin memperkenalkan budaya Sunda kepada masyarakat modern saat ini, khususnya kepada anak-anak.

Untuk itu, metode yang ia pilih melalui permainan tempo dulu atau yang biasa disebut masyarakat Sunda dengan kaulinan barudak baheula.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Imbas Kasus Rafael Alun, DPR dan PPATK Usulkan Pembentukan Pansus Rp300 Triliun

&quot;Sekarang sangat jarang terlihat sekali, kita ingin kaum-kaum yang milenial generasi sekarang tidak mengenal dengan main egrang, lompat tali, dakuan, gasing dan macam-macam lah,&quot; kata Udin dalam Podcast Aksi Nyata Perindo bertajuk 'Melestarikan Budaya Ka Sundaan Melalui Ekstensi Paguyuban', Kamis (16/3/2023).

Udin menjelaskan, dalam upaya menjaga dan mengenalkan budaya Sunda, pihaknya juga berkolaborasi dengan sejumlah paguyuban Sunda lainnya.



&quot;Misalnya Paguyuban Bedog Karawang, kita mengenalkan lagi bahwa Karawang itu punya ciri khas tersendiri,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
