<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inggris Akan Kirim Amunisi Uranium untuk Ukraina, Putin Beri Peringatan Keras</title><description>Amunisi uranium terdeplesi berpotensi menyebabkan bahaya bagi manusia dan lingkungan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/22/18/2785578/inggris-akan-kirim-amunisi-uranium-untuk-ukraina-putin-beri-peringatan-keras</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/22/18/2785578/inggris-akan-kirim-amunisi-uranium-untuk-ukraina-putin-beri-peringatan-keras"/><item><title>Inggris Akan Kirim Amunisi Uranium untuk Ukraina, Putin Beri Peringatan Keras</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/22/18/2785578/inggris-akan-kirim-amunisi-uranium-untuk-ukraina-putin-beri-peringatan-keras</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/22/18/2785578/inggris-akan-kirim-amunisi-uranium-untuk-ukraina-putin-beri-peringatan-keras</guid><pubDate>Rabu 22 Maret 2023 12:16 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/22/18/2785578/inggris-akan-kirim-amunisi-uranium-untuk-ukraina-putin-beri-peringatan-keras-lna6pRFsYM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/22/18/2785578/inggris-akan-kirim-amunisi-uranium-untuk-ukraina-putin-beri-peringatan-keras-lna6pRFsYM.jpg</image><title>Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wOC8xMC8xNjM5OTAvNS94OGo1N3Nl&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa, (21/3/2023) mengutuk rencana Inggris untuk mengirim amunisi tank yang mengandung uranium terdeplesi ke Ukraina. Putin mengatakan bahwa Rusia akan dipaksa untuk menanggapi langkah Inggris ini dengan setara.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Inggris Pasok 14 Tank Challenger 2 dan 30 Tank AS90 Berukuran Besar ke Ukraina, Rusia Pastikan Sah Jadi Target Serangan

Berbicara di London pada Senin, (20/3/2023) Menteri Negara Pertahanan Annabel Goldie mengatakan beberapa amunisi untuk tank tempur Challenger 2 yang dikirim Inggris ke Ukraina termasuk peluru penembus lapis baja yang mengandung uranium terdeplesi.
&quot;Jika semua ini terjadi, Rusia harus menanggapinya, mengingat Barat secara kolektif sudah mulai menggunakan senjata dengan komponen nuklir,&quot; kata Putin dalam sambutannya setelah pertemuan puncak dengan Presiden China Xi Jinping, sebagaimana dilansir Reuters. Putin tidak merinci lebih lanjut mengenai tanggapan yang akan diambil Rusia.

BACA JUGA:
Angkatan Bersenjata Libya Berhasil Temukan 2,5 Ton Uranium yang Hilang, 10 Drum Ditemukan di Perbatasan Chad

Politisi dan komentator Rusia telah membuat serangkaian komentar agresif sejak invasi ke Ukraina tahun lalu, menyarankan Moskow akan - jika perlu - bersiap untuk mengerahkan persenjataan nuklirnya yang luas.
Menteri Pertahanan Sergei Shoigu mengatakan keputusan Inggris menyisakan semakin sedikit langkah sebelum potensi &quot;benturan nuklir&quot; antara Rusia dan Barat.
&quot;Langkah lain telah diambil, dan semakin sedikit yang tersisa,&quot; katanya kepada wartawan dalam sambutannya yang dikutip oleh lembaga domestik.

Uranium terdeplesi digunakan dalam senjata karena dapat menembus tank dan baju besi lebih mudah karena kepadatannya dan sifat fisik lainnya, poin yang dibuat Goldie.&amp;nbsp;
Namun, amunisi ini memiliki risiko kesehatan tertentu di sekitar lokasi benturan, di mana debu uranium dapat masuk ke paru-paru dan organ vital manusia.
&amp;ldquo;Tentu saja, Rusia memiliki sesuatu untuk menjawab ini,&amp;rdquo; kata Shoigu kepada wartawan ketika ditanya tentang amunisi tersebut.
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyebut rencana itu sebagai &quot;skenario Yugoslavia&quot;, dengan mengatakan bahwa amunisi tersebut menyebabkan kanker dan menginfeksi lingkungan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wOC8xMC8xNjM5OTAvNS94OGo1N3Nl&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa, (21/3/2023) mengutuk rencana Inggris untuk mengirim amunisi tank yang mengandung uranium terdeplesi ke Ukraina. Putin mengatakan bahwa Rusia akan dipaksa untuk menanggapi langkah Inggris ini dengan setara.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Inggris Pasok 14 Tank Challenger 2 dan 30 Tank AS90 Berukuran Besar ke Ukraina, Rusia Pastikan Sah Jadi Target Serangan

Berbicara di London pada Senin, (20/3/2023) Menteri Negara Pertahanan Annabel Goldie mengatakan beberapa amunisi untuk tank tempur Challenger 2 yang dikirim Inggris ke Ukraina termasuk peluru penembus lapis baja yang mengandung uranium terdeplesi.
&quot;Jika semua ini terjadi, Rusia harus menanggapinya, mengingat Barat secara kolektif sudah mulai menggunakan senjata dengan komponen nuklir,&quot; kata Putin dalam sambutannya setelah pertemuan puncak dengan Presiden China Xi Jinping, sebagaimana dilansir Reuters. Putin tidak merinci lebih lanjut mengenai tanggapan yang akan diambil Rusia.

BACA JUGA:
Angkatan Bersenjata Libya Berhasil Temukan 2,5 Ton Uranium yang Hilang, 10 Drum Ditemukan di Perbatasan Chad

Politisi dan komentator Rusia telah membuat serangkaian komentar agresif sejak invasi ke Ukraina tahun lalu, menyarankan Moskow akan - jika perlu - bersiap untuk mengerahkan persenjataan nuklirnya yang luas.
Menteri Pertahanan Sergei Shoigu mengatakan keputusan Inggris menyisakan semakin sedikit langkah sebelum potensi &quot;benturan nuklir&quot; antara Rusia dan Barat.
&quot;Langkah lain telah diambil, dan semakin sedikit yang tersisa,&quot; katanya kepada wartawan dalam sambutannya yang dikutip oleh lembaga domestik.

Uranium terdeplesi digunakan dalam senjata karena dapat menembus tank dan baju besi lebih mudah karena kepadatannya dan sifat fisik lainnya, poin yang dibuat Goldie.&amp;nbsp;
Namun, amunisi ini memiliki risiko kesehatan tertentu di sekitar lokasi benturan, di mana debu uranium dapat masuk ke paru-paru dan organ vital manusia.
&amp;ldquo;Tentu saja, Rusia memiliki sesuatu untuk menjawab ini,&amp;rdquo; kata Shoigu kepada wartawan ketika ditanya tentang amunisi tersebut.
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyebut rencana itu sebagai &quot;skenario Yugoslavia&quot;, dengan mengatakan bahwa amunisi tersebut menyebabkan kanker dan menginfeksi lingkungan.</content:encoded></item></channel></rss>
