<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anggota Kongres AS Desak Biden Kirim Senjata Terlarang untuk Ukraina</title><description>Munisi tandan dilarang di lebih dari 100 negara karena bahayanya terhadap warga sipil.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/22/18/2785632/anggota-kongres-as-desak-biden-kirim-senjata-terlarang-untuk-ukraina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/22/18/2785632/anggota-kongres-as-desak-biden-kirim-senjata-terlarang-untuk-ukraina"/><item><title>Anggota Kongres AS Desak Biden Kirim Senjata Terlarang untuk Ukraina</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/22/18/2785632/anggota-kongres-as-desak-biden-kirim-senjata-terlarang-untuk-ukraina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/22/18/2785632/anggota-kongres-as-desak-biden-kirim-senjata-terlarang-untuk-ukraina</guid><pubDate>Rabu 22 Maret 2023 14:11 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/22/18/2785632/anggota-kongres-as-desak-biden-kirim-senjata-terlarang-untuk-ukraina-9wTLJ1KjoH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bom Cluster. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/22/18/2785632/anggota-kongres-as-desak-biden-kirim-senjata-terlarang-untuk-ukraina-9wTLJ1KjoH.jpg</image><title>Bom Cluster. (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xOS8xMC8xNTkwNTYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
WASHINGTON - Empat anggota Kongres dari Partai Republik mendesak Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk mengirim munisi tandan atau bom cluster ke Ukraina. Dalam surat yang ditujukan ke Gedung Putih pada Selasa, (21/3/2023), para anggota Kongres itu menuduh pemerintah khawatir hal itu akan dilihat sebagai eskalasi oleh Rusia.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Pertarungan Sengit di Medan Perang, Ukraina Minta Bom Cluster dari AS untuk Binasakan Rusia&amp;nbsp;

Awal bulan ini Reuters melaporkan bahwa Ukraina sedang mencari MK-20, sebuah bom cluster yang dikirim dari udara, untuk melepaskan bahan peledak individu dari drone, dan peluru klaster artileri 155 mm. Kyiv telah mendesak anggota Kongres untuk menekan Gedung Putih agar menyetujui pengiriman senjata tersebut.
Surat itu mengkritik Biden karena &quot;keengganan untuk memberi Ukraina jenis dan jumlah tembakan jarak jauh yang tepat dan kemampuan manuver untuk menciptakan&quot; terobosan melawan pasukan Rusia.

BACA JUGA:
Ukraina Minta Bom Cluster MK-20 dari AS, Ini 3 Bahaya Dahsyatnya

Surat itu ditandatangani oleh Jim Risch, Republikan teratas di Komite Hubungan Luar Negeri Senat, Roger Wicker, Republikan teratas di Komite Angkatan Bersenjata Senat, Mike McCaul, ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR, dan Mike Rogers ketua Komite Komite Angkatan Bersenjata Parlemen.Surat itu mendesak Biden untuk mengirim Munisi Konvensional Berguna Ganda (DPICM) yang ditemukan di beberapa jenis amunisi AS, termasuk artileri 155 milimeter, GMLRS dan ATACMS.
Desakan itu bukan berarti pemerintahan Biden dipastikan akan menandatangani pengiriman tersebut.
Munisi tandan, yang dilarang oleh lebih dari 120 negara, biasanya melepaskan sejumlah besar bom kecil yang dapat membunuh tanpa pandang bulu di wilayah yang luas, mengancam warga sipil.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xOS8xMC8xNTkwNTYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
WASHINGTON - Empat anggota Kongres dari Partai Republik mendesak Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk mengirim munisi tandan atau bom cluster ke Ukraina. Dalam surat yang ditujukan ke Gedung Putih pada Selasa, (21/3/2023), para anggota Kongres itu menuduh pemerintah khawatir hal itu akan dilihat sebagai eskalasi oleh Rusia.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Pertarungan Sengit di Medan Perang, Ukraina Minta Bom Cluster dari AS untuk Binasakan Rusia&amp;nbsp;

Awal bulan ini Reuters melaporkan bahwa Ukraina sedang mencari MK-20, sebuah bom cluster yang dikirim dari udara, untuk melepaskan bahan peledak individu dari drone, dan peluru klaster artileri 155 mm. Kyiv telah mendesak anggota Kongres untuk menekan Gedung Putih agar menyetujui pengiriman senjata tersebut.
Surat itu mengkritik Biden karena &quot;keengganan untuk memberi Ukraina jenis dan jumlah tembakan jarak jauh yang tepat dan kemampuan manuver untuk menciptakan&quot; terobosan melawan pasukan Rusia.

BACA JUGA:
Ukraina Minta Bom Cluster MK-20 dari AS, Ini 3 Bahaya Dahsyatnya

Surat itu ditandatangani oleh Jim Risch, Republikan teratas di Komite Hubungan Luar Negeri Senat, Roger Wicker, Republikan teratas di Komite Angkatan Bersenjata Senat, Mike McCaul, ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR, dan Mike Rogers ketua Komite Komite Angkatan Bersenjata Parlemen.Surat itu mendesak Biden untuk mengirim Munisi Konvensional Berguna Ganda (DPICM) yang ditemukan di beberapa jenis amunisi AS, termasuk artileri 155 milimeter, GMLRS dan ATACMS.
Desakan itu bukan berarti pemerintahan Biden dipastikan akan menandatangani pengiriman tersebut.
Munisi tandan, yang dilarang oleh lebih dari 120 negara, biasanya melepaskan sejumlah besar bom kecil yang dapat membunuh tanpa pandang bulu di wilayah yang luas, mengancam warga sipil.</content:encoded></item></channel></rss>
