<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: No Smoking Itu Singkatan dari Nahdlatoel Oelama Smoking</title><description>Ternyata ini arti No Smoking bagi para kiai NU.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/22/337/2785041/humor-gus-dur-no-smoking-itu-singkatan-dari-nahdlatoel-oelama-smoking</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/22/337/2785041/humor-gus-dur-no-smoking-itu-singkatan-dari-nahdlatoel-oelama-smoking"/><item><title>Humor Gus Dur: No Smoking Itu Singkatan dari Nahdlatoel Oelama Smoking</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/22/337/2785041/humor-gus-dur-no-smoking-itu-singkatan-dari-nahdlatoel-oelama-smoking</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/22/337/2785041/humor-gus-dur-no-smoking-itu-singkatan-dari-nahdlatoel-oelama-smoking</guid><pubDate>Rabu 22 Maret 2023 05:05 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/21/337/2785041/humor-gus-dur-no-smoking-itu-singkatan-dari-nahdlatoel-oelama-smoking-HRFVAkY6kY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KH. Abdurrahman Wahid. (Foto: ist.)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/21/337/2785041/humor-gus-dur-no-smoking-itu-singkatan-dari-nahdlatoel-oelama-smoking-HRFVAkY6kY.jpg</image><title>KH. Abdurrahman Wahid. (Foto: ist.)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikenal sebagai ulama yang gemar berguyon dan memiliki segudang cerita lucu. Sebagai seorang tokoh Nahdlatul Ulama (NU) kisah lucu Gus Dur tak jarang berkaitan dengan para kiai dari organisasi Islam terbesar Indonesia itu.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Baju dalam Kardus untuk Kunjungan ke China

Dikutip dari buku &quot;Tertawa Bersama Gus Presiden Dur&amp;rdquo; karya Hermawan Sulistyo, suatu hari para kiai NU bermusyawarah di salah satu hotel bintang lima di Jakarta. Sebagian besar dari para kiai ini adalah perokok berat sehingga mereka merokok hingga asap mengepul di ruangan, padahal ada tanda &quot;No Smoking&quot; alias &amp;ldquo;Dilarang Merokok&amp;rdquo;, yang tertempel di dinding.

BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Doa Jangan Dikorupsi&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Melihat pemandangan itu, satpam hotel datang dengan memasang wajah seram, memberi tahu para kiai bahwa ada larangan merokok di ruangan. Si satpan pun menunjukkan tulisan &quot;No Smoking&quot; yang terpasang.&quot;Oh, itu,&quot; ujar seorang kiai.
&amp;rdquo;Sampeyan salah. No Smoking itu singkatan dari Nahdlatoel Oelama Smoking. Jadi, ini tempat merokoknya orang-orang NU,&quot; kata kiai itu dengan nada santai.
Mendengar jawaban tersebut, si satpam yang tadinya hendak mengusir para kiai kemudian pergi meninggalkan mereka.
Dalam ejaan bahasa Indonesia dulu kepanjangan NU ditulis sebagai Nahdlatoel Oelama. NU didirikan pada 1926 ketika ejaan jadul itu masih digunakan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikenal sebagai ulama yang gemar berguyon dan memiliki segudang cerita lucu. Sebagai seorang tokoh Nahdlatul Ulama (NU) kisah lucu Gus Dur tak jarang berkaitan dengan para kiai dari organisasi Islam terbesar Indonesia itu.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Baju dalam Kardus untuk Kunjungan ke China

Dikutip dari buku &quot;Tertawa Bersama Gus Presiden Dur&amp;rdquo; karya Hermawan Sulistyo, suatu hari para kiai NU bermusyawarah di salah satu hotel bintang lima di Jakarta. Sebagian besar dari para kiai ini adalah perokok berat sehingga mereka merokok hingga asap mengepul di ruangan, padahal ada tanda &quot;No Smoking&quot; alias &amp;ldquo;Dilarang Merokok&amp;rdquo;, yang tertempel di dinding.

BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Doa Jangan Dikorupsi&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Melihat pemandangan itu, satpam hotel datang dengan memasang wajah seram, memberi tahu para kiai bahwa ada larangan merokok di ruangan. Si satpan pun menunjukkan tulisan &quot;No Smoking&quot; yang terpasang.&quot;Oh, itu,&quot; ujar seorang kiai.
&amp;rdquo;Sampeyan salah. No Smoking itu singkatan dari Nahdlatoel Oelama Smoking. Jadi, ini tempat merokoknya orang-orang NU,&quot; kata kiai itu dengan nada santai.
Mendengar jawaban tersebut, si satpam yang tadinya hendak mengusir para kiai kemudian pergi meninggalkan mereka.
Dalam ejaan bahasa Indonesia dulu kepanjangan NU ditulis sebagai Nahdlatoel Oelama. NU didirikan pada 1926 ketika ejaan jadul itu masih digunakan.</content:encoded></item></channel></rss>
