<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aktivitas Gunung Merapi Didominasi Pertumbuhan Kubah Lava, Warga Diminta Tenang dan Waspada      </title><description>Aktivitas vulkanik Gunung Merapi hingga saat ini masih berlangsung.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/23/337/2786079/aktivitas-gunung-merapi-didominasi-pertumbuhan-kubah-lava-warga-diminta-tenang-dan-waspada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/23/337/2786079/aktivitas-gunung-merapi-didominasi-pertumbuhan-kubah-lava-warga-diminta-tenang-dan-waspada"/><item><title>Aktivitas Gunung Merapi Didominasi Pertumbuhan Kubah Lava, Warga Diminta Tenang dan Waspada      </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/23/337/2786079/aktivitas-gunung-merapi-didominasi-pertumbuhan-kubah-lava-warga-diminta-tenang-dan-waspada</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/23/337/2786079/aktivitas-gunung-merapi-didominasi-pertumbuhan-kubah-lava-warga-diminta-tenang-dan-waspada</guid><pubDate>Kamis 23 Maret 2023 14:20 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/23/337/2786079/aktivitas-gunung-merapi-didominasi-pertumbuhan-kubah-lava-warga-diminta-tenang-dan-waspada-u4VevNHTFP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Merapi. (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/23/337/2786079/aktivitas-gunung-merapi-didominasi-pertumbuhan-kubah-lava-warga-diminta-tenang-dan-waspada-u4VevNHTFP.jpg</image><title>Gunung Merapi. (Foto: Antara)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xNC8xLzE2NDI4NS81L3g4ajU2Zmc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA -&amp;nbsp;Aktivitas vulkanik Gunung Merapi hingga saat ini masih berlangsung, sebagaimana laporan Badan Geologi&amp;nbsp;Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan. Aktivitasnya didominasi dengan pertumbuhan kubah lava.

Selain itu, Badan Geologi juga melaporkan masih berlangsungnya suplai magma baik dari dalam maupun dangkal yang dapat memicu terjadi awan panas guguran (APG) di daerah potensi bahaya.

&amp;ldquo;Suplai magma dari dalam masih berlangsung, aktivitas saat ini dominan pertumbuhan kubah lava dan kejadian guguran,&amp;rdquo; ungkap&amp;nbsp;Kepala&amp;nbsp;Badan&amp;nbsp;Geologi&amp;nbsp;Sugeng Mujiyanto&amp;nbsp;dikutip dari keterangannya, Kamis (23/3/2023).

BACA JUGA:
Mengejutkan! Gunung Merapi Kini Mempunyai 2 Kubah Lava Aktif, Pertama dalam Sejarah

Lebih lanjut, Sugeng meminta masyarakat untuk tetap tenang dan waspada karena aktivitas vulkanik Gunung Merapi tersebut masih terhitung normal. Sehingga, Badan Geologi tidak menaikkan status gunung tersebut.

Meski begitu, dengan karakter erupsi Gunung Merapi periode tahun 2021 hingga 2023 adalah tipe erupsi bersifat efusif yang didahului oleh erupsi-erupsi freatik, suplai magma baik dari dalam maupun dangkal masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas di dalam daerah potensi bahaya.

BACA JUGA:
Gunung Merapi Alami 5 Kali Guguran Lava Pijar

&amp;ldquo;Awan panas dan guguran dapat terjadi sewaktu-waktu. Meskipun, kejadian awan panas guguran masih sulit untuk diprediksi dari sisi waktu kejadiannya namun dapat diperkirakan potensi bahayanya,&amp;rdquo; kata Sugeng.

Sugeng mengungkapkan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas di sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Bebeng, Krasak sejauh maksimal 7 km.Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.



&amp;ldquo;Untuk meminimalisir kerugian dan menghindari korban akibat erupsi ini adalah dengan cara meningkatkan keakuratan dan kecepatan asesmen bahaya serta memastikan masyarakat dapat merespon peringatan dini dengan cepat dan tepat,&amp;rdquo; tandasnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xNC8xLzE2NDI4NS81L3g4ajU2Zmc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA -&amp;nbsp;Aktivitas vulkanik Gunung Merapi hingga saat ini masih berlangsung, sebagaimana laporan Badan Geologi&amp;nbsp;Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan. Aktivitasnya didominasi dengan pertumbuhan kubah lava.

Selain itu, Badan Geologi juga melaporkan masih berlangsungnya suplai magma baik dari dalam maupun dangkal yang dapat memicu terjadi awan panas guguran (APG) di daerah potensi bahaya.

&amp;ldquo;Suplai magma dari dalam masih berlangsung, aktivitas saat ini dominan pertumbuhan kubah lava dan kejadian guguran,&amp;rdquo; ungkap&amp;nbsp;Kepala&amp;nbsp;Badan&amp;nbsp;Geologi&amp;nbsp;Sugeng Mujiyanto&amp;nbsp;dikutip dari keterangannya, Kamis (23/3/2023).

BACA JUGA:
Mengejutkan! Gunung Merapi Kini Mempunyai 2 Kubah Lava Aktif, Pertama dalam Sejarah

Lebih lanjut, Sugeng meminta masyarakat untuk tetap tenang dan waspada karena aktivitas vulkanik Gunung Merapi tersebut masih terhitung normal. Sehingga, Badan Geologi tidak menaikkan status gunung tersebut.

Meski begitu, dengan karakter erupsi Gunung Merapi periode tahun 2021 hingga 2023 adalah tipe erupsi bersifat efusif yang didahului oleh erupsi-erupsi freatik, suplai magma baik dari dalam maupun dangkal masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas di dalam daerah potensi bahaya.

BACA JUGA:
Gunung Merapi Alami 5 Kali Guguran Lava Pijar

&amp;ldquo;Awan panas dan guguran dapat terjadi sewaktu-waktu. Meskipun, kejadian awan panas guguran masih sulit untuk diprediksi dari sisi waktu kejadiannya namun dapat diperkirakan potensi bahayanya,&amp;rdquo; kata Sugeng.

Sugeng mengungkapkan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas di sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Bebeng, Krasak sejauh maksimal 7 km.Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.



&amp;ldquo;Untuk meminimalisir kerugian dan menghindari korban akibat erupsi ini adalah dengan cara meningkatkan keakuratan dan kecepatan asesmen bahaya serta memastikan masyarakat dapat merespon peringatan dini dengan cepat dan tepat,&amp;rdquo; tandasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
