<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Spesies Raksasa Baru Laba-Laba Pintu Jebakan Ditemukan, Bisa Hidup Lebih dari 20 Tahun di Alam Liar</title><description>Sayangnya, sebagian besar habitatnya telah hilang karena pembukaan lahan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/24/18/2786431/spesies-raksasa-baru-laba-laba-pintu-jebakan-ditemukan-bisa-hidup-lebih-dari-20-tahun-di-alam-liar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/24/18/2786431/spesies-raksasa-baru-laba-laba-pintu-jebakan-ditemukan-bisa-hidup-lebih-dari-20-tahun-di-alam-liar"/><item><title>Spesies Raksasa Baru Laba-Laba Pintu Jebakan Ditemukan, Bisa Hidup Lebih dari 20 Tahun di Alam Liar</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/24/18/2786431/spesies-raksasa-baru-laba-laba-pintu-jebakan-ditemukan-bisa-hidup-lebih-dari-20-tahun-di-alam-liar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/24/18/2786431/spesies-raksasa-baru-laba-laba-pintu-jebakan-ditemukan-bisa-hidup-lebih-dari-20-tahun-di-alam-liar</guid><pubDate>Jum'at 24 Maret 2023 08:31 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/24/18/2786431/spesies-raksasa-baru-laba-laba-pintu-jebakan-ditemukan-bisa-hidup-lebih-dari-20-tahun-di-alam-liar-9py5Sxrskz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba-laba pintu jebakan spesies baru ditemukan dengan ukuran super (Foto: Queensland Museum)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/24/18/2786431/spesies-raksasa-baru-laba-laba-pintu-jebakan-ditemukan-bisa-hidup-lebih-dari-20-tahun-di-alam-liar-9py5Sxrskz.jpg</image><title>Laba-laba pintu jebakan spesies baru ditemukan dengan ukuran super (Foto: Queensland Museum)</title></images><description>AUSTRALIA - Peneliti Australia telah menemukan spesies laba-laba pintu jebakan berukuran super yang hanya ditemukan di Queensland, Australia.

Betina dari spesies langka ini dapat hidup selama lebih dari 20 tahun di alam liar dan tumbuh hingga sepanjang 5 cm - besar dalam istilah laba-laba pintu jebakan. Adapun laba-laba jantan bisa i tumbuh hingga 3cm.


BACA JUGA:
Laba-Laba Muncul saat Konferensi Pers, Menkes: Bisakah Seseorang Mengusirnya?

&amp;nbsp;Para ilmuwan mengatakan sayangnya, sebagian besar habitatnya telah hilang karena pembukaan lahan, membuatnya menjadi spesies yang terancam punah.


BACA JUGA:
5 Spesies Laba-Laba Paling Mematikan di Dunia

Disebut laba-laba pintu jebakan karena dia membangun &quot;pintu jebakan&quot; dari daun untuk memangsa serangga. Mereka biasanya berukuran sekitar 1,5 cm hingga 3 cm.

Dikutip BBC, Spesies yang baru ditemukan, Euoplos dignitas, adalah sejenis laba-laba pintu jebakan emas yang ditemukan di hutan semi-kering di Sabuk Brigalow, sebuah wilayah di Queensland tengah. Itu tidak berbahaya bagi manusia.
Para ilmuwan dari Museum Queensland, yang menemukan laba-laba itu mengatakan dalam bahasa Latin, namanya berarti keragaman atau kehebatan, yang mencerminkan ukuran dan sifat yang mengesankan dari laba-laba tersebut.
Betina dari spesies ini memiliki karapas berwarna merah kecokelatan, sedangkan jantan memiliki lapisan luar berwarna merah madu dan perut berwarna abu-abu kecokelatan.
Euoplos dignitas tinggal di habitat hutan terbuka, membangun liangnya di tanah hitam.



Betina menghabiskan hidup mereka di bawah tanah. Laki-laki pergi untuk mencari pasangan di liang lain setelah lima sampai tujuh tahun.

Para ilmuwan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Arachnology mengatakan sangat sedikit spesimen spesies ini yang telah dikumpulkan dalam beberapa dekade terakhir, dengan hanya satu betina yang diserahkan ke Museum Queensland sejak 1960-an.



Pencarian tiga hari pada Mei 2021 mengungkapkan hanya satu populasi di sepanjang beberapa ratus meter dari tepi jalan, dengan sebagian besar habitat yang tersedia dibersihkan untuk pertanian dan persediaan.



Berlanjutnya penurunan habitat semacam itu dapat membuat spesies itu &quot;sangat terancam punah&quot; di masa depan.

Laba-laba terbesar di dunia umumnya dikenal sebagai goliath birdeater - dengan panjang tubuh sekitar 13cm dan rentang kaki 30cm - lebih besar dari ukuran piring makan.



</description><content:encoded>AUSTRALIA - Peneliti Australia telah menemukan spesies laba-laba pintu jebakan berukuran super yang hanya ditemukan di Queensland, Australia.

Betina dari spesies langka ini dapat hidup selama lebih dari 20 tahun di alam liar dan tumbuh hingga sepanjang 5 cm - besar dalam istilah laba-laba pintu jebakan. Adapun laba-laba jantan bisa i tumbuh hingga 3cm.


BACA JUGA:
Laba-Laba Muncul saat Konferensi Pers, Menkes: Bisakah Seseorang Mengusirnya?

&amp;nbsp;Para ilmuwan mengatakan sayangnya, sebagian besar habitatnya telah hilang karena pembukaan lahan, membuatnya menjadi spesies yang terancam punah.


BACA JUGA:
5 Spesies Laba-Laba Paling Mematikan di Dunia

Disebut laba-laba pintu jebakan karena dia membangun &quot;pintu jebakan&quot; dari daun untuk memangsa serangga. Mereka biasanya berukuran sekitar 1,5 cm hingga 3 cm.

Dikutip BBC, Spesies yang baru ditemukan, Euoplos dignitas, adalah sejenis laba-laba pintu jebakan emas yang ditemukan di hutan semi-kering di Sabuk Brigalow, sebuah wilayah di Queensland tengah. Itu tidak berbahaya bagi manusia.
Para ilmuwan dari Museum Queensland, yang menemukan laba-laba itu mengatakan dalam bahasa Latin, namanya berarti keragaman atau kehebatan, yang mencerminkan ukuran dan sifat yang mengesankan dari laba-laba tersebut.
Betina dari spesies ini memiliki karapas berwarna merah kecokelatan, sedangkan jantan memiliki lapisan luar berwarna merah madu dan perut berwarna abu-abu kecokelatan.
Euoplos dignitas tinggal di habitat hutan terbuka, membangun liangnya di tanah hitam.



Betina menghabiskan hidup mereka di bawah tanah. Laki-laki pergi untuk mencari pasangan di liang lain setelah lima sampai tujuh tahun.

Para ilmuwan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Arachnology mengatakan sangat sedikit spesimen spesies ini yang telah dikumpulkan dalam beberapa dekade terakhir, dengan hanya satu betina yang diserahkan ke Museum Queensland sejak 1960-an.



Pencarian tiga hari pada Mei 2021 mengungkapkan hanya satu populasi di sepanjang beberapa ratus meter dari tepi jalan, dengan sebagian besar habitat yang tersedia dibersihkan untuk pertanian dan persediaan.



Berlanjutnya penurunan habitat semacam itu dapat membuat spesies itu &quot;sangat terancam punah&quot; di masa depan.

Laba-laba terbesar di dunia umumnya dikenal sebagai goliath birdeater - dengan panjang tubuh sekitar 13cm dan rentang kaki 30cm - lebih besar dari ukuran piring makan.



</content:encoded></item></channel></rss>
