<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia dan AS Tandatangani Kesepakatan Survei Perdana Terkait Warga Amerika yang Hilang pada Perang Dunia II</title><description>Lebih dari 1.900 personel militer AS hilang atau gugur di Indonesia pada masa Perang Dunia II.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/24/18/2786738/indonesia-dan-as-tandatangani-kesepakatan-survei-perdana-terkait-warga-amerika-yang-hilang-pada-perang-dunia-ii</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/24/18/2786738/indonesia-dan-as-tandatangani-kesepakatan-survei-perdana-terkait-warga-amerika-yang-hilang-pada-perang-dunia-ii"/><item><title>Indonesia dan AS Tandatangani Kesepakatan Survei Perdana Terkait Warga Amerika yang Hilang pada Perang Dunia II</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/24/18/2786738/indonesia-dan-as-tandatangani-kesepakatan-survei-perdana-terkait-warga-amerika-yang-hilang-pada-perang-dunia-ii</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/24/18/2786738/indonesia-dan-as-tandatangani-kesepakatan-survei-perdana-terkait-warga-amerika-yang-hilang-pada-perang-dunia-ii</guid><pubDate>Jum'at 24 Maret 2023 15:51 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/24/18/2786738/indonesia-dan-as-tandatangani-kesepakatan-survei-perdana-terkait-warga-amerika-yang-hilang-pada-perang-dunia-ii-5qugWQM2od.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Kedubes Amerika Serikat Jakarta.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/24/18/2786738/indonesia-dan-as-tandatangani-kesepakatan-survei-perdana-terkait-warga-amerika-yang-hilang-pada-perang-dunia-ii-5qugWQM2od.jpg</image><title>Foto: Kedubes Amerika Serikat Jakarta.</title></images><description>ARLINGTON &amp;ndash; Pemerintah Indonesia dan Defense POW/MIA Accounting Agency (DPAA), badan di bawah Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) yang bertugas membawa pulang tentara AS yang menjadi tawanan perang atau yang hilang saat bertugas, pada Selasa, (21/3/2023) menandatangani perjanjian kerja sama yang memungkinkan diadakannya misi riset dan survei bersama perdana terkait warga Amerika yang hilang di Indonesia pada saat Perang Dunia II.

BACA JUGA:
Kisah Rekan Setim Sepak Bola yang Saling Serang di Perang Dunia II&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Setelah koordinasi selama beberapa tahun dan sejumlah keterlibatan Menteri Pertahanan dari kedua negara, AS dan Indonesia sepakat untuk memulai kegiatan lapangan DPAA di Pulau Morotai. Kegiatan ini akan mendorong upaya penghitungan lebih dari 1.900 personel AS yang hilang dan gugur di Indonesia semasa Perang Dunia II.
&amp;ldquo;Dengan penandatanganan kesepakatan ini, kami sangat bersemangat untuk memulai kerja lapangan kami di Indonesia pada bulan Juni mendatang,&amp;rdquo; kata Direktur DPAA Kelly McKeague sebagaimana dilansir dari keterangan pers Kedutaan Besar AS di Jakarta, Jumat, (24/3/2023).

BACA JUGA:
Letakkan Karangan Bunga, Australia Kenang Perawat yang Gugur di Bangka dalam Perang Dunia II

&amp;ldquo;Kami berterima kasih kepada sejumlah lembaga pemerintahan Indonesia yang telah membantu kami memenuhi janji kami kepada anggota Tentara AS yang telah memberikan pengorbanan tertinggi bagi bangsa kami dan keluarga mereka yang telah lama mencari jawaban atas orang-orang terkasih mereka yang hilang.&amp;rdquo;
Kesepakatan Kerangka Kerja ini merupakan kelanjutan konferensi pers tahun lalu pada 21 November bersama Menteri Pertahanan Lloyd J. Austin III dan Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto, saat kedua menteri menyatakan dukungan kuat mereka terhadap misi kemanusiaan DPAA di wilayah Indonesia.
</description><content:encoded>ARLINGTON &amp;ndash; Pemerintah Indonesia dan Defense POW/MIA Accounting Agency (DPAA), badan di bawah Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) yang bertugas membawa pulang tentara AS yang menjadi tawanan perang atau yang hilang saat bertugas, pada Selasa, (21/3/2023) menandatangani perjanjian kerja sama yang memungkinkan diadakannya misi riset dan survei bersama perdana terkait warga Amerika yang hilang di Indonesia pada saat Perang Dunia II.

BACA JUGA:
Kisah Rekan Setim Sepak Bola yang Saling Serang di Perang Dunia II&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Setelah koordinasi selama beberapa tahun dan sejumlah keterlibatan Menteri Pertahanan dari kedua negara, AS dan Indonesia sepakat untuk memulai kegiatan lapangan DPAA di Pulau Morotai. Kegiatan ini akan mendorong upaya penghitungan lebih dari 1.900 personel AS yang hilang dan gugur di Indonesia semasa Perang Dunia II.
&amp;ldquo;Dengan penandatanganan kesepakatan ini, kami sangat bersemangat untuk memulai kerja lapangan kami di Indonesia pada bulan Juni mendatang,&amp;rdquo; kata Direktur DPAA Kelly McKeague sebagaimana dilansir dari keterangan pers Kedutaan Besar AS di Jakarta, Jumat, (24/3/2023).

BACA JUGA:
Letakkan Karangan Bunga, Australia Kenang Perawat yang Gugur di Bangka dalam Perang Dunia II

&amp;ldquo;Kami berterima kasih kepada sejumlah lembaga pemerintahan Indonesia yang telah membantu kami memenuhi janji kami kepada anggota Tentara AS yang telah memberikan pengorbanan tertinggi bagi bangsa kami dan keluarga mereka yang telah lama mencari jawaban atas orang-orang terkasih mereka yang hilang.&amp;rdquo;
Kesepakatan Kerangka Kerja ini merupakan kelanjutan konferensi pers tahun lalu pada 21 November bersama Menteri Pertahanan Lloyd J. Austin III dan Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto, saat kedua menteri menyatakan dukungan kuat mereka terhadap misi kemanusiaan DPAA di wilayah Indonesia.
</content:encoded></item></channel></rss>
