<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nyepi Berakhir, Remaja Denpasar Gelar Tradisi Ciuman Massal</title><description>Remaja di Desa Sesetan Denpasar menggelar Omed-omedan atau tradisi ciuman massal, Kamis (23/3/2023).&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/24/244/2786354/nyepi-berakhir-remaja-denpasar-gelar-tradisi-ciuman-massal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/24/244/2786354/nyepi-berakhir-remaja-denpasar-gelar-tradisi-ciuman-massal"/><item><title>Nyepi Berakhir, Remaja Denpasar Gelar Tradisi Ciuman Massal</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/24/244/2786354/nyepi-berakhir-remaja-denpasar-gelar-tradisi-ciuman-massal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/24/244/2786354/nyepi-berakhir-remaja-denpasar-gelar-tradisi-ciuman-massal</guid><pubDate>Jum'at 24 Maret 2023 04:31 WIB</pubDate><dc:creator>Mohamad Chusna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/24/244/2786354/nyepi-berakhir-remaja-denpasar-gelar-tradisi-ciuman-massal-Bs5Kn3jC9e.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/24/244/2786354/nyepi-berakhir-remaja-denpasar-gelar-tradisi-ciuman-massal-Bs5Kn3jC9e.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Antara)</title></images><description>
DENPASAR - Remaja di Desa Sesetan Denpasar menggelar Omed-omedan atau tradisi ciuman massal, Kamis (23/3/2023). Tradisi itu digelar sehari setelah Hari Raya Nyepi.
Tradisi tahunan itu digelar di jalan raya tepatnya di depan balai desa Sesetan. &quot;Omed-omedan artinya tarik menarik untuk tujuan kebersamaan setelah Nyepi,&quot; kata Kelian Adat Banjar Kaja Sesetan I Made Sudama.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dagangannya Hilang Tersapu Banjir, Isnanto Bersyukur Dapat Gerobak dari Perindo&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dia menerangkan, Omed-omedan sempat digelar di dalam balai banjar selama tiga tahun akibat pandemi Covid-19. Pesertanya pun cuma tiga pasang muda mudi.
Setelah pandemi, Omed-omedan kembali digelar di jalan raya dan diikuti semua muda mudi. Masyarakat umum pun kembali bisa ikut menonton dan jumlahnya membludak.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Pelajar SMP di Sukabumi yang Tewas Dianiaya, Ternyata Sedang Pemulihan Akibat Dibacok

Sekitar pukul 15.00 Wita, Omed-omedan pun dimulai. Setiap sesi, masing-masing kelompok mengeluarkan jagonya.
Setelah siap, pihak laki-laki dan perempuan berdiri berhadapan. Mereka lantas didorong kelompoknya masing-masing. Begitu saling mendekat, setiap pasangan saling dekap dan melancarkan ciuman.Hanya saja, aksi ciuman ini tak berlangsung lama. Panitia menyiramkan air ke pasangan tersebut, sebagai tanda untuk mengakhiri ciuman. &quot;Saat kena cium pria yang tampan, senang. Kalau kena yang jelek, ya terpaksa,&quot; ujar Made, salah satu perserta.
Ribuan warga dan wisatawan yang menonton berusaha mengambil foto saat pasangan muda mudi berciuman. &quot;Sengaja datang ke Bali untuk merasakan Nyepi dan melihat Omed-omedan,&quot; ujar Tina asal Surabaya. (NAN)</description><content:encoded>
DENPASAR - Remaja di Desa Sesetan Denpasar menggelar Omed-omedan atau tradisi ciuman massal, Kamis (23/3/2023). Tradisi itu digelar sehari setelah Hari Raya Nyepi.
Tradisi tahunan itu digelar di jalan raya tepatnya di depan balai desa Sesetan. &quot;Omed-omedan artinya tarik menarik untuk tujuan kebersamaan setelah Nyepi,&quot; kata Kelian Adat Banjar Kaja Sesetan I Made Sudama.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dagangannya Hilang Tersapu Banjir, Isnanto Bersyukur Dapat Gerobak dari Perindo&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dia menerangkan, Omed-omedan sempat digelar di dalam balai banjar selama tiga tahun akibat pandemi Covid-19. Pesertanya pun cuma tiga pasang muda mudi.
Setelah pandemi, Omed-omedan kembali digelar di jalan raya dan diikuti semua muda mudi. Masyarakat umum pun kembali bisa ikut menonton dan jumlahnya membludak.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Pelajar SMP di Sukabumi yang Tewas Dianiaya, Ternyata Sedang Pemulihan Akibat Dibacok

Sekitar pukul 15.00 Wita, Omed-omedan pun dimulai. Setiap sesi, masing-masing kelompok mengeluarkan jagonya.
Setelah siap, pihak laki-laki dan perempuan berdiri berhadapan. Mereka lantas didorong kelompoknya masing-masing. Begitu saling mendekat, setiap pasangan saling dekap dan melancarkan ciuman.Hanya saja, aksi ciuman ini tak berlangsung lama. Panitia menyiramkan air ke pasangan tersebut, sebagai tanda untuk mengakhiri ciuman. &quot;Saat kena cium pria yang tampan, senang. Kalau kena yang jelek, ya terpaksa,&quot; ujar Made, salah satu perserta.
Ribuan warga dan wisatawan yang menonton berusaha mengambil foto saat pasangan muda mudi berciuman. &quot;Sengaja datang ke Bali untuk merasakan Nyepi dan melihat Omed-omedan,&quot; ujar Tina asal Surabaya. (NAN)</content:encoded></item></channel></rss>
