<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siapa yang Membangun Keraton Jogja? Ini Sejarahnya</title><description>Siapa yang Membangun Keraton Jogja? Ini Sejarahnya</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/24/337/2786401/siapa-yang-membangun-keraton-jogja-ini-sejarahnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/24/337/2786401/siapa-yang-membangun-keraton-jogja-ini-sejarahnya"/><item><title>Siapa yang Membangun Keraton Jogja? Ini Sejarahnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/24/337/2786401/siapa-yang-membangun-keraton-jogja-ini-sejarahnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/24/337/2786401/siapa-yang-membangun-keraton-jogja-ini-sejarahnya</guid><pubDate>Jum'at 24 Maret 2023 07:30 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/24/337/2786401/siapa-yang-membangun-keraton-jogja-ini-sejarahnya-tX5Ocf61HX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Keraton Yogya (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/24/337/2786401/siapa-yang-membangun-keraton-jogja-ini-sejarahnya-tX5Ocf61HX.jpg</image><title>Keraton Yogya (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA- Siapa yang membangun keraton Jogja? ini sejarahnya menarik dikulik. Adapun kerajaan di nusantara ini masih kokoh berdiri. Tak hanya bangun fisiknya saja yang tetap bertahan, namun struktur pemerintahan di kerajaan ini juga masih ada dan berlaku hingga sekarang.

BACA JUGA:
Menguak Fakta Abdi Dalem Keraton Yogyakarta yang Jarang Diketahui

Siapa yang membangun keraton Jogja? ini sejarahnya berasal dari masuknya agama Hindu. Adapun pembangunan ini  melalui berbagai tahapan spiritual layaknya yang sering dilakukan masyarakat Jawa.
Keraton Yogyakarta didirikan saat ajaran Hindu masih banyak dianut masyarakat tanah Mataram. Letak Keraton Yogyakarta berada di tengah dua kekuatan alam, yakni Gunung Merapi di Utara dan Pantai Selatan (Pantai Parangkusumo) sisi Selatan.

BACA JUGA:
Keraton Yogyakarta Simpan Banyak Misteri, Berada di Tengah 2 Kekuatan Alam

Dalam kepercayaan Hindu, dikenal adanya konsep Palemahan (hubungan harmonis antara umat manusia dengan alam lingkungan), Pawongan (hubungan harmonis antara sesama umat manusia) dan Parahyangan (hubungan harmonis antara manusia dengan Pencipta).

Pantai Selatan disimbolkan sebagai Palemahan, Keraton Yogyakarta di tengah-tengah sebagai Pawongan sedangkan Gunung Merapi sebagai Parahiyangan.
Dari konsep itu yang kemudian dipilihlah letak Keraton Yogyakarta seperti tempat dimana saat ini berdiri. Posisi Pantai Selatan, Keraton Yogyakarta dan Gunung Merapi merupakan satu garis lurus yang ditarik dari selatan hingga utara. Konon di sepanjang garis imaginer ini pantang mendirikan bangunan melebihi tinggi puncak atap keraton.
Selain itu arsitektur keraton dirancang oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I sekaligus pendiri Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Bangunan pokok dan desain  dasar tata ruang dari keraton dan desain dasar lasnkap kota tua Yogyakarta diselesaikan antara tahun  1755-1756.
Kraton Yogyakarta terdiri dari tiga bagian yang terdiri dari komplek depan kraton, kompleks inti kraton dan kompleks belakang kraton. Komplek dean kraton terdiri dari Gladhjak-Pangurakan (Gerbang Utama), Alun-alun Ler, dan Masjid Gedhe . Kawasan komplek inti di Kraton Yogyakarta tersusun dari tujuh rangkaian plataran mulai dari Alun-Alun Utara hingga Alun-Alun Selatan, yaitu Pagelaran dan Sitihinggil Lor, Kamandungan Lor, Srimanganti, Kedhaton, Kemagangan, Kamandungan Kidul, dan Sitihinggil Kidul. Sedangkan kompleks belakang kraton terdiri dari alun-alun kidul dan plengkung nirbaya.
</description><content:encoded>JAKARTA- Siapa yang membangun keraton Jogja? ini sejarahnya menarik dikulik. Adapun kerajaan di nusantara ini masih kokoh berdiri. Tak hanya bangun fisiknya saja yang tetap bertahan, namun struktur pemerintahan di kerajaan ini juga masih ada dan berlaku hingga sekarang.

BACA JUGA:
Menguak Fakta Abdi Dalem Keraton Yogyakarta yang Jarang Diketahui

Siapa yang membangun keraton Jogja? ini sejarahnya berasal dari masuknya agama Hindu. Adapun pembangunan ini  melalui berbagai tahapan spiritual layaknya yang sering dilakukan masyarakat Jawa.
Keraton Yogyakarta didirikan saat ajaran Hindu masih banyak dianut masyarakat tanah Mataram. Letak Keraton Yogyakarta berada di tengah dua kekuatan alam, yakni Gunung Merapi di Utara dan Pantai Selatan (Pantai Parangkusumo) sisi Selatan.

BACA JUGA:
Keraton Yogyakarta Simpan Banyak Misteri, Berada di Tengah 2 Kekuatan Alam

Dalam kepercayaan Hindu, dikenal adanya konsep Palemahan (hubungan harmonis antara umat manusia dengan alam lingkungan), Pawongan (hubungan harmonis antara sesama umat manusia) dan Parahyangan (hubungan harmonis antara manusia dengan Pencipta).

Pantai Selatan disimbolkan sebagai Palemahan, Keraton Yogyakarta di tengah-tengah sebagai Pawongan sedangkan Gunung Merapi sebagai Parahiyangan.
Dari konsep itu yang kemudian dipilihlah letak Keraton Yogyakarta seperti tempat dimana saat ini berdiri. Posisi Pantai Selatan, Keraton Yogyakarta dan Gunung Merapi merupakan satu garis lurus yang ditarik dari selatan hingga utara. Konon di sepanjang garis imaginer ini pantang mendirikan bangunan melebihi tinggi puncak atap keraton.
Selain itu arsitektur keraton dirancang oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I sekaligus pendiri Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Bangunan pokok dan desain  dasar tata ruang dari keraton dan desain dasar lasnkap kota tua Yogyakarta diselesaikan antara tahun  1755-1756.
Kraton Yogyakarta terdiri dari tiga bagian yang terdiri dari komplek depan kraton, kompleks inti kraton dan kompleks belakang kraton. Komplek dean kraton terdiri dari Gladhjak-Pangurakan (Gerbang Utama), Alun-alun Ler, dan Masjid Gedhe . Kawasan komplek inti di Kraton Yogyakarta tersusun dari tujuh rangkaian plataran mulai dari Alun-Alun Utara hingga Alun-Alun Selatan, yaitu Pagelaran dan Sitihinggil Lor, Kamandungan Lor, Srimanganti, Kedhaton, Kemagangan, Kamandungan Kidul, dan Sitihinggil Kidul. Sedangkan kompleks belakang kraton terdiri dari alun-alun kidul dan plengkung nirbaya.
</content:encoded></item></channel></rss>
