<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kirim Satgas Pamtas, Panglima TNI: Kondisi di Perbatasan RI - Papua Nugini Kondusif</title><description>Panglima TNI Laksamana Yudo Maryono mengatakan, kondisi di perbatasan Republik Indonesia - Papua Nugini masih dalam situasi kondusif.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/24/337/2786816/kirim-satgas-pamtas-panglima-tni-kondisi-di-perbatasan-ri-papua-nugini-kondusif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/24/337/2786816/kirim-satgas-pamtas-panglima-tni-kondisi-di-perbatasan-ri-papua-nugini-kondusif"/><item><title>Kirim Satgas Pamtas, Panglima TNI: Kondisi di Perbatasan RI - Papua Nugini Kondusif</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/24/337/2786816/kirim-satgas-pamtas-panglima-tni-kondisi-di-perbatasan-ri-papua-nugini-kondusif</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/24/337/2786816/kirim-satgas-pamtas-panglima-tni-kondisi-di-perbatasan-ri-papua-nugini-kondusif</guid><pubDate>Jum'at 24 Maret 2023 18:16 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/24/337/2786816/kirim-satgas-pamtas-panglima-tni-kondisi-di-perbatasan-ri-papua-nugini-kondusif-CiPxDCO3Yv.JPG" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/24/337/2786816/kirim-satgas-pamtas-panglima-tni-kondisi-di-perbatasan-ri-papua-nugini-kondusif-CiPxDCO3Yv.JPG</image><title></title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Panglima TNI Laksamana Yudo Maryono mengatakan, kondisi di perbatasan Republik Indonesia - Papua Nugini masih dalam situasi kondusif.

Hal tersebut ia ungkap saat melepas keberangkatan dua Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia - Papua Nugini. Pengiriman pasukan, kata Yudo, dilakukan untuk mengeliminir gangguan keamanan yang dilakukan oleh sekelompok orang.

&quot;Hanya ada sekelompok orang yang senantiasa mengganggu masyarakat, membakar sekolah, puskesmas, membakar fasilitas-fasiltas umum,&quot; kata Yudo melalui keterangan resminya, Jumat (24/3/2023).


BACA JUGA:
Lepas Keberangkatan Satgas Pamtas RI-Papua Nugini, Ini Kata Panglima TNI


&quot;Mudah-mudahan dengan datangnya pasukan ini dapat mengeliminir gangguan keamanan yang terjadi, masyarakat Papua secara khusus mengharapkan kondisi kondusif,&quot; sambungnya.

Yudo menjelaskan, tugas yang dilaksanakan adalah misi pengamanan perbatasan dengan fungsi teritorial melekat di dalamnya. Pemberangkatan Satgas ini, kata Yudo, juga untuk menggantikan Satgas yang lama.

&quot;Sebagai patriot NKRI yang profesional modern dan tangguh saya yakin kalian sudah mempersiapkan diri dan berlatih sungguh-sungguh untuk melaksanakan tugas ini,&quot; kata Yudo.

&quot;Sengaja ini saya lepas, saya ingin melihat kesiapannya secara langsung karena saya sebagai penanggung jawab semua operasi TNI,&quot; sambungnya.

Yudo berpesan kepada prajurit yang berangkat untuk mampu membangun komunikasi dan menjaga kedekatan dengan segenap masyarakat diantaranya tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat serta tokoh-tokoh daerah di Papua untuk mencari solusi terbaik dalam setiap permasalahan.
Adapun satuan tugas yang diberangkatkan adalah Yonif 125/SMB Kodam I Bukit Barisan di bawah pimpinan Letkol Inf Ronald Manurung dan Yonif 115/ML Kodam Iskandar Muda di bawah pimpinan Letkol Inf Raden Herman Sasmita dengan masing-masing Satgas berkekuatan 450 personel.

Diketahui, seluruh pasukan diberangkatkan melalui Pelabuhan Pelindo Belawan, Medan, Sumatera Utara pada Kamis (23/3/2023).</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Panglima TNI Laksamana Yudo Maryono mengatakan, kondisi di perbatasan Republik Indonesia - Papua Nugini masih dalam situasi kondusif.

Hal tersebut ia ungkap saat melepas keberangkatan dua Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia - Papua Nugini. Pengiriman pasukan, kata Yudo, dilakukan untuk mengeliminir gangguan keamanan yang dilakukan oleh sekelompok orang.

&quot;Hanya ada sekelompok orang yang senantiasa mengganggu masyarakat, membakar sekolah, puskesmas, membakar fasilitas-fasiltas umum,&quot; kata Yudo melalui keterangan resminya, Jumat (24/3/2023).


BACA JUGA:
Lepas Keberangkatan Satgas Pamtas RI-Papua Nugini, Ini Kata Panglima TNI


&quot;Mudah-mudahan dengan datangnya pasukan ini dapat mengeliminir gangguan keamanan yang terjadi, masyarakat Papua secara khusus mengharapkan kondisi kondusif,&quot; sambungnya.

Yudo menjelaskan, tugas yang dilaksanakan adalah misi pengamanan perbatasan dengan fungsi teritorial melekat di dalamnya. Pemberangkatan Satgas ini, kata Yudo, juga untuk menggantikan Satgas yang lama.

&quot;Sebagai patriot NKRI yang profesional modern dan tangguh saya yakin kalian sudah mempersiapkan diri dan berlatih sungguh-sungguh untuk melaksanakan tugas ini,&quot; kata Yudo.

&quot;Sengaja ini saya lepas, saya ingin melihat kesiapannya secara langsung karena saya sebagai penanggung jawab semua operasi TNI,&quot; sambungnya.

Yudo berpesan kepada prajurit yang berangkat untuk mampu membangun komunikasi dan menjaga kedekatan dengan segenap masyarakat diantaranya tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat serta tokoh-tokoh daerah di Papua untuk mencari solusi terbaik dalam setiap permasalahan.
Adapun satuan tugas yang diberangkatkan adalah Yonif 125/SMB Kodam I Bukit Barisan di bawah pimpinan Letkol Inf Ronald Manurung dan Yonif 115/ML Kodam Iskandar Muda di bawah pimpinan Letkol Inf Raden Herman Sasmita dengan masing-masing Satgas berkekuatan 450 personel.

Diketahui, seluruh pasukan diberangkatkan melalui Pelabuhan Pelindo Belawan, Medan, Sumatera Utara pada Kamis (23/3/2023).</content:encoded></item></channel></rss>
