<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR Jadwal Ulang RDP Transaksi Rp300 Triliun Kemenkeu dengan Mahfud MD dan Sri Mulyani</title><description>Semula, agenda ini dijadwalkan pada hari ini, Jumat (24/3/2023), namun berubah menjadi pekan depan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/24/337/2786830/dpr-jadwal-ulang-rdp-transaksi-rp300-triliun-kemenkeu-dengan-mahfud-md-dan-sri-mulyani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/24/337/2786830/dpr-jadwal-ulang-rdp-transaksi-rp300-triliun-kemenkeu-dengan-mahfud-md-dan-sri-mulyani"/><item><title>DPR Jadwal Ulang RDP Transaksi Rp300 Triliun Kemenkeu dengan Mahfud MD dan Sri Mulyani</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/24/337/2786830/dpr-jadwal-ulang-rdp-transaksi-rp300-triliun-kemenkeu-dengan-mahfud-md-dan-sri-mulyani</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/24/337/2786830/dpr-jadwal-ulang-rdp-transaksi-rp300-triliun-kemenkeu-dengan-mahfud-md-dan-sri-mulyani</guid><pubDate>Jum'at 24 Maret 2023 18:45 WIB</pubDate><dc:creator>Kiswondari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/24/337/2786830/dpr-jadwal-ulang-rdp-transaksi-rp300-triliun-kemenkeu-dengan-mahfud-md-dan-sri-mulyani-XIc482zciT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/24/337/2786830/dpr-jadwal-ulang-rdp-transaksi-rp300-triliun-kemenkeu-dengan-mahfud-md-dan-sri-mulyani-XIc482zciT.jpg</image><title>Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yNC82Ni8xNjQ1ODcvNS94OGplczd6&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Komisi III DPR RI akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komite Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di antaranya Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, dan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana terkait dugaan TPPU Rp349 triliun di Kemenkeu pada Rabu, 29 Maret 2023 pekan depan, pukul 15.00 WIB.
Semula, agenda ini dijadwalkan pada hari ini, Jumat (24/3/2023), namun berubah menjadi pekan depan.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa hari ini merupakan fraksi dan  anggota turun ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing.
&quot;Ya sebenarnya karena mengikuti mekanisme di DPR saja bahwa hari Jumat itu adalah hari untuk anggota dewan, kalau hari fraksi Jumat itu biasanya ke dapil,&quot; kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (24/3/2023).

BACA JUGA:
Bahas Transaksi Rp300 T Kemenkeu, DPR Panggil PPATK Bersama Mahfud MD dan Sri Mulyani

Sehingga, menurut Ketua Harian DPP Partao Gerindra ini, kalau dipaksakan untuk RDP hari ini, hasilnya tidak akan maksimal.

BACA JUGA:
Kemenkeu Bantah soal Pembatasan Bawaan Baju Bekas Penumpang di Soetta

&quot;Nanti kalau kemudian dipaksakan hasilnya tidak maksimal sehingga kemudian dicari oleh Komisi teknis (Komisi III) mendapatkan tanggal 29 (Maret),&quot; terangnya.Dasco pun berharap bahwa rapat itu dapat berjalan sebagaimana yang telah dijadwalkan sebelumnya. &quot;Dan itu kita harapkan berjalan seperti yang direncanakan,&quot; ucap Dasco.
Terkait hal apa saja yang akan digali, Dasco belum bisa memberitahukan, karena itu akan tergantung pada rapat di Komisi III nanti, jadi sebaiknya semua menantikan dan memantau jalannya rapat.
&quot;Spesifik nanti bisa dicek atau dimonitor saja di komisi teknis pada saat nanti pelaksanaan karena saya jg belum tahu persis mengenai poin-poin yang akan digali,&quot; tandasnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yNC82Ni8xNjQ1ODcvNS94OGplczd6&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Komisi III DPR RI akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komite Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di antaranya Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, dan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana terkait dugaan TPPU Rp349 triliun di Kemenkeu pada Rabu, 29 Maret 2023 pekan depan, pukul 15.00 WIB.
Semula, agenda ini dijadwalkan pada hari ini, Jumat (24/3/2023), namun berubah menjadi pekan depan.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa hari ini merupakan fraksi dan  anggota turun ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing.
&quot;Ya sebenarnya karena mengikuti mekanisme di DPR saja bahwa hari Jumat itu adalah hari untuk anggota dewan, kalau hari fraksi Jumat itu biasanya ke dapil,&quot; kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (24/3/2023).

BACA JUGA:
Bahas Transaksi Rp300 T Kemenkeu, DPR Panggil PPATK Bersama Mahfud MD dan Sri Mulyani

Sehingga, menurut Ketua Harian DPP Partao Gerindra ini, kalau dipaksakan untuk RDP hari ini, hasilnya tidak akan maksimal.

BACA JUGA:
Kemenkeu Bantah soal Pembatasan Bawaan Baju Bekas Penumpang di Soetta

&quot;Nanti kalau kemudian dipaksakan hasilnya tidak maksimal sehingga kemudian dicari oleh Komisi teknis (Komisi III) mendapatkan tanggal 29 (Maret),&quot; terangnya.Dasco pun berharap bahwa rapat itu dapat berjalan sebagaimana yang telah dijadwalkan sebelumnya. &quot;Dan itu kita harapkan berjalan seperti yang direncanakan,&quot; ucap Dasco.
Terkait hal apa saja yang akan digali, Dasco belum bisa memberitahukan, karena itu akan tergantung pada rapat di Komisi III nanti, jadi sebaiknya semua menantikan dan memantau jalannya rapat.
&quot;Spesifik nanti bisa dicek atau dimonitor saja di komisi teknis pada saat nanti pelaksanaan karena saya jg belum tahu persis mengenai poin-poin yang akan digali,&quot; tandasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
