<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapal Terbalik, 67 Migran Hilang di Lepas Pantai Tunisia Termasuk Anak-Anak dan Bayi</title><description>Penjaga pantai Tunisia dilaporkan telah menghentikan 56 kapal untuk meninggalkan negara itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/25/18/2787141/kapal-terbalik-67-migran-hilang-di-lepas-pantai-tunisia-termasuk-anak-anak-dan-bayi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/25/18/2787141/kapal-terbalik-67-migran-hilang-di-lepas-pantai-tunisia-termasuk-anak-anak-dan-bayi"/><item><title>Kapal Terbalik, 67 Migran Hilang di Lepas Pantai Tunisia Termasuk Anak-Anak dan Bayi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/25/18/2787141/kapal-terbalik-67-migran-hilang-di-lepas-pantai-tunisia-termasuk-anak-anak-dan-bayi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/25/18/2787141/kapal-terbalik-67-migran-hilang-di-lepas-pantai-tunisia-termasuk-anak-anak-dan-bayi</guid><pubDate>Sabtu 25 Maret 2023 12:26 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/25/18/2787141/kapal-terbalik-67-migran-hilang-di-lepas-pantai-tunisia-termasuk-anak-anak-dan-bayi-tS5jsLm290.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi migran di lautan (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/25/18/2787141/kapal-terbalik-67-migran-hilang-di-lepas-pantai-tunisia-termasuk-anak-anak-dan-bayi-tS5jsLm290.jpg</image><title>Ilustrasi migran di lautan (Foto: AFP)</title></images><description>TUNISIA - Sedikitnya 34 migran dari Afrika sub-Sahara - termasuk anak-anak dan bayi - hilang di lepas pantai Tunisia setelah kapal mereka terbalik.

Ini adalah kapal migran kelima yang tenggelam dalam dua hari, dengan tujuh orang dipastikan tewas sejauh ini, dan 67 masih hilang. Pihak berwenang yakin kapal itu sedang menuju Italia.

Penjaga pantai Tunisia dilaporkan telah menghentikan 56 kapal untuk meninggalkan negara itu, menuju Italia, dalam dua hari terakhir.


BACA JUGA:
343 Migran Ilegal, Termasuk Ratusan Anak-Anak, Ditemukan dalam Truk Trailer yang Ditinggalkan&amp;nbsp;&amp;nbsp;

Houssem Jebabli dari Garda Nasional Tunisia mengatakan bahwa lebih dari 3.000 migran telah ditahan saat berusaha meninggalkan negara itu.


BACA JUGA:
Kapal Pengangkut Migran Tenggelam Setelah Hantam Karang, Korban Tewas Bertambah Jadi 59 Orang

Tunisia telah menjadi &amp;lsquo;base&amp;rsquo; bagi para migran untuk pergi, menuju Eropa. Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan bahwa setidaknya 12.000 migran yang tiba di Italia tahun ini meninggalkan Tunisia, dibandingkan dengan 1.300 pada periode waktu yang sama tahun lalu.

Bulan lalu, Presiden Tunisia Kais Saied menuduh migran Afrika sub-Sahara yang tinggal di negara itu menyebabkan gelombang kejahatan dan menggambarkan mereka sebagai ancaman demografis.

Komentarnya dikritik secara luas oleh Uni Afrika dan dikecam sebagai &quot;pidato kebencian rasis&quot; oleh kelompok hak asasi manusia.
Sementara itu, berbicara pada pertemuan puncak di Brussel pada Jumat (24/3/2023), Perdana Menteri (PM) sayap kanan Italia Giorgia Meloni memperingatkan mungkin ada &quot;gelombang migrasi&quot; ke Eropa jika situasi politik dan ekonomi Tunisia tidak stabil.



Seperti diketahui, Tunisia saat ini menghadapi krisis keuangan terburuk setelah negosiasi pinjaman dengan Dana Moneter Internasional (IMF) terhenti.



Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken juga memperingatkan bahwa Tunisia sangat membutuhkan untuk mencapai kesepakatan bailout atau dana talangan dengan IMF.



Tunisia juga menghadapi tantangan politik yang signifikan sejak Juli 2021 ketika Saied merebut sebagian besar kekuasaan, menutup parlemen, dan beralih ke pemerintahan melalui dekrit.

</description><content:encoded>TUNISIA - Sedikitnya 34 migran dari Afrika sub-Sahara - termasuk anak-anak dan bayi - hilang di lepas pantai Tunisia setelah kapal mereka terbalik.

Ini adalah kapal migran kelima yang tenggelam dalam dua hari, dengan tujuh orang dipastikan tewas sejauh ini, dan 67 masih hilang. Pihak berwenang yakin kapal itu sedang menuju Italia.

Penjaga pantai Tunisia dilaporkan telah menghentikan 56 kapal untuk meninggalkan negara itu, menuju Italia, dalam dua hari terakhir.


BACA JUGA:
343 Migran Ilegal, Termasuk Ratusan Anak-Anak, Ditemukan dalam Truk Trailer yang Ditinggalkan&amp;nbsp;&amp;nbsp;

Houssem Jebabli dari Garda Nasional Tunisia mengatakan bahwa lebih dari 3.000 migran telah ditahan saat berusaha meninggalkan negara itu.


BACA JUGA:
Kapal Pengangkut Migran Tenggelam Setelah Hantam Karang, Korban Tewas Bertambah Jadi 59 Orang

Tunisia telah menjadi &amp;lsquo;base&amp;rsquo; bagi para migran untuk pergi, menuju Eropa. Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan bahwa setidaknya 12.000 migran yang tiba di Italia tahun ini meninggalkan Tunisia, dibandingkan dengan 1.300 pada periode waktu yang sama tahun lalu.

Bulan lalu, Presiden Tunisia Kais Saied menuduh migran Afrika sub-Sahara yang tinggal di negara itu menyebabkan gelombang kejahatan dan menggambarkan mereka sebagai ancaman demografis.

Komentarnya dikritik secara luas oleh Uni Afrika dan dikecam sebagai &quot;pidato kebencian rasis&quot; oleh kelompok hak asasi manusia.
Sementara itu, berbicara pada pertemuan puncak di Brussel pada Jumat (24/3/2023), Perdana Menteri (PM) sayap kanan Italia Giorgia Meloni memperingatkan mungkin ada &quot;gelombang migrasi&quot; ke Eropa jika situasi politik dan ekonomi Tunisia tidak stabil.



Seperti diketahui, Tunisia saat ini menghadapi krisis keuangan terburuk setelah negosiasi pinjaman dengan Dana Moneter Internasional (IMF) terhenti.



Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken juga memperingatkan bahwa Tunisia sangat membutuhkan untuk mencapai kesepakatan bailout atau dana talangan dengan IMF.



Tunisia juga menghadapi tantangan politik yang signifikan sejak Juli 2021 ketika Saied merebut sebagian besar kekuasaan, menutup parlemen, dan beralih ke pemerintahan melalui dekrit.

</content:encoded></item></channel></rss>
